Corsatrocin 200 sirup kering 60 ml obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri di bagian tubuh seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan difteri.
Corsatrocin 200 sirup kering 60 ml obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri di bagian tubuh seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan difteri.
Corsatrocin 200 sirup kering 60 ml obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri di bagian tubuh seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan difteri.
Corsatrocin 200 sirup kering 60 ml obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri di bagian tubuh seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan difteri.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 36.050/botol (60 ml) per November 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Corsa Industries

Corsatrocin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri di bagian tubuh seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan difteri. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Corsatrocin mengandung erythromycin sebagai zat aktifnya.

Pengobatan infeksi bakteri ringan hingga sedang pada:

  • Infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah, yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes dan Streptococcus pneumonia.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes dan Staphylococcus aureus.
  • Pengobatan infeksi usus besar (amebiasis intestinal) karena E. histolytica.
  • Pengobatan infeksi menular seksual (sifilis) yang disebabkan oleh Treponema pallidum pada pasien yang alergi terhadap penisillin.
  • Pengobatan peradangan pada bagian uretra (uretritis non gonokokus) yang disebabkan oleh Ureaplasma urealyticum, bila tetrasiklin dikontraindikasikan dan tidak ditoleransi.
  • Infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis.
  • Penyakit infeksi berbahaya yang muncul akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri (listeriosis) yang disebabkan oleh Listeria monocytogenes.
  • Bakteri penyebab penyakit menular akut (pertussis) yang disebabkan oleh Bordetella pertussis.

Tiap 5 ml: erythromycin 200 mg.

  • Base, Stearate:
    • Dewasa: 250 mg/6 jam atau 500 mg/12 jam.
    • Anak-anak: 30-50 mg/kg BB/hari dalam 3-4 dosis terbagi.
  • Ethyl Succinate:
    • Dewasa: 400 mg sebanyak 4 kali/hari atau 600-800 mg/12 jam.
    • Anak-anak: 30-50 mg/kg BB/hari 4 dosis terbagi.

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

  • Iritasi saluran pencernaan: mual, muntah, diare, epigastric destress, anoreksia.
  • Kehilangan pendengaran yang reversible pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Penderita yang mendapat dosis besar: konvulsi, halusinasi, vertigo, aritmia, kardiak.
  • Reaksi alergi seperti: urtikaria dan analfilaksis.
  • Pasien yang hipersensitif terhadap erythromycin.
  • Pasien yang menggunakan terfenadin, astemizol, atau cisapride.
  • Gangguan fungsi hati yang berat.
  • Pasien gangguan dan kerusakan fungsi hati.
  • Pasien penderita kerusakan fungsi ginjal.
  • Penggunaan jangka lama dapat mengakibatkan superinfeksi oleh organisme yang tidak peka.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Ergotamin.
  • Dihidroergotamin.
  • Teofilin.
  • Digoksin.
  • Antikoagulan.
  • Karbamazepin.

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait