Coditam tablet digunakan untuk meringankan nyeri yang hebat.
Golongan obat Narkotika Obat narkotika: Harus dengan resep dokter. Penyalahgunaan merupakan kejahatan kriminal.
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 5 tablet
Produsen Kimia Farma

Coditam tablet digunakan untuk meringankan nyeri yang hebat. Obat ini termasuk dalam golongan narkotika yang harus menggunakan resep dokter. Coditam tablet mengandung zat aktif kodein dan parasetamol.

Meringankan nyeri hebat.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis lazim: 1 tablet/4 jam atau saat merasakan nyeri hebat.
  • Dosis maksimal harian: 240 mg kodein fosfat.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Pusing.
  • Nyeri dada.
  • Demam.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Sakit tenggorokan.
  • Kelelahan.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Gangguan penglihatan.
  • Depresi mental.
  • Kehilangan kesadaran (sedasi).
  • Koma euforia.
  • Gelisah (disforia).
  • Lemah.
  • Kemarahan dan kegelisahan tanpa sebab (agitasi).
  • Gugup.
  • Penrunan kesadaran (delirium).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Mual.
  • Muntah.
  • Penurunan tekanan darah di bawah normal (hipotensi).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal, kulit merah, pembengkakan pada wajah, mulut, bibir atau tenggorokan.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita asma bronkial akut.
  • Pasien yang mengalami cedera kepala.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan intraokular mata.
  • Pasien yang menjalami operasi saluran empedu.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak 12 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita depresi pernafasan.
  • Pasien penderita penyumbatan (obstruksi) saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien penderita serangan jantung (infark miokard).
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien yang mengalami pembesaran pada kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien penderita infeksi.
  • Pasien yang memiliki gangguan pada usus.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
  • Pasien yang mengalami syok.
  • Dapat mengganggu kemampuan untuk berkendara atau menjalankan mesin.
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan.
  • Pasien dengan riwayat kelainan genetik akibat proses pembentukan heme yang tidak sempurna (porfiria).
  • Pasien penderita gangguan saluran empedu.
  • Pasien dengan riwayat gangguan kejang.
  • Hindari penghentian terapi secara tiba-tiba, hentikan terapi secara bertahap dengan pengurangan dosis.
  • Obat untuk mengatasi depresi (antidepresan).
  • Anastetik.
  • Transquiliser.
  • Sedatif.
  • Hipnotik.
  • Alkohol.
  • Fenotiazin.
  • Dektroamfetamin.
  • Obat penghambat monoamin oksidase.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/coditam?type=brief&lang=id
Diakses pada 15 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/tylenol-with-codeine-codeine-acetaminophen-999434#5
Diakses pada 15 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/acetaminophen-and-codeine-tablets.html
Diakses pada 15 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait