Coronipin Tablet 10 mg

22 Des 2020| Ajeng Prahasta
Coronipin tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah (hipertensi),

Deskripsi obat

Coronipin tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah (hipertensi) dan mencegah terjadinya serangan jantung (infark miokard). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Coronipin tablet mengandung zat aktif nifedipin.

Coronipin Tablet 10 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaNifedipin.
Kelas terapiAntihipertensi.
Klasifikasi obatCalcium Channel Blocker (CCB).
Kemasan1 box isi 10 strip @ 6 tablet (10 mg)
ProdusenDexa Medica

Informasi zat aktif

Nifedipin adalah obat yang mencegah ion kalsium memasuki saluran otot jantung dan otot halus selama depolarisasi, menghasilkan vasodilatasi perifer dan koroner. Obat ini juga dapat mengurangi afterload, resistensi periferal dan menurunkan tekanan darah; meningkatkan aliran darah koroner dan menyebabkan refleks takikardia. Ini memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada konduksi jantung dan jarang memiliki aktivitas inotropik negatif.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, nifedipin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan hampir sepenuhnya dari saluran pencernaan. Penyerapan dapat dipengaruhi oleh makanan, tetapi hasilnya bervariasi tergantung pada sediaan yang digunakan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 65-89%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk mencapai puncak konsentrasi plasma) selama 30-60 menit.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 92-98%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin (80-95% sebagai metabolit tidak aktif) dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama kira-kira 2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Nifedipin termasuk dalam kelompok obat yang disebut penghambat saluran kalsium. Obat ini bekerja dengan melemaskan otot-otot jantung dan pembuluh darah.

  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang mengalami gangguan kekurangan aliran darah pada bagian tubuh tertentu (sindrom Raynaud's).
  • Mengatasi nyeri dada (angina pektoris).

Komposisi obat

Nifedipin 10 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Angina pektoris:

  • Dosis awal: 5 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Perawatan: 10-20 mg sebanyak 3 kali/hari. Dosis dapat disesuaikan menjadi 10-40 mg sebanyak 2 kali/hari atau 30-90 mg sebanyak 1 kali/hari.

Hipertensi:

  • Dosis awal: 5 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Perawatan: 10-20 mg sebanyak 3 kali/hari. Dosis dapat disesuaikan menjadi 10-40 mg sebanyak 2 kali/hari atau 30-90 mg sebanyak 1 kali/hari.

Sindrom Raynaud: 5-20 mg sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Beristirahat dan konsumsi banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Minta apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit untuk sakit kepala. Parasetamol aman dikonsumsi dengan nifedipin. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi nifedipin. Jika sakit kepala bertahan lebih dari satu minggu atau semakin memburuk segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing.
    Hentikan apa yang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai merasa lebih baik.
  • Jantung berdebar-debar.
    Cobalah untuk meminumnya pada saat Anda dapat duduk atau berbaring. Kurangi konsumsi alkohol, merokok, kafein, dan makan dalam jumlah berlebih karena dapat memperburuk masalah. Jika Anda masih mengalami masalah setelah satu minggu atau lebih, segera hubungi dokter Anda karena mereka mungkin perlu mengubah Anda ke jenis obat yang berbeda.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki.
    Cobalah untuk angkat kaki saat duduk.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Makan banyak makanan yang mengandung berserat tinggi seperti buah segar dan sayuran dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga secara teratur, misalnya dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Pasien yang mengalami pembengkakan pada kaki akibat penumpukan cairan pada bagian kaki (edema perifer).
  • Pasien yang mengalami percepatan denyut jantung yaitu 100 kali/menit (takikardia).
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
  • Nyeri pada mata.
  • Kelelahan.
  • Gangguan penglihatan.
  • Pasien yang mengalami pusing dan merasa berputar pada sekeliling (vertigo).
  • Sakit kepala sebelah (migrain).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan tekanan di bawah batas normal (hipotensi).
  • Pasien yang menderita gagal jantung.
  • Pasien dengan stenosis aorta yang berat.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang mengalami penyempitan pada saluran pencernaan.
  • Hindari penghentian penggunaan obat secara mendadak.
  • Pasien yang mengalami gangguan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan coronipin tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap nifedipin.
  • Pasien yang mengalami penurunan tekanan darah yang berat (hipotensi berat).
  • Pasien yang mengalami gangguan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh (syok kardiogenik).
  • Pasien yang memiliki penyumbatan (obstruksi) saluran keluar ventrikel kiri seperti tenosis aorta derajat tinggi, dan gagal jantung setelah serangan jantung akut.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Fentanil.
    Penggunaan fentanil dan nifedipin dapat meningkatkan efek penurunan tekanan darah akut.
  • Insulin.
    Penggunaan insulin dapat menyebabkan perubahan respon glukosa dan insulin.
  • Benazerpril.
    Nifedipin dan benazerpril dapat menyebabkan efek denyut jantung di atas normal (takikardi).
  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin.
    Penggunaan bersama antikoagulan kumarin dapat meningkatkan uji masa protombin.
  • Obat penurun tekanan darah, aldesleukin, dan antipsikotik.
    Penggunaan obat di atas dapat menyebabkan meningkatnya efek antihipertensi.
  • Penghambat CYP3A4 yang kuat seperti fenitoin, karbamazepin, dan rifampisin.
    Penggunaan obat di atas apat menyebabkan penurunan efektivitas dan ketersediaan hayati dari nifedipin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Jika obat dikonsumsi sebanyak 3 kali/hari:

Tinggalkan dosis yang terlewat dan minum dosis berikutnya.

  • Jika obat dikonsumsi sebanyak 2 kali sehari:

Segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat, kecuali kurang dari 4 jam dari dosis selanjutnya tinggalkan dosis yang terlewat dan konsumsi obat selanjutnya sesuai dosis.

  • Jika obat dikonsumsi sebanyak 1 kali/hari:

Jika kurang dari 12 jam sampai dosis berikutnya, tinggalkan dosis yang terlewat dan minum dosis berikutnya pada waktu yang biasa.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kulit kuning atau bagian putih mata Anda menguning, ini bisa menjadi tanda masalah hati.
  • Timbulnya nyeri dada baru atau lebih buruk, efek samping ini perlu diperiksa karena nyeri dada adalah kemungkinan gejala serangan jantung.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/nifedipine
Diakses pada 28 Juli 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/nifedipine/
Diakses pada 28 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8681-10/nifedipine-oral/nifedipine-oral/details
Diakses pada 28 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/nifedipine.html
Diakses pada 28 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email