Daktarin Bedak 20 g mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh dermatofit atau ragi, jamur dan bakteri.
Daktarin Bedak 20 g mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh dermatofit atau ragi, jamur dan bakteri.
Daktarin Bedak 20 g mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh dermatofit atau ragi, jamur dan bakteri.
Daktarin Bedak 20 g mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh dermatofit atau ragi, jamur dan bakteri.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
Kemasan 1 box isi 1 botol @ 20 g
Produsen Taisho Pharmaceutical Indonesia

Daktarin Bedak dapat mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh dermatofit atau ragi, jamur dan bakteri. Bedak ini termasuk dalam obat bebas terbatas yang mengandung miconazole nitrate.

Infeksi kulit yang disebabkan oleh dermatofit atau ragi, dan jamur lainnya seperti:

  • Panu (pytiriasis versicolor).
  • Infeksi jamur di kulit kepala (tinea capitis).
  • Infeksi jamur di leher/badan (tinea coporis).
  • Infeksi jamur di telapak tangan (tinea corporis).
  • Infeksi jamur di dagu (tinea manuum).
  • Infeksi jamur di selangkangan (tinea cruris).
  • Infeksi jamur di telapak kaki (tinea pedis).
  • Ruam popok.
  • Terapi infeksi selangkangan atau diantara jari yang disebabkan dermatofit atau ragi.
  • Dapat ditaburkan pada kaos kaki dan sepatu.

Tiap 1 g: miconazole nitrate 20 mg.

2 kali/hari.

  • Taburkan pada lesi, ratakan bedak dengan jari hingga seluruhnya meresap ke dalam kulit. Penggunaan bedak untuk pencegahan cukup 1 kali/hari. Lamanya terapi bervariasi antara 2-6 minggu tergantung dari tempat dan berat ringannya penyakit. Pengobatan harus diteruskan paling tidak 1 minggu, setelah semua gejala hilang.
  • Penyakit panu mengakitabkan gangguan pigmentasi kulit. Setelah pengobatan, gangguan pigmentasi belum kembali normal. Untuk pigmentasi normal dianjurkan berjemur di pagi hari.

Gangguan kulit dan jaringan subkutan:

  • Rasa terbakar pada kulit.
  • Inflamasi pada kulit.
  • Hilangnya warna pada kulit (hipopigmentasi).

Gangguan umum dan kondisi bagian kulit yang terinfeksi:

Hipersensitifitas terhadap miconazole atau bahan pembuat obat lainnya atau turunan imidazole lainnya.

  • Reaksi hipersensitif berat, termasuk alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian (anafilaksis) dan pembengkakan akibat alergi (angiodema).
  • Tidak boleh bersentuhan dengan mukosa mata.
  • Hindari terhirup serbuknya untuk mencegah iritasi pernafasan.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • CYP3A4/2C9.
  • Warfarin.
  • Oral hypoglycemic dan phenytoin.

Sesuai kemasan per Februari 2020

Artikel Terkait