Cohistan Ekspektoran 60 ml

14 Okt 2019| Arif Putra
Ditinjau oleh Dea Febriyani
Cohistan ekspektoran adalah obat yang digunakan untuk meringankan batuk berdahak.

Deskripsi obat

Cohistan ekspektoran adalah obat yang digunakan untuk meringankan batuk berdahak. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Cohistan ekspektoran mengandung zat guaifenesin dan klorfeniramin maleat.
Cohistan Ekspektoran 60 ml
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp 20.144/botol per Oktober 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaGuaifenesin dan klorfeniramin maleat.
Kelas terapiGuaifenesin dan klorfeniramin maleat.
Klasifikasi obatEkspektoran dan antihistamin. Alfa dan beta Adrenergik Agonis. Agonis histamin perifer H1-reseptor
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenDarya-Varia Laboratoria

Informasi zat aktif

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan cohistan ekspektoran pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Indikasi (manfaat) obat

Meringankan gejala flu seperti:

  • Mengeluarkan dahak.
  • Meredakan baruk kronis dan batuk karena alergi.

Guaifenesin bekerja meningkatkan cairan saluran pernapasan dengan mengurangi kelengketan dan tegangan permukaan, mengurangi kekentalan dahak (viskositas sekresi) dan dengan demikian dahak akan mudah dikeluarkan.
Klorfeniramin maleat termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin yang membantu mengurangi gejala alergi dengan mencegah efek zat yang disebut histamin. Histamin diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap zat asing yang membuat tubuh alergi.

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

  • Guaifenesin 50 mg
  • Klorfeniramin maleat 1 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 3 sendok takar (15 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

Anak-anak: 

    • 2-6 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 7-12 tahun: 1 ½ sendok takar (7,5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Jika sakit kepala terjadi selama satu minggu lebih mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada apoteker.
  • Mengantuk.
    Ketika Anda mengantuk Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Mual atau muntah.
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Jika mengalami buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau menyengat, hubungi dokter Anda.
  • Mulut kering.
    Cobalah untuk mengonsumsi permen bebas gula atau permen karet bebas gula.
  • Sakit kepala yang membuat penderita mengalami sensasi seperti berputar (vertigo).
  • Mengantuk.
  • Pandangan kabur.

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan jika Anda mengalami reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, nyeri sendi, pucat, serta gejala infeksi lainnya.
  • Pasien yang berpotensi mengalami stroke atau hipertensi, seperti pasien dengan kelebian berat badan (obesitas) dan pasien usia lanjut.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal, hati, peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Penderita yang mengalami pembesaran atau pembengkakan pada kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien penderita penyakit asma.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang hipersensitif terhadap komponen obat ini.
  • Penyakit infeksi saluran nafas bawah.
  • Bayi baru lahir atau bayi prematur.
  • Ibu menyusui. 

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI).
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Antikoagulan warfarin.
    Penggunaan bersama warfarin dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Fenobarbital, karbamazepin, dan fenitoin.
    Penggunaan bersama dengan obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan potensi kerusakan pada hati.
  • Difenhidramin.
    Menggunakan klorpeniramin bersama dengan difenhidramin dapat meningkatkan efek samping seperti kantuk, penglihatan kabur, mulut kering, intoleransi panas, kemerahan, penurunan keringat, kesulitan buang air kecil, kram perut, sembelit, detak jantung tidak teratur, kebingungan, dan masalah memori.
  • Duloksetin.
    Duloksetin dapat meningkatkan kadar dan efek klorfeniramin dalam darah. Anda mungkin memerlukan penyesuaian dosis atau pemantauan lebih sering oleh dokter Anda untuk menggunakan kedua obat dengan aman.
  • Dekstrometorfan.
    Menggunakan klorfeniramin bersama dengan dekstrometorfan dapat meningkatkan efek samping seperti pusing, kantuk, kebingungan, dan kesulitan berkonsentrasi. Beberapa orang, terutama lansia, mungkin juga mengalami gangguan dalam berpikir, menilai, dan koordinasi motorik.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

Klorfeniramin maleat termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin. Antihistamin membantu mengurangi gejala alergi dengan mencegah efek zat yang disebut histamin. Histamin diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap zat asing yang membuat tubuh alergi. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, klorfeniramin maleat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran GI. Makanan di perut menunda penyerapan tetapi tidak mempengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa GI dan hati (efek lintasan pertama).
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak; obat dan metabolit diekskresikan dalam urin.

Guaifenesin bertindak sebagai ekspektoran dengan meningkatkan hidrasi efektif kelenjar pernapasan sehingga meningkatkan volume dan mengurangi viskositas sekresi bronkus yang kuat, sehingga memfasilitasi pembuangannya dengan proses pembersihan alami.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, guaifenesin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran gastrointestinal. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) Kira-kira 15 menit.
  • Distribusi: Memasuki ASI (dalam jumlah kecil).
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) Kira-kira 1 jam.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sesuai kemasan per Oktober 2019 MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cohistan%20expectorant
Diakses pada 22 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/guaifenesin?mtype=generic
Diakses pada 22 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3350-118/guaifenesin-oral/guaifenesin-oral/details
Diakses pada 22 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4156/chlorpheniramine-oral/details
Diakses pada 22 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/chlorpheniramine.html
Diakses pada 22 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Tenggorokan Berdahak dan Gatal, Apa Saja Pemicunya?

Ada kalanya seseorang merasa tenggorokannya menghasilkan lendir lebih banyak dari biasa. Sebenarnya, produksi lendir ini melindungi sistem pernapasan dengan menyaring kotoran. Tenggorokan berdahak berlebih bisa terjadi karena alergi, asma, naiknya asam lambung, atau infeksi.
20 Sep 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Tenggorokan Berdahak dan Gatal, Apa Saja Pemicunya?

Kerap Berkaitan dengan Cystic Fibrosis, Bronkiektasis Adalah Kerusakan pada Bronkus

Bronkiektasis adalah kondisi ketika bronkus mengalami kerusakan, pelebaran, dan juga penebalan. Konsekuensinya, saluran pernapasan tak bisa mencegah penumpukan bakteri dan lendir di paru-paru. Orang yang mengalami bronkiektasis akan kerap mengalami infeksi dan penyumbatan saluran pernapasan
13 Jul 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Kerap Berkaitan dengan Cystic Fibrosis, Bronkiektasis Adalah Kerusakan pada Bronkus

Jangan Sembarangan, Ini Teknik Batuk Efektif dan Etika Batuk yang Benar

Teknik batuk efektif adalah cara batuk yang paling tepat untuk mengeluarkan dahak yang menumpuk di paru-paru dan tenggorokan. Dengan begitu, gangguan pernapasan bisa lebih cepat reda. Saat batuk, Anda juga perlu mempraktikkan etika batuk agar tidak menularkan penyakit ke orang lain.
14 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Jangan Sembarangan, Ini Teknik Batuk Efektif dan Etika Batuk yang Benar