Codipront Sirup 60 ml

Codipront Sirup adalah obat untuk meredakan gejala batuk kering yang disebabkan alergi

Deskripsi obat

Codipront kapsul digunakan untuk meredakan gejala batuk kering yang disebabkan alergi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Codipront mengandung zat aktif codeine dan phenyltoloxamine.
Codeine dapat digunakan untuk meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti nyeri setelah operasi atau cedera. Selain itu, codeine juga dapat digunakan untuk mengatasi batuk kering. Biasanya codeine digunakan bersama obat lain untuk mengatasi batuk.
Phenyltoloxamine dalam obat ini memiliki aktivitas sebagai antihistamin atau obat yang dapat mengatasi alergi. Obat ini mampu mengurangi efek histamin, yaitu senyawa kimiawi alami dalam tubuh yang dapat menimbulkan gejala alergi, seperti bersin, gatal, mata berair, dan pilek.

Codipront Sirup 60 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 23.425/botol per Maret 2020
Kandungan utamaCodein dan phenyltoloxamine.
Kelas terapiAntitusif dan antihistamin.
Klasifikasi obatAntitusif.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenKimia Farma

Informasi zat aktif

Codeine termasuk dalam kelas obat analgesik opiat (narkotik) dan antitusif. Obat ini bekerja dengan mengubah cara otak dan sistem saraf merespons rasa sakit. Saat codeine digunakan untuk mengurangi batuk, ia bekerja dengan mengurangi aktivitas di bagian otak yang menyebabkan batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, codeine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran cerna. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 53%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 1-1,5 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi sekitar 3-6 L/kg. Ikatan protein plasma sekitar 7-25%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (kira-kira 90%, 10% sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 3-4 jam

Indikasi (manfaat) obat

  • Membantu meredakan batuk kering yang disebabkan alergi atau infeksi.

Kandungan codeine pada Codipront sirup ini akan mengurangi batuk dengan cara mengurangi aktivitas pada pusat batuk. Sementara, phenyltoloxamine memiliki efek meredakan gejala alergi, seperti gatal tenggorokan.

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

  • Codeine anhydrate 11,11 mg.
  • Phenyltoloxamine 3,67 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak berusia 14 tahun ke atas: 3 sendok takar 5 ml (15 ml) sebanyak 2 kali/hari.

Anak-anak:

  • 2-4 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 2 kali/hari.
  • 4-6 tahun: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 2 kali/hari.
  • 6-14 tahun: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi pada pagi dan sore hari.

Efek samping obat

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis karena minuman mengandung gula dapat membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Peningkatan tekanan bola mata (glaukoma sudut tertutup).
  • Rasa gatal seluruh atau sebagian badan (pruritus).
  • Reaksi kulit seperti kemerah-merahan walau sangat jarang terjadi.
  • Perubahan jumlah sel darah merah (sangat jarang).
  • Gangguan buang air kecil.
  • Pada penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan pingsan dan penurunan tekanan darah, serta pembengkakan (edema) paru-paru pada pasien penderita kerusakan fungsi paru-paru.
  • Terjadi ketergantungan setelah penggunaan dosis tinggi. Pada penderita yang sensitif dapat menyebabkan gangguan koordinasi antara mata dan tangan (visio-motorik), serta penglihatan.
  • Menyebabkan depresi pernapasan dan perasaan gembira yang berlebihan (euphoria).
  • Sesak napas (dispnea).
  • Mulut kering.
  • Gangguan tidur.
  • Telinga berdengung.
  • Kenaikan berat badan.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 25°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita depresi berat sistem saraf pusat.
  • Pasien penderita kerusakan kelenjar adrenal, sehingga tidak dapat memproduksi hormon yang cukup (penyakit Addison).
  • Pasien yang mengalami kejang.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pasien penderita demam.
  • Pasien penderita kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme).
  • Pasien penderita jumlah cairan dan darah yang terlalu rendah (hipovalemia).
  • Dapat menyebabkan atau memperburuk sembelit (konstipasi).
  • Pasien penderita peradangan usus besar (kolitis ulseratif).
  • Pasien penderita pembesaran prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien yang baru mengalami bedah saluran pencernaan atau saluran kemih.
  • Pasien penderita depresi pernapasan.
  • Pasien penderita penyalahgunaan (alkoholisme) akut.
  • Pasien penderita pulmonal akut.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Codipront sirup pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Penggunaan pada anak-anak 2 tahun ke bawah dapat menyebabkan terjadinya depresi pernapasan.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien yang alergi terhadap bahan yang terkandung dalam obat ini.
  • Pasien penderita asma akut.
  • Pasien yang sedang koma.
  • Peningkatan tekanan bola mata secara mendadak (glaukoma sudut sempit).
  • Pasien penderita gangguan saluran pencernaan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Topiramate.
    Topiramate dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan penurunan keringat. Efek ini dapat diperburuk jika dikombinasikan dengan obat-obatan, seperti phenyltoloxamine.
  • Propoxyphene.
    Menggunakan propoxyphene bersama phenyltoloxamine dapat meningkatkan efek samping, seperti pusing, mengantuk, kebingungan, dan kesulitan berkonsentrasi. Beberapa orang, terutama lansia, mungkin juga mengalami gangguan dalam berpikir, menilai, dan koordinasi motorik.
  • Obat penekan sistem saraf pusat, seperti psikofarmaka, barbiturate, analgesik, dan antialergi atau antihistamin.
    Penggunaan bersama akan menimbulkan potensi mengantuk (sedasi) dan menyebabkan paru-paru tidak dapat menukarkan oksigen dan karbondioksida (mendepresi pernapasan).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda, jika batuk tetap berlangsung lebih dari 1 minggu atau disertai demam, ruam, atau sakit kepala.

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682065.html
Diakses pada 23 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/codipront
Diakses pada 23 Desember 2020

Brosur codipront. http://pionas.pom.go.id/sites/default/files/obat_baru/Codipront%20Kapsul%2030%20mg%20%2B%2010%20mg_Kodein%20%2B%20Feniltoloksamin_DNL7412415503A1_2017.pdf.
Diakses pada 23 Desember 2020

Mott Children's Hospital. https://www.mottchildren.org/health-library/d03297a1
Diakses pada 23 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/codeine?mtype=generic
Diakses pada 23 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email