Cyclofem Injeksi 0,5 ml

19 Jun 2020| Aby Rachman
Cyclofem injeksi merupakan metode kontrasepsi secara injeksi yang menjadi pilihan ketika kontrasepsi oral atau IUD tidak dapat digunakan.

Deskripsi obat

Cyclofem injeksi merupakan metode kontrasepsi secara injeksi yang menjadi pilihan ketika kontrasepsi oral atau IUD tidak dapat digunakan. Cairan suntik ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cyclofem mengandung medroksiprogesteron asetat dan estradiol sipionat.

Cyclofem Injeksi 0,5 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 20 vial @ 0,5 ml
ProdusenTunggal Idaman Abadi

Indikasi (manfaat) obat

Metode kontrasepsi secara injeksi yang menjadi pilihan ketika kontrasepsi oral atau IUD tidak dapat digunakan.

Komposisi obat

Tiap 1 ml:

  • Medroksiprogesteron asetat 50 mg.
  • Estradiol sipionat 10 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Injeksi pertama: diberikan dalam 5 hari pertama siklus menstruasi normal.
  • Injeksi ulangan: diberikan setiap bulan dengan selang waktu 28±3 hari.

Aturan pakai obat

Penggunaan harus dibantu oleh tenaga medis.

Efek samping obat

Pendarahan pada endometrium.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien dengan riwayat depresi mental.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami pendarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien dengan hasil tes Pap smear memperlihatkan stadium III atau lebih.
  • Pasien yang memiliki penggumpan darah pada pembuluh vena (tromboemboli).
  • Pasien penderita penyakit serebrovaskular.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi dengan kadar sistolik 140 mmHg ke atas (hipertensi arterial).
  • Pasien yang mengalami pengeluaran cairan puting susu yang tidak terkait dengan produksi susu (galaktore).
  • Pasien penderita kanker.
  • Wanita yang sedang menjalani terapi dengan obat penenang dalam dosis tinggi.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cyclofem?type=brief&lang=id
Diakses pada 15 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Penyakit Terkait