Depram Tablet

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Depram tablet adalah obat untuk mengatasi gangguan kecemasan dan depresi.

Deskripsi obat

Depram tablet adalah obat untuk mengatasi gejala depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan panik serta mengatasi Obsessive Compulsive Disorder (OCD) yaitu suatu gangguan yang membuat seseorang terus berpikir dan melakukan suatu tindakan secara berulang. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Depram tablet mengandung zat aktif esitalopram.

Depram Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaEsitalopram.
Kelas terapiAntidepresan.
Klasifikasi obatSelective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI).
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (10 mg; 20 mg)
ProdusenNovell Pharmaceutical

Informasi zat aktif

Esitalopram merupakan obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRI) yang bekerja dengan cara meningkatkan kadar serotonin dalam otak. Serotonin membantu menjaga keseimbangan kesehatan mental.

  • Absorpsi: Ketersediaan hayati sekitar 80% dan waktu puncak konsentrasi plasma sekitar 5 jam.
  • Distribusi: Melewati plasenta dan terdistribusi ke dalam ASI. Volume distribusi sekitar 12-26 L/kg. Ikatan protein plasma sekitar 56%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di dalam liver oleh enzim CYP2C19 and CYP3A4 menjadi S-desmethylcitalopram (S-DCT) dan akan dimetabolisme kembali oleh enzim CYP2D6 menjadi to S-didesmethylcitalopram.
  • Ekskresi: Melalui urin sebanyak 8% dalam bentuk obat tidak aktif dan 10% dalam bentuk S-desmethylcitalopram (S-DCT). Waktu paruh eliminasi sekitar 27-32 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi gejala depresi.
  • Mengatasi gangguan kecemasan.
  • Mengatasi gangguan panik.
  • Mengatasi gangguan mental yang mempengaruhi pikiran dan perilaku penderita atau Obsessive Compulsive Disorder (OCD).

Esitalopram merupakan obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRI) yang bekerja dengan cara meningkatkan kadar serotonin dalam otak. Serotonin membantu menjaga keseimbangan kesehatan mental.

Komposisi obat

  • Depram tablet 10 mg: esitalopram 10 mg.
  • Depram tablet 20 mg: esitalopram 20 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Depresi, gangguan kecemasan (ansietas), dan Obsessive Compulsive Disorder (OCD):

  • Dewasa: 10 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan setelah 1 minggu hingga dosis maksimal 20 mg/hari sesuai dengan kondisi dan respon pasien.
  • Lansia: 5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 10 mg/hari sesuai dengan kondisi dan respon pasien.

Gangguan panik dengan atau tanpa rasa takut berlebih  di ruangan terbuka atau tempat umum (agorafobia):

  • Dewasa: 5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan 5 mg atau ditingkatkan hingga 20 mg/hari setelah satu minggu sesuai kondisi dan respon pasien.
  • Lansia: 5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 10 mg/hari sesuai dengan kondisi dan respon pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mudah berkeringat.
    Gunakan pakaian yang tidak terlalu tebal dan gunakan produk anti keringat (antiperspiran) dan gunakan kipas angin untuk menjaga udara tetap sejuk. Jika keadaan tersebut terus berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Kesulitan tidur.
    Konsumsi escitalopram di sore hari atau hentikan konsumsi alkohol. Jangan mengemudi dan menggunakan mesin. Jika keadaan tersebut terus berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Merasa lelah dan lemas.
    Hentikan seluruh aktivitas dan cobalah untuk duduk atau berbaring hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan mesin, jangan minum alkhol yang akan memperburuk keadaan.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula.
  • Gas berlebih di dalam perut.
  • Dada terasa terbakar.
  • Sulit buang air besar (konstipasi).
  • Diare.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat kejang.
  • Pasien yang memiliki riwayat melukai diri sendiri.
  • Pasien yang memiliki detak jantung lemah (bradikardia).
  • Pasien dengan beberapa gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Lansia.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan depram tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan epilepsi yang tidak stabil.
  • Pasien yang mengonsumsi obat yang dapat memperpanjang waktu kontraksi otot jantung (interval QT) seperto pimozid.
  • Pasien yang menggunakan obat monoamine oxidase inhibitors (MAOIs) atau antidepresi lain.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Tramadol.
    Penggunaan bersama escitalopram meningkatkan risiko atau keparahan sindrom serotonin.
  • Amitriptilin.
    Penggunaan bersama escitalopram menurunkan metabolisme amitriptilin.
  • Bupropion.
    Penggunaan bersama escitalopram menurunkan metabolisme escitalopram.
  • Diazepam, nordazepam, fludiazepam, delorazepam.
    Penggunaan bersama escitalopram meningkatkan beberapa risiko terjadinya efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Sakit kepala jangka panjang atau kram otot.

Hal tersebut dapat menjadi tanda rendahnya kadar natrium dalam darah Anda. Jika Anda mengalami hal tersebut hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan kepada dokter Anda.

  • Memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri.
  • Suhu badan di atas 38°C disertai agitasi, kebingungan, dan gemetar.
  • Muntah darah, batuk disertai muntah, darah dalam urin, feses berwarna htam atau merah.

Hal tersebut dapat menjadi tanda terjadinya pendarahan di usus, pendarahan dari gusi, atau memar yang muncul tanpa alasan atau bertambah besar. Jika Anda mengalami hal tersebut hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan kepada dokter Anda.

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/escitalopram/
Diakses pada 4 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/escitalopram
Diakses pada 4 agustus 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB01175
Diakses pada 4 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/escitalopram.html
Diakses pada 4 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email