Comtusi Forte Kapsul

22 Des 2020| Aby Rachman
Comtusi Forte kapsul adalah obat untuk mengatasi batuk berdahak yang disertai dengan alergi.

Deskripsi obat

Comtusi Forte kapsul adalah obat untuk mengatasi batuk berdahak yang disertai dengan alergi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Comtusi Forte kapsul mengandung zat aktif oksomemazin dan guaifenesin.
Oksomemazin merupakan obat yang bekerja dengan menghambat reseptor H1 histaminergik yang mampu mengurangi gejala akibat reaksi alergi termasuk batuk, serta guaifenesin yang mampu mengatasi batuk akibat flu, bronkitis dan gangguan saluran pernapasan lainnya, obat ini mampu bekerja dengan mengencerkan dahak atau lendir pada saluran pernapasan sehingga akan memudahkan pengeluaran dahak, serta napas menjadi lancar.

Comtusi Forte Kapsul
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 kapsul
ProdusenCombiphar

Indikasi (manfaat) obat

Meringankan batuk berdahak yang disertai adanya alergi.

Komposisi obat

  • Oksomemazin 3,34 mg.
  • Guaifenesin 66,6 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 2 kapsul sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Mengantuk.
  • Kekeringan pada membran mukosa.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita lanjut usia yang rentan mengalami pusing atau bahkan pingsan saat berdiri tiba-tiba dari tiduran atau duduk (hipotensi ortostatik).
  • Pasien yang mengalami vertigo.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (konstipasi kronik).
  • Pasien yang mengalami pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien penderita gangguan kardiovaskular.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati atau ginjal.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Pasien dengan risiko kesulitan mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata yang terlalu tinggi (glaukoma sudut tertutup).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Alkohol.
  • Sulpiride.

Sesuai kemasan per Juli 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/oksomemazin
Diakses pada 6 Juli 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB13820
Diakses pada 6 Juli 2020

Pubchem. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Oxomemazine
Diakses pada 6 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/guaifenesin.html
Diakses pada 6 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-160881/cough-formula-guaifenesin-oral/details
Diakses pada 6 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email