Cytodrox tablet digunakan untuk terapi pasien leukimia mieloid kronik fase kronik atau akselerasi.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen Combiphar
Cytodrox tablet digunakan untuk terapi pasien yang memiliki terlalu banyak sel darah putih (leukimia mieloid) fase kronik atau akselerasi, peningkatan jumlah trombosit tanpa sebab (trombositemia esensial) atau gangguan pada sumsum tulang (polisitemia vera) pada risiko tinggi terjadinya komplikasi penyumbatan pembuluh darah vena karena pembekuan darah (tromboemboli). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cytorox mengandung zat aktif hidroksikarbamid.

Hidroksikarbamid adalah inhibitor sintesis DNA spesifik fase-S bekerja mencegah konversi ribonukleotida menjadi deoksiribonukleotida yang menyebabkan kematian sel. Pada anemia sel sabit dapat merangsang produksi dan peningkatan konsentrasi fetal hemoglobin sebagai pembawa oksigen utama dan mengatasi berbagai kelainan darah seperti:

  • Kadar sel darah putih yang terlalu banyak di dalam tubuh (leukimia mieloid) fase kronik atau akselerasi.
  • Peningkatan jumlah trombosit tanpa sebab (trombositemia esensial).
  • Gangguan pada sumsum tulang (polisitemia vera) pada risiko tinggi terjadinya komplikasi penyumbatan pembuluh darah vena karena pembekuan darah (tromboemboli).
Hidroksikarbamid 500 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Leukemia mieloid kronis dan tumor padat:
    • Dosis awal: 20-30 mg/kgBB/hari dalam dosis tunggal.
    • Untuk tumor padat: 80 mg/kgBB setiap 3 hari dalam dosis tunggal.
    • Terapi iradiasi secara bersamaan: 80 mg/kgBB sebagai dosis tunggal setiap 3 hari, dimulai setidaknya 7 hari sebelum memulai radioterapi.
  • Sel darah merah berbentuk bulan sabit (penyakit sel sabit):
    • Dosis awal: 15 mg/kgBB/hari, dosis dapat ditingkatkan 2,5-5 mg/kgBB setiap 12 minggu sesuai dengan respon dan jumlah darah.
    • Dosis lazim: 15-30 mg/kgBB/hari.
    • Dosis maksimal: 35 mg/kgBB/hari.

Anak 2 tahun ke atas: dosis disamakan dengan dosis dewasa.

Dikonsumsi diwaktu yang sama setiap hari.
  • Pasien dengan kondisi supresi sumsum tulang, peradangan pembuluh darah (gangren vaskulitis), keadaan pembesaran ukuran dari sel darah merah (makrositosis).
  • Pasien dengan kondisi tumbuhnya kumpulan sel abnormal secara terus menerus (neoplasma sekunder).
  • Kelainan metabolik (sindrom lisis) seperti hiperkalemia yaitu tingginya kadar kalium.
  • Pembengkakan karena cairan pada wajah (facial edema).
  • Lesi atau bintik hitam pada kulit (hiperpigmentasi).
  • Kemerahan dan bintik pada wajah (eritema wajah).
  • Pasien dengan kondisi depresi sumsum tulang yang parah.
  • Pasien yang memiliki gangguan hati dan ginjal yang parah.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi obat didanosin dan stavudin.
  • Pasien dengan intoleransi saluran pencernaan.
  • Pasien dengan riwayat terapi obat sitotoksik atau radiasi.
  • Pasien dengan gangguan ginjal ginjal dan hati.
  • Anak-anak.
  • Kehamilan.
  • Metoklopramid.
    Trimetazidin jika dikombinasikan dengan metoklopramid dapat menyebabkan peningkatkan risiko efek samping.
  • Isosorbid mononitrat.
    Trimetazidin dapat meningkatkan efek isosorbid mononitrat yaitu aktivitas pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi).
MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/hydroxycarbamideDiakses pada 10 Agustus 2020Macmillan. https://www.macmillan.org.uk/cancer-information-and-support/treatments-and-drugs/hydroxycarbamideDiakses pada 10 Agustus 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait