Cytodrox Tablet 500 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Cytodrox tablet digunakan untuk terapi pasien leukimia mieloid kronik fase kronik atau akselerasi.

Deskripsi obat

Cytodrox tablet digunakan untuk terapi pasien yang memiliki terlalu banyak sel darah putih (leukimia mieloid) fase kronik atau akselerasi, peningkatan jumlah trombosit tanpa sebab (trombositemia esensial) atau gangguan pada sumsum tulang (polisitemia vera) pada risiko tinggi terjadinya komplikasi penyumbatan pembuluh darah vena karena pembekuan darah (tromboemboli). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cytorox mengandung zat aktif hidroksikarbamid.
Cytodrox Tablet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaHidroksikarbamid.
Kelas terapiKemoterapi sitotoksik.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (500 mg)
ProdusenCombiphar

Informasi zat aktif

Hidroksikarbamid adalah inhibitor sintesis DNA spesifik fase-S. Hidroksikarbamid sebagai inhibitor ribonukleosida difosfat reduktase, sehingga mencegah konversi ribonukleotida menjadi deoksiribonukleotida yang menyebabkan kematian sel. Pada anemia sel sabit dapat merangsang produksi dan peningkatan konsentrasi fetal hemoglobin sebagai pembawa oksigen utama. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, hidroksikarbamid diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Secara diabsorbsi dari saluran pencernaan. Waktu puncak konsentrasi plasma adalah 1-4 jam.
  • Distribusi: Terdistribusi secara baik ke seluruh tubuh, melintasi sawar darah otak dan plasenta, dan memasuki ASI. Volume distribusi adalah sekitar 20 L/m² dan ikatan protein plasma adalah 75-80%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati oleh urease menjadi asam asetohidroksamat.
  • Ekskresi: Diekskresi terutama melalui urin sekitar 80% dalam bentuk metabolit dan bentuk obat tidak berubah, melalui paru-paru dalam bentuk karbon dioksida. Waktu paruh eliminasi adalah 1,9-3,9 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Hidroksikarbamid adalah inhibitor sintesis DNA spesifik fase-S bekerja mencegah konversi ribonukleotida menjadi deoksiribonukleotida yang menyebabkan kematian sel. Pada anemia sel sabit dapat merangsang produksi dan peningkatan konsentrasi fetal hemoglobin sebagai pembawa oksigen utama dan mengatasi berbagai kelainan darah seperti:

  • Kadar sel darah putih yang terlalu banyak di dalam tubuh (leukimia mieloid) fase kronik atau akselerasi.
  • Peningkatan jumlah trombosit tanpa sebab (trombositemia esensial).
  • Gangguan pada sumsum tulang (polisitemia vera) pada risiko tinggi terjadinya komplikasi penyumbatan pembuluh darah vena karena pembekuan darah (tromboemboli).

Komposisi obat

Hidroksikarbamid 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Leukemia mieloid kronis dan tumor padat:
    • Dosis awal: 20-30 mg/kgBB/hari dalam dosis tunggal.
    • Untuk tumor padat: 80 mg/kgBB setiap 3 hari dalam dosis tunggal.
    • Terapi iradiasi secara bersamaan: 80 mg/kgBB sebagai dosis tunggal setiap 3 hari, dimulai setidaknya 7 hari sebelum memulai radioterapi.
  • Sel darah merah berbentuk bulan sabit (penyakit sel sabit):
    • Dosis awal: 15 mg/kgBB/hari, dosis dapat ditingkatkan 2,5-5 mg/kgBB setiap 12 minggu sesuai dengan respon dan jumlah darah.
    • Dosis lazim: 15-30 mg/kgBB/hari.
    • Dosis maksimal: 35 mg/kgBB/hari.

Anak 2 tahun ke atas: dosis disamakan dengan dosis dewasa.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi diwaktu yang sama setiap hari.

Efek samping obat

  • Pasien dengan kondisi supresi sumsum tulang, peradangan pembuluh darah (gangren vaskulitis), keadaan pembesaran ukuran dari sel darah merah (makrositosis).
  • Pasien dengan kondisi tumbuhnya kumpulan sel abnormal secara terus menerus (neoplasma sekunder).
  • Kelainan metabolik (sindrom lisis) seperti hiperkalemia yaitu tingginya kadar kalium.
  • Pembengkakan karena cairan pada wajah (facial edema).
  • Lesi atau bintik hitam pada kulit (hiperpigmentasi).
  • Kemerahan dan bintik pada wajah (eritema wajah).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan intoleransi saluran pencernaan.
  • Pasien dengan riwayat terapi obat sitotoksik atau radiasi.
  • Pasien dengan gangguan ginjal ginjal dan hati.
  • Anak-anak.
  • Kehamilan.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kondisi depresi sumsum tulang yang parah.
  • Pasien yang memiliki gangguan hati dan ginjal yang parah.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi obat didanosin dan stavudin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Metoklopramid.
    Trimetazidin jika dikombinasikan dengan metoklopramid dapat menyebabkan peningkatkan risiko efek samping.
  • Isosorbid mononitrat.
    Trimetazidin dapat meningkatkan efek isosorbid mononitrat yaitu aktivitas pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi).
MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/hydroxycarbamide Diakses pada 10 Agustus 2020 Macmillan. https://www.macmillan.org.uk/cancer-information-and-support/treatments-and-drugs/hydroxycarbamide Diakses pada 10 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email