Corlanor Tablet

22 Des 2020| Ajeng Prahasta
Corlanor tablet adalah obat untuk penyakit mengatasi gagal jantung kronis.

Deskripsi obat

Corlanor tablet adalah obat untuk mengatasi gagal jantung kronis dan gejala-gejala stable angina. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Corlanor tablet mengandung zat aktif ivabradin.

Corlanor Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaIvabradin.
Kelas terapiAntiangina.
Kemasan1 botol @ 60 tablet (5 mg; 7,5 mg)
ProdusenAmgen

Informasi zat aktif

Ivabradine atau obat golongan antiangina adalah agen penurun detak jantung yang bekerja melalui penghambatan kerja dari alat pacu di jantung dan mengatur detak jantung. Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ivabradin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi hampir sempurna dari saluran pencernaan. Makanan dapat menghambat absoprsi sekitar 1 jam dan kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 90% serta waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 1 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi sekitar 100 L dan ikatan protein plasma sekitar 70%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati dan usus.
  • Ekskresi: Sekitar 4% diekskresi melalui urin dan (waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat) adalah 2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Nyeri dada (angina pektoris) stabil kronis pada pasien penyakit pembuluh darah jantung (arteri koroner) dengan perubahan irama jantung menjadi lebih lambat atau lebih cepat (ritme sinus normal).
  • Gagal jantung kronis.

Ivabradin berada dalam kelas obat yang disebut penghambat saluran cyclic nucleotide-gated (HCN) yang bekerja dengan memperlambat detak jantung sehingga jantung dapat memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh setiap kali berdetak.

Komposisi obat

  • Corlanor tablet 5 mg: ivabradin 5 mg.
  • Corlanor tablet 7,5 mg: ivabradin 7,5 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Angina pektoris stabil kronis pada pasien penyakit pembuluh darah jantung (arteri koroner) dengan perubahan irama jantung menjadi lebih lambat atau lebih cepat (ritme sinus normal): 5 mg sebanyak 2 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 7,5 mg sebanyak 2 kali/hari setelah 3-4 minggu.
  • Gagal jantung kronis:
    • Dosis awal: 5 mg sebanyak 2 kali/hari. Setelah 2 minggu, dosis dapat ditingkatkan hingga 7,5 mg jika detak jantung istirahat mencapai lebih dari 60 detak/menit atau dosis dapat diturunkan jika detak jantung istirahat kurang dari 50 detak/menit. Jika detak jantung antara 50-60 detak/menit, pertahankan dosis 5 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 7,5 mg sebanyak 2 kali/hari.

Lansia 75 tahun ke atas: 2,5 mg sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Harus dikonsumsi bersama makanan, hindari konsumsi jus anggur secara berlebihan.

Efek samping obat

  • Gangguan pengelihatan.
    Jangan mengemudi terutama pada malam hari dan jangan menggunakan alat atau mesin.
  • Pusing.
    Jika hal ini terjadi, jangan mengemudi dan jangan menggunakan alat atau mesin. Beritahu dokter sehingga dokter Anda dapat memeriksa detak jantung Anda.
  • Sakit kepala.
    Hal ini biasa terjadi saat Anda pertama kali memulai ivabradin tetapi efek samping akan segera menghilang. Sementara itu, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai.
  • Detak jantung lambat (bradikardia).
  • Terjadi peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Pingsan (sinkop).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan penyakit pada retina yang menyebabkan hilangnya pengelihatan (retinitis pigmentosa).
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan gejala gagal jantung yang belakangan ini semakin parah.
  • Pasien dengan tekanan darah sangat rendah (hipotensi).
  • Pasien dengan kondisi jantung tertentu seperti masalah pada alat pacu jantung (sindrom sakit sinus), atau penyumbatan atrioventrikular derajat 3 pada jantung.
  • Pasien dengan detak jantung istirahat yang lambat.
  • Pasien dengan masalah hati tertentu.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Tramadol, trazodon, ondansetron, amiodaron, amitriptilin, astemizol, azitromisin, klorpromazin.
    Menggunakan ivabradin bersama dengan tramadol dapat meningkatkan risiko irama jantung tidak teratur yang mungkin serius dan berpotensi mengancam jiwa, meskipun hal tersebut adalah efek samping yang relatif jarang.
  • Atazanavirm dan klaritromisin.
    Menggabungkan obat-obatan ini dapat secara signifikan meningkatkan kadar dan efek ivabradin dalam darah yang dapat menyebabkan detak jantung melambat secara berlebihan atau gangguan konduksi lainnya.
  • Karbamazepin.
    Karbamazepine dapat secara signifikan mengurangi kadar ivabradin dalam darah yang dapat membuat obat kurang efektif dalam mengobati kondisi jantung Anda.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Detak jantung cepat atau berdebar.
  • Sesak napas, dan pusing tiba-tiba seperti akan pingsan.
  • Detak jantung yang sangat lambat.
  • Sakit kepala parah, penglihatan kabur.
  • Sesak dada atau sesak napas.

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala, segera informasikan kepada dokter Anda. Jangan menghentikan obat tanpa persetujuan dari dokter.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ivabradine?mtype=generic
Diakses pada 9 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/ivabradine-tablets-procoralan#nav-4
Diakses pada 9 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/ivabradine,corlanor.html
Diakses pada 9 September 2020

Everydayhealth. https://www.everydayhealth.com/drugs/corlanor#drug-overview
Diakses pada 9 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a615027.html
Diakses pada 9 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email