Contrexyn Tablet 80 mg

15 Okt 2020
Golongan
Obat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 25 strip @ 4 tablet (80 mg)
Produsen
Supra Ferbindo Farma
Contrexyn tablet adalah obat untuk menurunkan demam pada anak, meringankan nyeri dan demam pasca imunisasi. Obat ini merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Contrexyn tablet mengandung zat aktif asam asetil salisilat (aspirin).
  • Menurunkan panas atau demam, meringankan rasa nyeri dan demam pasca imunisasi.

Aspirin adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini bekerja dengan cara yang sama untuk mengurangi jumlah prostaglandin yang diproduksi tubuh Anda. Prostaglandin adalah zat alami yang dibuat oleh sebagian besar sel di tubuh. Sel melepaskan prostaglandin saat terluka. Prostaglandin berkontribusi pada peradangan tubuh Anda, yang menyebabkan berbagai efek, termasuk pembengkakan, demam, dan peningkatan kepekaan terhadap rasa sakit. Dengan memblokir produksi prostaglandin tubuh, NSAID seperti aspirin dapat membantu mencegah dan meredakan gejala cedera ini.

Asam asetil salisilat (aspirin) 80 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Anak-anak:

  • 2-3 tahun: 1-2 tablet kunyah sebanyak 3-4 kali/hari.
  • 3-5 tahun: 2-3 tablet kunyah sebanyak 3-4 kali/hari.
Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.
  • Merasa mual dan gangguan pencernaan.
    Tetaplah pada makanan sederhana dan minumlah aspirin setelah makan. Jika ini terus berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda untuk nasihat lebih lanjut.
  • Peningkatan risiko pendarahan (seperti mimisan).
    Jika Anda melihat adanya pendarahan yang tidak dapat dijelaskan, bicarakan dengan dokter untuk meminta nasihat.Pengencangan otot-otot pada lapisan saluran udara atau bronkus (bronkospasme).
  • Asma.
  • Sesak napas.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Anemia.
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Iritasi pada lambung.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Pusing.
  • Peradangan pada mukosa hidung (rhinitis).
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Perdarahan.
  • Gangguan saluran pencernaan ringan.
  • Sensitif terhadap salisilat.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap asam asetil salisilat.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita gangguan pembekuan darah yang disebabkan karena kekurangan faktor VII dan IX (hemofilia).
  • Pasien penderita asam urat.
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati yang berat.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Pasien penderita anemia.
  • Pasien yang mengalami gangguan perdarahan.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus 12 jari.
  • Warfarin, obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), dan obat pengencer darah.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Antidepresan SSRI, seperti sitalopram, fluoksetin, paroksetin, venlafaksin, dan sentralin.
    Penggunaan bersama dengan aspirin dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Obat antiinflamasi seperti natrium diklofenak, ibuprofen, indometasin, dan naproksen.
    Dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan jika dikonsumsi dengan aspirin.
  • Metotreksat.
    Aspirin dapat menyebabkanpeningkatan kadar metotreksat dan dapat meningkatkan potensi efek samping.

Sesuai kemasan per September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/aspirin?mtype=generic
Diakses pada 21 September 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/161255#interactions
Diakses pada 21 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/aspirin.html
Diakses pada 21 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/aspirin
Diakses pada 21 September 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/aspirin-for-pain-relief/
Diakses pada 21 September 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00945
Diakses pada 21 September 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/low-dose-aspirin/#:~:text=If%20you%20forget%20to%20take,an%20alarm%20to%20remind%20you
Diakses pada 21 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

8 Penyebab Seseorang Menggigil Tanpa Demam

Tubuh menggigil umumnya terjadi karena temperatur dingin atau demam. Namun, ada kalanya seseorang menggigil tanpa demam karena rasa cemas, kadar gula rendah, atau aktivitas fisik yang terlalu intens. Selain itu, menggigil tanpa demam juga bisa mengindikasikan penyakit tertentu.
06 Sep 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
8 Penyebab Seseorang Menggigil Tanpa Demam

Sakit dan Lesu Tanpa Pemicu Jelas, Mungkin Gejala Gangguan Somatoform

Gangguan somatoform umumnya ditandai dengan rasa nyeri atau lemas tanpa penyebab fisik yang jelas. Kondisi ini bisa disembuhkan melalui terapi perilaku kognitif dan validasi emosinya.
29 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Sakit dan Lesu Tanpa Pemicu Jelas, Mungkin Gejala Gangguan Somatoform

Mengenal Apa Itu Vaksin DBD dan Cara Kerjanya

Vaksin DBD yang pertama kali dipatenkan merupakan vaksin CYD-TDV dengan merek dagang Dengvaxia. Vaksin ini dibuat untuk mencegah penyebaran penyakit DBD.
13 Mar 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal Apa Itu Vaksin DBD dan Cara Kerjanya