Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 300.000/box per Maret 2020
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
Produsen Berlico Mulia Farma

Comedrol kaplet digunakan untuk mengobati rematik, asma bronkhial, alergi dan peradangan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Comedrol mengandung zat aktif methylprednisolone.

Mengobati radang otot dan sendi (rematik) dan penyakit rematoid, asma yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran udara (bronkus), alergi dan peradangan (inflamasi).

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 4 - 48 mg/hari sebagai dosis tunggal atau dosis bagi tergantung jenis dan berat ringannya penyakit.
  • Penyakit autoimun yang menyerang saraf pada mata, otak dan tulang belakang (multiple sclerosis): 160 mg/hari selama 1 minggu dilanjutkan 64 mg/hari selama 1 bulan.

Dikonsumsi bersama makanan dan sesuai petunjuk dokter.

  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Luka pada lambung dan usus dua belas jari (ulkus peptikum dengan perforasi dan hemologi).
  • Penumpukan gas atau cairan di dalam perut (distensi abdomen).
  • Efek anti radang dan imunosupresif.
  • Pasien alergi terhadap komponen obat.
  • Penyakit virus akut dan infeksi jamur sistemik.
  • Penderita luka pada usus 12 jari dan lambung.
  • Pengeroposan tulang berat (osteoporosis berat).
  • Imunisasi.
  • Bayi prematur.

Hindari penghentian pemakaian secara mendadak.

  • Barbiturat.
  • Karbamazepin.
  • Fenitoin.
  • Primadon.
  • Rifampisin.
  • Kontrasepsi oral.
  • Ritonafir.
  • Furosemid.
  • Golongan tiazid.
  • Amfoterisin B.
  • Bronkodilator.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/comedrol/comedrol?type=brief&lang=id
Diakses pada 23 Maret 2020

Berlico Mulia Farma. http://berlico.co.id/product/comedrol-16
Diakses pada 23 Maret 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait