Dermasolon 0,25% Krim

16 Sep 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 1 tube @ 5 g; 10 g
Produsen
Ikapharmindo
Dermasolon krim adalah obat untuk mengatasi peradangan dan mengurangi rasa gatal (pruritus) pada kulit di sebagian atau seluruh tubuh. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Dermasolon krim mengandung zat aktif fluosinolon asetonid.

Mengatasi:

  • Peradangan lokal pada kulit.
  • Gatal yang disertai ruam (pruritus).
  • Kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah (dermatosis atopik).
  • Alergi.
  • Peradangan pada hampir seluruh organ tubuh seperti pada kondisi autoimun (lupus eritermatosus).
  • Peradangan yang terjadi pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir (lichen planus).
  • Peradangan pada area lipatan tubuh (intertrigo).
  • Peradangan pada daun telinga (otitis eksterna).

Fluosinolon merupakan obat golongan kortikosteroid yang bekerja dengan mengurangi produksi bahan kimia tertentu oleh tubuh yaitu prostaglandin dan leukotrien yang berperan dalam menyebabkan bengkak dan gatal di tubuh.

Tiap 1 g: fluosinolon asetonid 0,25 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dioleskan sebanyak 2-4 kali/hari.
Oleskan tipis-tipis pada area yang membutuhkan.
  • Gatal.
    Jika hal ini membuat Anda tidak nyaman, hentikan penggunaan krim. Beri tahu dokter atau perawat bahwa Anda menghentikan penggunaan krim lebih awal. Jika memungkinkan, hubungi mereka sesegera mungkin untuk meminta nasihat.
  • Rasa terbakar.
    Jika kulit Anda seperti terbakar, tidak perlu khawatir sebab efek samping ini akan berlangsung selama beberapa hari.
  • Iritasi.
  • Peradangan pada folikel rambut karena infeksi (folikulitis).
  • Pertumbuhan rambut secara berlebihan (hipertrikosis).
  • Kulit berwarna lebih terang atau putih yang tidak normal di bagian tubuh tertentu atau seluruh tubuh (hipopigmentasi).
  • Kondisi kulit yang menyebabkan ruam di sekitar mulut, sekitar mata, hidung, atau alat kelamin (dermatitis perioral).
  • Kulit rusak (maserasi kulit).
  • Kulit tipis (atrofi kulit).
  • Garis pada kulit (striae).
  • Biang keringat (miliaria).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan infeksi kulit bakteri, jamur atau virus.
  • Pasien dengan wajah kemerahan, kulit kering, dan berjerawat (rosacea).
  • Pasien dengan rasa gatal (pruritus) pada daerah anogenital (pruritus anogenital).
  • Hentikan penggunaan jika timbul iritasi.
  • Jangan kontak dengan mata.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan kadar hormol kortisol yang terlalu tinggi (sindrom cushing).
  • Pasien dengan kuit kemerahan, kering, dan bersisik (psoriasis).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/fluocinolone?mtype=generic
Diakses pada 31 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dermasolon
Diakses pada 31Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1447-721/fluocinolone-topical/fluocinolone-acetonide-topical/details
Diakses pada 31 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/fluocinolone-topical-cream#about
Diakses pada 31 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682271.html#if-i-forget
Diakses pada 31 Agustus 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/capex-derma-smooth-fs-fluocinolone-343518#10
Diakses pada 31 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email