Coparcetin Kaplet

15 Des 2020| Lenny Tan
Coparcetin kaplet adalah obat untuk mengatasi berbagai gejala flu

Deskripsi obat

Coparcetin kaplet adalah obat untuk meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin disertai batuk. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas.
Corpacetin kaplet mengandung zat aktif paracetamol, guaiphenesin, ephedrine hydrochloride, dan chlorpheniramine maleate. Kandungan paracetamol memiliki fungsi untuk menurunkan panas dan mengurangi rasa nyeri dan guaiphenesin merupakan obat batuk untuk mengatasi batuk berdahak. Sementara, ephedrine hydrochloride membantu meredakan hidung tersumbat dan chlorpheniramine maleate merupakan obat alergi golongan antihistamin generasi pertama yang bermanfaat untuk meredakan reaksi alergi.

Coparcetin Kaplet
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp 13.338/strip per Oktober 2019
Kandungan utamaParacetamol, guaiphenesin, ephedrine hydrochloride, dan chlorpheniramine maleate.
Kelas terapiObat batuk dan flu.
Klasifikasi obatAnalgesik non-opioid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
ProdusenSampharindo Perdana

Informasi zat aktif

Paracetamol adalah obat yang dapat menurunkan demam (antipiretik) dan meredakan nyeri (analgetik). Obat ini bekerja dengan cara mengurangi produksi bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan di otak. Bahan kimia ini disebut prostaglandin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Guaiphenesine bertindak sebagai obat batuk berdahak (ekspektoran) dengan meningkatkan kelembaban di kelenjar pernapasan, sehingga meningkatkan volume dahak dan mengurangi kekentalannya, sehingga dapat mempermudah pengeluaran (eksresi) dahak.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, guaiphenesine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran gastrointestinal. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 15 menit.
  • Distribusi: Memasuki ASI (dalam jumlah kecil).
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) Kira-kira 1 jam.

Ephedrine chloride adalah obat yang dapat mengatasi hidung tersumbat (dekongestan) dan melebarkan saluran pernapasan atau bronkus (bronkodilator). Ephedrine hcl bekerja dengan mengurangi pembengkakan dan penyempitan pembuluh darah di saluran hidung, serta memperlebar saluran udara paru-paru, sehingga dapat memudahkan pernapasan.

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan sempurna setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas ke seluruh tubuh.
  • Metabolisme: Secara perlahan dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dosis sebagian besar diekskresikan tidak berubah dalam urine; kecepatan ekskresi tergantung pada pH urine.

Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin. Antihistamin membantu mengurangi gejala alergi dengan menghambat histamin, yaitu zat yang menimbulkan reaksi alergi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan di perut menunda penyerapan tetapi tidak mempengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa saluran pencernaan dan hati (efek lintasan pertama).
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak. Obat dan metabolit diekskresikan dalam urine.

Indikasi (manfaat) obat

Membantu meringankan gejala flu yang ditandai dengan:

Paracetamol bekerja dengan menghambat pembentukan senyawa prostaglandin di sistem saraf pusat, sehingga akan memberikan efek mereedakan nyeri (analgesik) dengan meningkatkan ambang nyeri. Selain itu, obat ini juga memberikan efek menurunkan demam (antipiretik) melalui tindakan langsung pada pusat pengatur panas hipotalamus, sehingga menyebabkan peningkatan pembuangan panas melalui keringat dan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi).
Guaiphenesin mampu meningkatkan cairan saluran pernapasan dengan mengurangi kelengketan dan kekentalan dahak (viskositas sekresi) agar mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan. Chlorpheniramine maleate mampu meredakan reaksi alergi dengan cara menekan zat histamin.
Ephedrine hydrochloride akan meminimalisir penyempitan pembuluh darah di hidung, sehingga mampu meredakan hidung tersumbat.

Komposisi obat

  • Paracetamol 500 mg.
  • Guaiphenesin 100 mg.
  • Ephedrine hydrochloride 8 mg.
  • Chlorphenamine maleate 2 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 1 kaplet sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak berusia 6-12 tahun: ½ kaplet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mual atau muntah.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Jika mengalami buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, hubungi dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Jika sakit kepala terjadi selama satu minggu lebih, mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada apoteker.
  • Mengantuk.
    Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Mulut kering.
  • Cobalah untuk mengonsumsi permen atau permen karet bebas gula.
  • Penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan risiko terjadinya perdarahan pada lambung.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Sakit kepala yang membuat penderita mengalami sensasi seperti berputar (vertigo).
  • Gangguan gerakan yang disebabkan karena keadaan jiwa.
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Kesulitan buang air kecil (retensi urine).

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Hindari mengemudi kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien dengan pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien dengan kondisi kelebihan hormon tiroid dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Pasien lanjut usia.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Coparcetin kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita fungsi hati berat.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gangguan jantung.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat yang menghambat pembekuan darah (antikoagulan).
    Penggunaan obat ini bersama antikoagulan dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Obat yang mengandung alkohol.
    Penggunaan bersama obat yang mengandung alkohol dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.
  • Obat yang menekan susunan saraf pusat.
    Penggunaan obat ini bersama obat penekan susunan saraf pusat dapat meningkatkan efek mengantuk (sedasi).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Hentikan penggunaan jika demam tidak menurun setelah mengonsumsinya selama 3 hari atau nyeri tidak hilang setelah 5 hari.
  • Timbulnya ruam pada kulit, kemerahan atau pembengkakan, serta sakit kepala berkelanjutan.
  • Gejala semakin memburuk atau timbulnya gejala baru.

Sesuai kemasan per November 2019

Drugs. https://www.drugs.com/ephedrine.html
Diakses pada 27 November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/guaifenesin?mtype=generic
Diakses pada 27 November 2020

GLOWM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/c049.html
Diakses pada 27 November 2020

GLOWM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/e010.html
Diakses pada 27 November 2020

GLOWM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/g020.html
Diakses pada 27 November 2020

GLOWM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/a004.html
Diakses pada 27 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengupas Khasiat Kencur untuk Batuk, Manjur atau Mitos Belaka?

Salah satu obat alami yang populer untuk mengatasi batuk adalah kencur. Tanaman ini dianggap memiliki banyak kandungan nutrisi yang mampu mengobati batuk. Sebenarnya seberapa efektif kencur untuk batuk?
02 Apr 2020|Nurul Rafiqua
Baca selengkapnya
Mengupas Khasiat Kencur untuk Batuk, Manjur atau Mitos Belaka?

11 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat yang Bikin Napas Jadi "Plong" Kembali

Hidung yang tersumbat terkadang bisa membuat napas jadi susah. Kondisi ini sangat menjengkelkan, apalagi di tengah kesibukan. Maka dari itu, kenali cara mengatasi hidung tersumbat ini.
22 Jan 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
11 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat yang Bikin Napas Jadi "Plong" Kembali

Bahaya Bronkitis Ini Harus Diwaspadai, Termasuk Risiko Pneumonia

Bahaya bronkitis termasuk risiko infeksi pernapasan lanjutan, pneumonia, hingga penyakit jantung. Bronkitis akut juga bisa berbahaya karena dapat menular dengan mudah.
13 Oct 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Bahaya Bronkitis Ini Harus Diwaspadai, Termasuk Risiko Pneumonia