Cyclofem injeksi merupakan metode kontrasepsi secara injeksi yang menjadi pilihan ketika kontrasepsi oral atau IUD tidak dapat digunakan.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 20 vial @ 0,5 ml
Produsen Tunggal Idaman Abadi

Cyclofem injeksi merupakan metode kontrasepsi secara injeksi yang menjadi pilihan ketika kontrasepsi oral atau IUD tidak dapat digunakan. Cairan suntik ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cyclofem mengandung medroksiprogesteron asetat dan estradiol sipionat.

Metode kontrasepsi secara injeksi yang menjadi pilihan ketika kontrasepsi oral atau IUD tidak dapat digunakan.

Tiap 1 ml:

  • Medroksiprogesteron asetat 50 mg.
  • Estradiol sipionat 10 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Injeksi pertama: diberikan dalam 5 hari pertama siklus menstruasi normal.
  • Injeksi ulangan: diberikan setiap bulan dengan selang waktu 28±3 hari.

Penggunaan harus dibantu oleh tenaga medis.

Pendarahan pada endometrium.

  • Pasien yang mengalami pendarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien dengan hasil tes Pap smear memperlihatkan stadium III atau lebih.
  • Pasien yang memiliki penggumpan darah pada pembuluh vena (tromboemboli).
  • Pasien penderita penyakit serebrovaskular.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi dengan kadar sistolik 140 mmHg ke atas (hipertensi arterial).
  • Pasien yang mengalami pengeluaran cairan puting susu yang tidak terkait dengan produksi susu (galaktore).
  • Pasien penderita kanker.
  • Wanita yang sedang menjalani terapi dengan obat penenang dalam dosis tinggi.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien dengan riwayat depresi mental.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cyclofem?type=brief&lang=id
Diakses pada 15 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait