Clozaril tablet adalah obat untuk mengurangi gejela psikosis pada penderita parkinson.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 10 tablet (25 mg; 100 mg)
Produsen Novartis Indonesia
Clozaril tablet adalah obat untuk mengurangi gejela psikosis dalam kesulitan membedakan kenyataan pada penderita penyakit saraf di otak (parkinson) dan gangguan jiwa (skizofrenia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Clozaril tablet mengandung zat aktif klozapin.

Klozapin merupakan obat antipsikotik atau derivat dibenzodiazepin bekerja dengan memblokir reseptor dopamin dan reseptor 5-HT2A dan alfa-adrenergik sehingga:

  • Mengatasi gejala psikosis pada penderita penyakit saraf di otak (parkinson).
  • Mengatasi gangguan mental (skizofrenia).
  • Clozaril tablet 25 mg: klozapin 25 mg.
  • Clozaril tablet 100 mg: klozapin 100 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Skizofrenia:

  • Dosis awal: 12,5 mg sebanyak 1-2 kali/hari pada hari pertama, dilanjutkan dengan 25 mg sebanyak 1-2 kali/hari pada hari kedua. Dosis dapat ditingkatkan 25-50 mg/hari dalam 14-21 hari hingga 300 mg/hari dalam dosis terbagi. Penambahan berikutnya 50-100 mg dapat dilakukan 1-2 kali/minggu. Umumnya dosis 200-450 mg setiap hari.
  • Dosis maksimal: 900 mg setiap hari.

Penyakit saraf di otak (parkinson):

  • Dosis awal: 12,5 mg pada waktu tidur, dosis ditingkatkan secara bertahap sebanyak 12,5 mg sebanyak 2 kali/minggu, tidak lebih dari 50 mg setiap hari pada akhir minggu kedua. Dosis umumnya 25-37,5 mg setiap hari.
  • Dosis maksimal: 100 mg setiap hari.
Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Mual dan muntah.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Cobalah makan makanan mengandung serat tinggi, minum air yang cukup, dan berolahraga serta dapat berkonsultasi kepada pofesional kesehatan Anda.
  • Mulut kering.
  • Pusing.
  • Gerakan tidak terkendali (tremor).
  • Gangguan pengelihatan seperti pengelihatan kabur.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Gangguan irama jantung menjadi lebih lambat (bradikardia) atau lebih cepat (takikardia).
  • Pasien dengan riwayat sumsum tulang yang gagal membentuk granulosit (agranulositosis atau granulositopenia).
  • Pasien penderita kejang secara berulang (epilepsi) yang tidak terkontrol.
  • Pasien yang memiliki gangguan jantung berat.
  • Pasien yang memiliki gangguan ginjal dan hati berat termasuk penyakit hati aktif atau progresif dan gagal hati.
    • Pasien yang memiliki gangguan darah seperti jumlah sel darah putih rendah (leukimia).
    • Pasien yang memiliki penyakit gula darah tinggi (diabetes).
    • Konsumsi klozapin ini terkadang menyebabkan kenaikan kadar gula darah.
    • Pasien yang memiliki penyakit lemak darah tinggi (kolesterol).
      Konsumsi klozapin dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan jumlah kolesterol atau trigliserida.
    • Pasien yang memiliki gangguan jantung atau riwayat sindrom QT memanjang.
      Konsumsi klozapin ini menyebabkan risiko tekena penyakit jantung.
    • Pasien yang memiliki tekanan di bola mata (glaukoma).
    • Wanita hamil dan ibu menyusui.
    • Pasien lanjut usia.
    • Kloramfenikol.
      Penggunaan bersama klozapin meningkatkan efek samping seperti penurunan jumlah sel neutrofil dalam darah (neutropenia).
    • Norepinefrin.
      Penggunaan bersama klozapin mengurangi efek terapeutik.
    • Siprofloksasin, fluvoksamin, kontrasepsi oral, kafein.
      Penggunaan bersama klozapan meningkatkan kadara plasma dengan inhibitor CYP1A2.
    • Asam valporik.
      Penggunaan bersama klozapin meningkatkan risiko kejang.
MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clozapineDiakses pada 6 Agustus 2020Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5200/clozapine-oral/detailsDiakses pada 6 Agustus 2020Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00363Diakses pada 6 Agustus 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait