Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Codeine (Alias: Kodeina)

Ditulis oleh Olivia
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Codeine adalah obat untuk meredakan nyeri dari ringan hingga sedang pada diare akut dan gejala batuk
Codeine digunakan untuk meredakan nyeri dari ringan hingga sedang pada diare akut dan gejala batuk.

Merk dagang yang beredar:

Codikaf, Codipront, Coditam.

Codeine merupakan obat yang digunakan untuk meredakan nyeri dari ringan hingga sedang. Obat ini dapat mengobati masalah diare akut dan gejala batuk. Obat ini termasuk golongan obat analgesic opioid. Ini bekerja pada sistem saraf pusat untuk meredakan rasa sakit.

Codeine (Kodeina)
Golongan

Analgesik opioid

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Ringan hingga nyeri sedang

  • Dewasa: 15-60 mg 4 jam. Maks: 360 mg/hari
  • Anak: umur kurang dari 12 thn 0,5-1 mg/kg setiap 4-6 jam setiap hari. Maks: 240 mg setiap hari

Diare akut

  • Dewasa: 15-60 mg 3-4 kali sehari

Batuk

  • Dewasa: 15-30 mg 3-4 kali sehari
  • Anak: umur 2-5 thn 3 mg; 6-12 thn 7,5-15 mg. Dosis yang harus diminum 3-4 kali sehari.

Suntik
Nyeri Ringan hingga sedang

  • Dewasa: IV / IM / SC: 30-60 mg 4 jam. Maks: 240 mg/hari.

Aturan pakai Codeine dengan benar

Ikuti anjuran dari dokter dan baca petunjuk di kemasan obat codeine. Obat ini dapat dikonsumsi dengan makan atau tanpa makan. Dosis disesuaikan dengan kondisi medis. Jangan menambahkan dosis atau menggunakan obat lebih sering dari anjuran dokter. Sebab, hal itu dapat meningkatkan risiko efek samping.

Jangan mengonsumsi obat ini lebih lama dari anjuran dokter karena dapat menimbulkan kecanduan. Hindari minuman beralkohol jika sudah mengonsumsi obat ini.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat codeine dapat menyebabkan efek samping berupa mual, muntah, pusing, mengantuk, berkeringat Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan tindakan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping berikut ini yang jarang terjadi, tapi sifatnya serius.

  • Perubahan mood
  • Sakit perut
  • Kesulitan buang air kecil
  • Detak jantung lambat
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika mengalami efek lain, tanyakan kepada tenaga medis.

Peringatan

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, termasuk  jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Gangguan ginjal dan hati
  • Dalam masa kehamilan dan menyusui
  • Pasien lanjut usia atau lemah
  • Gangguan usus inflamasi atau obstruktif, miastenia gravis
  • Hipotensi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Depresi pernapasan
  • Penyakit saluran pernapasan
  • Serangan asma akut
  • Pasien dengan cedera kepala

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakannya bersamaan obat lain, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter bisa menurunkan dosisnya apabila memang harus digunakan bersamaan obat lain.

Mengonsumsi obat Codeine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi. Penggunaan codeine bersamaan dengan anestesi dan ansiolitik dapat meningkatkan efek depresan. Sementara itu, pemakaiannya dengan obat lain juga berpotensi menghilangkan efek senyawa lain seperti mexiletine.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/clonidine-oral-route/description/drg-20063252
Diakses pada 26 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/clonidine
Diakses pada 26 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-2228/clonidine-chlorthalidone-oral/details
Diakses pada 26 Oktober 2018

Back to Top