no-image-drug
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (0,5 mg)
Produsen Immortal Pharmaceutical Lab
Colcitine tablet adalah obat yang digunakan mencegah serangan asam urat akut dan mencegah gejala Familial Mediterranean Fever (FMF) yaitu penyakit geneitk ditandai peradangan yang menyebabkan demam, sakit perut, dan nyeri sendi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Colcitine tablet mengandung zat aktif kolkisin.
  • Mengatasi gejal asam urat.
  • Mengatasi penyakit geneitk ditandai peradangan yang menyebabkan demam, sakit perut, dan nyeri sendi yang disebut Familial Mediterranean Fever (FMF).


Kolkisin bekerja mengurangi peradangan dengan cara menghalangi polimerisasi β-tubulin ke dalam mikrotubulus, dan mencegah aktivasi, degranulasi, dan migrasi sel darah putih (neutrofil) ke daerah yang meradang.

Kolkisin 0,5 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Asam urat akut:

  • Dewasa:
    • Dosis pengobatan: 1 mg diikuti dengan 0,5 mg setelah 1 jam diberikan dalam waktu 12 jam dari waktu terjadinya gejala. Pengobatan dapat dilanjutkan setelah 12 jam, jika perlu dengan dosis maksimal 0,5 mg tiap 8 jam. Terapi dihentikan jika gejala sudah tidak ada atau telah mengonsumsi 6 mg dosis. Terapi dapat diulagi kembali setelah 3 hari.
    • Dosis pemeliharaan: 0,5 mg sebanyak 2 kali/hari.


Familial Mediterranean Fever (FMF) :

  • Dewasa: 1,2-2,4 mg/hari diberikan dalam dosis tunggal atau dua dosis terbagi, dosis dapat ditingkatkan atau diturunkan sesuai kebutuhan sebanyak 0,3 mg/hari.
  • Anak-anak:
    • 4-6 tahun: 0,3-2,8 mg/hari.
    • 6-12 tahun: 0,9-1,8 mg/hari.
    • Di atas 12 tahun: sama seperti dosis dewasa.
      Semua dosis diberikan dalam dosis tunggal atau dalam dua dosis terbagi.
Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Ruam pada kulit yang disebabkan karena adanya reaksi alergi (eritema multiformis).
  • Mual.
  • Demam.
  • Dapat terjadi pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Muntah.
  • Diare.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Mulut atau tenggorokan kering.
  • Sesak napas.
  • Nyeri pada perut.
  • Sensasi panas dan sensasi seperti rasa terbakar pada dada (heartburn).
  • Mulut terasa asam, pahit, atau asin seperti tersentuh logam (dysgeusia).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien dengan penyakit kardiovaskular.
  • Pasien penderita gangguan saluran pencernaan.
  • Pasien penderita luka atau ulkus kornea.
  • Pasien penderita kelainan jumlah darah.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati ringan sampai sedang.
  • Lansia.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
    • Obat golongan statin, fibrat, digoksin, siklosporin.
      Pengggunaan bersama kolkisin meningkatkan risiko Lemah otot (miopati) dan kerusakan otot rangka (rabdomiolisis).
    • Simetidin dan tolbutamid.
      Pengggunaan bersama kolkisin meningkatkan konsentrasi plasma simetidin dan tolbutamid.
    • Vitamin B12.
      Pengggunaan bersama kolkisin menyebabkan gangguan penyerapan (malabsorbsi) vitamin B12.
    • Fenilbutazon.
      Pengggunaan bersama kolkisin meningkatkan risiko penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia), penurunan trombosit di bawah nilai normal (trombositopenia), atau gangguan sumsum tulang.
    • Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
      Pengggunaan bersama kolkisin meningkatkan risiko ulkus lambung atau hemoragia.
MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/colchicineDiakses pada 28 Juli 2020Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8640-20/colchicine-oral/colchicine-oral/detailsDiakses pada 28 Juli 2020Rxlist. https://www.rxlist.com/colchicine-drug.htm#indicationsDiakses pada 28 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait