Cordarone tablet digunakan untuk membantu menjaga jantung berdetak secara normal pada orang-orang dengan gangguan irama jantung
Cordarone tablet digunakan untuk membantu menjaga jantung berdetak secara normal pada orang-orang dengan gangguan irama jantung
Cordarone tablet digunakan untuk membantu menjaga jantung berdetak secara normal pada orang-orang dengan gangguan irama jantung
Cordarone tablet digunakan untuk membantu menjaga jantung berdetak secara normal pada orang-orang dengan gangguan irama jantung
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 8.674/tablet per Maret 2019
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (200 mg)
Produsen Sanofi

Cordarone tablet 200 mg adalah obat untuk membantu menjaga jantung berdetak secara normal pada orang-orang dengan gangguan irama jantung yang mengancam jiwa. Cordarone mengandung amiodarone yang merupakan agen anti aritmia (gangguan denyut jantung tidak teratur) kelas III tetapi menunjukkan karakteristik semua kelas Vaughn-Williams yang termasuk golongan obat keras.

Digunakan untuk membantu menjaga jantung berdetak secara normal pada orang-orang dengan gangguan irama jantung yang mengancam jiwa dari ventrikel (ruang bawah jantung yang memungkinkan darah mengalir keluar dari jantung).

Amiodarone hydrochloride 200 mg

Dewasa: Awalnya, 200 mg 3x/hari untuk 1 minggu, kemudian dikurangi menjadi 200 mg untuk minggu berikutnya.

Pemeliharaan: ≤200 mg setiap hari.

Lansia: Berinisiasi pada ujung bawah dosis takaran

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, makan secara konsisten dengan makanan.

Harap ikuti dosis yang diberikan oleh dokter Anda. Perhatikan lembar panduan pengobatan dan instruksi obat.

Efek Samping : 

  1. Mual
  2. Muntah
  3. Kehilangan nafsu makan
  4. Sembelit

Amiodarone dapat menyebabkan efek samping berbahaya pada jantung, hati, paru-paru, atau penglihatan Anda. Hindari mengkonsumsi grapefruit bersamaan dengan amiodarone karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. 

Riwayat gangguan tiroid, sensitivitas yodium, gagal napas berat, gangguan sirkulasi darah, tekanan darah rendah berat, syok kardiogenik (gangguan dimana jantung tidak dapat memenuhi pasokan darah yang cukup ke seluruh tubuh), detak jantung lambat.

Tidak dianjurkan mengonsumsi obat ini saat sedang hamil karena dapat mengganggu perkembangan janin.

Tidak disarankan untuk ibu menyusui. Amiodarone membutuhkan waktu lama untuk keluar dari tubuh Anda. Bicaralah dengan dokter Anda tentang cara terbaik untuk memberi makan bayi Anda selama waktu ini.

  1. Pasien dengan hipotensi, kardiomiopati dekompensata, gagal jantung berat, porfiria akut, gangguan konduksi, hipokalemia.
  2. Hindari mengendarai kendaraan bermotor setelah mengkonsumsi obat

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/amiodarone/
Diakses pada 12 Maret 2019

Drugs. https://www.drugs.com/amiodarone.html
Diakses pada 12 Maret 2019

Artikel Terkait