Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Cyclophosphamide (Alias: Siklofosfamid)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Cyclophosphamide bisa juga digunakan untuk mengatasi masalah ginjal tertentu.
Mual, muntah, dan diare adalah beberapa efek samping yang sering terjadi.

Cyclophosphamide merupakan obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker, seperti kanker ovarium, payudara, darah, dan sistem getah bening. Obat ini berfungsi sebagai obat kemoterapi yang bekerja dengan memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel.

Cyclophosphamide bekerja dengan menurunkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit. Obat ini juga dapat mengatasi masalah ginjal tertentu.

Cyclophosphamide (Siklofosfamid)
Golongan

Obat kemoterapi

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet, Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral
Keganasan

  • Dewasa: pengambilan dalam dosis rendah: 2-6 mg/kg dalam dosis terbagi. Atau, 100-300 mg setiap hari dalam dosis terbagi, atau 50-250 mg/m2 setiap hari atau 80-300 mg/m2 setiap hari dalam dosis terbagi.

Sindrom Befrotik

  • Anak: 2 mg/kg setiap hari selama 8-12 minggu. Dosis kumulatif maksimal: 168 mg/kg. Durasi maksimal: 90 hari.

Suntik
Keganasan

  • Dewasa: pengambilan dalam dosis rendah: 2-6 mg/kg minggu sebagai dosis tunggal, pengambilan dalam dosis sedang: 10-15 mg/kg minggu sebagai dosis tunggal, regimen dosis tinggi: 20-40 mg/kg sebagai dosis tunggal setiap 10-20 hari. Atau, 80-300 mg/m2 setiap hari sebagai dosis tunggal, atau 300-600 mg/m2 minggu sebagai dosis tunggal, atau 600-1,500 mg/m 2 sebagai dosis tunggal atau infus singkat dalam interval 10 sampai 20 hari.

Aturan pakai Cyclophosphamide dengan benar

Diberikan langsung dari dokter obat Cyclophosphamide.

Obat ini diberikan melalui suntikan ke dalam pembuluh darah. Untuk obat tablet dikonsumsi saat perut kosong. Dosis akan diberikan sesuai dengan keperluan.

Jangan berhenti menggunakan obat ini jika sudah merasa sehat, selalu konsultasi ke dokter untuk memastikan keadaan Anda.

Efek Samping

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat, namun jika terjadi efek samping yang berlebihan harus langsung ditangani oleh tenaga medis.

Obat Cyclophosphamide dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi, seperti: mual, muntah, kehilangan nafsu makan, sakit perut, diare, kebotakan, amenore, toksisitas kandung kemih, dan hiperpigmentasi pada kulit serta kuku. Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping serius, seperti:

  • Gangguan ginjal dan kandung kemih (perubahan jumlah dan warna urine)
  • Tinja hitam
  • Nyeri sendi
  • Mulut luka
  • Kelemahan otot
  • Mudah memar
  • Sakit perut yang parah
  • Perubahan mental/mood
  • Reaksi anafilaksis

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada tenaga medis profesional Anda.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis, seperti:

  • Menderita diabetes mellitus
  • Imunosupresi berat
  • Porfiria akut
  • Penyakit kardiovaskular yang sudah ada sebelumnya atau mereka yang berisiko kardiotoksisitas
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Laktasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Infeksi akut
  • Kehamilan
  • Obstruksi saluran kemih
  • Infeksi saluran kemih bagian atas
  • Pasien dengan aplasia sumsum tulang belakang.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan dengan obat ini. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat Cyclophosphamide dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Meningkatkan risiko hepatotoksisitas dengan mengonsumsi obat azathioprine
  • Dapat menimbulkan risiko komplikasi tromboemboli
  • Dapat mengubah efek warfarin
  • Dapat menimbulkan efek imunosupresif dengan mengonsumsi obat ciclosporin

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/cyclophosphamide-oral-route-intravenous-route/description/drg-20063307
Diakses pada 29 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/cyclophosphamide/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 29 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-19924/cyclophosphamide-intravenous/details
Diakses pada 29 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top