Crofed sirup adalah obat untuk meringankan gejala flu dan alergi.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
Kemasan 1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen Coronet Crown

Crofed sirup adalah obat untuk meringankan gejala flu dan alergi. Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas terbatas. Crofed sirup mengandung zat aktif triprolidin HCl dan pseudoefedrin HCl.
Triprolidin HCl adalah obat yang mampu menghilangkan gejala alergi seperti ruam, pilek, bersin, mata berair, gatal pada mata, hidung, ternggorokan, dan kulit. Obat ini bekerja dengan menghambat zat alami yang diproduksi tubuh ketika alergi yaitu histamin, dengan penghambatan produksi histamin maka akan mengeringkan bebrapa cairan dalam tubuh untuk meringankan gejala seperti mata berair dan pilek.
Pseudoefedrin HCl adalah obat yang digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat yang bekerja dengan meredakan pembengkakan pada pembuluh darah yang terdapat di dalam hidung, sehingga melegakkan pernapasan.

Mengatasi gangguan pada saluran pernapasan bagian atas seperti:

  • Meringankan gejela flu seperti hidung tersumbat.
  • Mengatasi alergi yang menyebabkan hidung tersumbat, mata berair, dan bersin.
  • Mengatasi peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan adanya reaksi alergi (rhinitis alergi).

Tiap 5 ml:

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 5 ml sebanyak 3 kali/hari.

  • Anak-anak:
    • 2-6 tahun: 1,25 ml sebanyak 3 kali/hari.
    • 6-12 tahun: 2,5 ml sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

  • Detak jantung diatas normal atau melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Ruam pada kulit.
  • Depresi.
  • Nyeri otot.
  • Kelelahan.
  • Mulut kering.
  • Mengantuk.
  • Nyeri pada perut.
  • Diare.
  • Kesulitan buang air kecil (retensi urin).
  • Mual.
  • Pusing.
  • Peradangan pada faring (faringitis).
  • Halusinasi.
  • Pasien yang memiliki tekanan darah tinggi atau di atas normal (hipertensi).
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengonsumsi obat golongan penghambat monoamin oksidase (MAOI) seperti fenelzin dan transilpromin.
  • Pasien penderita penyakit gangguan kardiovaskular.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien yang mengalami gangguan pada saluran pernapasan.
  • Pasien penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang mengalami gangguan fungsi pada kelenjar tiroid.
  • Pasien yang mengalami penyumbatan pada saluran kemih.
  • Anak-anak.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien yang memiliki gangguan pada ginjal dan hati ringan hingga sedang.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.
  • Penggunaan bersama penghambat monoamin oksidase (MAOI) seperti furozolidon, linezolid, fenelzin, dan transilpromin dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Penggunaan bersama dengan depresan SSP dapat meningkatkan efektivitas obat.
  • Dapat menurunkan efektivitas obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi) seperti metildopa dan guanetidin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/triprolidine%20+%20pseudoephedrine
Diakses pada 14 Juli 2020

Rx List. https://www.rxlist.com/fdb/drugs/64057/triprolidine-hcl-oral-drug.htm
Diakses pada 14 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-64057/triprolidine-hcl-oral/details
Diakses pada 14 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/pseudoephedrine.html
Diakses pada 14 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait