Cripsa Tablet 2,5 mg

26 Sep 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 445.100/box per September 2020
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 10 tablet (2,5 mg)
Produsen
Caprifarmindo
Cripsa tablet adalah obat untuk mengatasi kadar hormon prolaktin yang tinggi dalam tubuh (hiperprolaktinemia) dan mengobati gangguan koordinasi di otak uang menyebabkan terjadinya gangguan gerakan seperti tremor (penyakit parkinson). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cripsa tablet mengandung zat aktif bromokriptin.
  • Mengatasi kadar hormon prolaktin yang tinggi dalam tubuh (hiperprolaktinemia).
    Kadar prolaktin yang tinggi dapat menyebabkan masalah seperti keluarnya ASI yang tidak diinginkan, menstruasi yang terlewat atau berhenti, sulit hamil, penurunan produksi sperma, dan penurunan kemampuan seksual. Bromokriptin dapat digunakan untuk mengobati jenis tumor yang menyebabkan tingginya kadar prolaktin (adenoma yang mensekresi prolaktin) dan obat ini dapat membantu mengurangi ukuran tumor.
  • Mengobati gangguan koordinasi di otak yang menyebabkan terjadinya gangguan gerakan seperti tremor (penyakit parkinson).
    Obat ini dapat meningkatkan kemampuan untuk bergerak dan dapat mengurangi gangguan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor), kekakuan, gerakan yang melambat, dan ketidakstabilan gerakan.
  • Mengatasi penyakit yang disebabkan karena tingginya hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh kelenjar ptuitary.
  • Digunakan bersama dengan diet yang tepat dan olahraga untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.
  • Mengatasi masalah menstruasi seperti wanita yang tidak mengalami menstruasi selama 3 periode (amenorea).

Bromokriptin dapat mengurangi jumlah hormon prolaktin yang diproduksi oleh tubuh. Menurunkan kadar hormon ini membantu mengobati produksi ASI yang berlebih (galaktorea) atau gangguan kesuburan. Bromokriptin dapat menurunkan kadar hormon pertumbuhan dalam tubuh dan membantu mengobati akromegali atau suatu kondisi yang menyebabkan tangan, kaki, dan wajah tumbuh berlebihan. Obat ini juga dapat menurunkan kadar gula darah dan membantu membuat tubuh lebih efektif dalam mengubah gula darah menjadi energi.

Bromokriptin 2,5 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Hiperprolaktinemia: 2,5 mg sebanyak 2 kali/hari dikonsumsi selama 2 atau 3 hari, kemudian dilanjutkan dikonsumsi hingga 14 hari.
  • Sindrom premenstruasi: 2,5-5 mg/hari dikonsumsi selama 1-5 minggu.
  • Akromegali: 5-20 mg dikonsumsi sebanyak 3 kali/hari.
  • Penyakit parkinson:
    • Pada minggu 1: 1-1,25 mg dikonsumsi ketika menjelang tidur.
    • Pada minggu 2: 2-2,5 mg dikonsumsi sebelum tidur malam.
    • Pada minggu 3: 2,5 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • Pada minggu 4: 2,5 mg sebanyak 3 kali/hari, setelah dikonsumsi 3 kali/hari, kemudian ditingkatkan sebanyak 2,5 mg setiap 3-14 hari.
Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.
  • Mengantuk atau pusing.
    Beristirahatlah hingga merasa lebih baik, jangan mengemudi kendaraan dan jangan gunakan alat atau mesin sampai Anda merasa lebih baik.
  • Sakit perut.
    Hindari makanan kaya rasa atau makanan pedas. Ingatlah untuk mengonsumsi obat ini bersama dengan makanan.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Usahakan untuk makan makanan yang seimbang dan minum banyak air setiap hari. Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti sereal, sayuran, dan buah segar.
  • Sakit kepala.
    Jika sakit kepala parah atau berlanjut, segera bicarakan dengan dokter Anda. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk kondisi Anda.
  • Hidung tersumbat.
    Jika ini menjadi masalah, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap alkaloid ergot.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi pada masa kehamilan.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan darah tinggi pasca persalinan dan pada masa nifas.
  • Pasien penderita penyakit arteri koroner.
  • Pasien penderita kelainan kardioaskular berat lainnya.
  • Pasien dengan gejala atau riiwayat gangguan kejiwaan.
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kelaianan pada katup jantung (valvulopati jantung).
  • Ibu menyusui.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Wanita hamil.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
  • Pasien yang memiliki gangguan berkurangnya aliran darah ke seluruh organ tubuh (sindrom Raynaud).
  • Pasien dengan riwayat luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderitaa gangguan ginjal atau hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien dengan riwayat kesulitan membedakan antara kenyataan dengan imajinasi (psikosis).
  • Pasien dengan gangguan keseimbangan otak yang menyebabkan gangguan gerakan (sindrom parkinsonian) yang menunjukkan penurunan kemampuan berfikir dan daya ingat (dementia) derajat ringan atau dengan riwayat serangan jantung (infark miokard).
  • Pasien yang mengalami gangguan mencerna laktosa (lactose intolerant).
  • Eritromisin dan antibiotik makrolida lainnya.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar bromokriptin dalam darah sehingga menimbulkan resiko terjadinya efek samping.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi).
    Bromokriptin dapat menyebabkan penurunan efek obat antihipertensi.
  • Fenotiazin, butirofenon, dan tioksantin.
    Obat di atas dapat menyebabkan penurunan efek pengobatan dari bromokriptin.
  • Levodopa.
    Bromokriptin dapat menyebabkan efek gangguan pada saraf jika dikonsumsi dengan levodopa.
  • Metoklopramid dan domperidon.
    Metoklopramid dan domperidon dapat menyebabkan efek penurunan prolaktin berkurang.
  • Alkaloid ergot.
    Efek merugikan yang berpotensi parah dapat terjadi dengan penggunaan bersama alkaloid ergot lain.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bromocriptine?mtype=generic
Diakses pada 10 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682079.html
Diakses pada 10 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/bromocriptine-oral-tablet#side-effects
Diakses pada 10 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5565-7/bromocriptine-oral/bromocriptine-oral/details
Diakses pada 10 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/bromocriptine-parlodel
Diakses pada 10 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email