Colfin sirup 60 ml untuk meringankan gejala-gejala flu seoerti, demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk.
Colfin sirup 60 ml untuk meringankan gejala-gejala flu seoerti, demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk.
Colfin sirup 60 ml untuk meringankan gejala-gejala flu seoerti, demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk.
Colfin sirup 60 ml untuk meringankan gejala-gejala flu seoerti, demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 13.031/botol (60 ml) per Oktober 2019.
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Nufarindo

Colfin adalah obat yang digunakan untuk membantu melegakan hidung tersumbat akibat flu, dan untuk mengatasi sakit kepala dan mengurangi demam. Obat ini merupakan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif paracetamol, dextromethorphan HBr, phenylephrine HCl, dan chlorphenamine maleate.

Meringankan gejala-gejala flu seperti, demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk.

Tiap 5 ml:

  • Paracetamol 120 mg
  • Dextromethorphan HBr 5 mg
  • Phenylephrine HCl 2,5 mg
  • Chlorphenamine maleate 2 mg

Dewasa: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari
Anak-anak 6-12 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3 kali/hari

Dikonsumsi sebelum atau setelah makan.

  • Penderita dengan gangguan jantung.
  • Penderita penyakit kencin manis (diabetes mellitus).
  • Penderita hipersensitif terhadap komponen obat ini.
  • Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.
  • Pasien gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Pasien glaukoma.
  • Pasien hipertrofi prostat.
  • Pasien hipertiroid.
  • Pasien dengan gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (reretensi urin).
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita debil dan kekurangan oksigen (hipoksia).
  • Pasien dengan gangguan fungsi pernafasan.

Antidepresan tipe penghambat MAO.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait