Clozaril Tablet

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Clozaril tablet adalah obat untuk mengurangi gejela psikosis pada penderita parkinson.

Deskripsi obat

Clozaril tablet adalah obat untuk mengurangi gejela psikosis dalam kesulitan membedakan kenyataan pada penderita penyakit saraf di otak (parkinson) dan gangguan jiwa (skizofrenia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Clozaril tablet mengandung zat aktif klozapin.
Clozaril Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaKlozapin.
Kelas terapiAntipsikotik.
Klasifikasi obatDerivat diibenzodiazepin.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet (25 mg; 100 mg)
ProdusenNovartis Indonesia

Informasi zat aktif

Klozapin merupakan obat antipsikotik atau derivat dibenzodiazepin bekerja dengan memblokir reseptor dopamin dan reseptor 5-HT2A dan alfa-adrenergik sehingga menurunkan gejala psikosis.

  • Absorpsi: Diabsorbsi secara baik dari saluran penceranaan. Ketersediaan hayati sekitar 50-60% dan waktu puncak konsentrasi plasma sekitar 2,5 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 95%.
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme efek lintas pertama dan dimetabolisme terutama oleh CYP1A2 melalui N-demetilasi, hidroksilasi dan N-oksidasi menjadi metabolit desmetil.
  • Ekskresi: Dieskresi melalui urin dan feses dalam bentuk tidak berubah. Waktu paruh eliminasi adalah 12 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Klozapin merupakan obat antipsikotik atau derivat dibenzodiazepin bekerja dengan memblokir reseptor dopamin dan reseptor 5-HT2A dan alfa-adrenergik sehingga:

  • Mengatasi gejala psikosis pada penderita penyakit saraf di otak (parkinson).
  • Mengatasi gangguan mental (skizofrenia).

Komposisi obat

  • Clozaril tablet 25 mg: klozapin 25 mg.
  • Clozaril tablet 100 mg: klozapin 100 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Skizofrenia:

  • Dosis awal: 12,5 mg sebanyak 1-2 kali/hari pada hari pertama, dilanjutkan dengan 25 mg sebanyak 1-2 kali/hari pada hari kedua. Dosis dapat ditingkatkan 25-50 mg/hari dalam 14-21 hari hingga 300 mg/hari dalam dosis terbagi. Penambahan berikutnya 50-100 mg dapat dilakukan 1-2 kali/minggu. Umumnya dosis 200-450 mg setiap hari.
  • Dosis maksimal: 900 mg setiap hari.

Penyakit saraf di otak (parkinson):

  • Dosis awal: 12,5 mg pada waktu tidur, dosis ditingkatkan secara bertahap sebanyak 12,5 mg sebanyak 2 kali/minggu, tidak lebih dari 50 mg setiap hari pada akhir minggu kedua. Dosis umumnya 25-37,5 mg setiap hari.
  • Dosis maksimal: 100 mg setiap hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mual dan muntah.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Cobalah makan makanan mengandung serat tinggi, minum air yang cukup, dan berolahraga serta dapat berkonsultasi kepada pofesional kesehatan Anda.
  • Mulut kering.
  • Pusing.
  • Gerakan tidak terkendali (tremor).
  • Gangguan pengelihatan seperti pengelihatan kabur.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Gangguan irama jantung menjadi lebih lambat (bradikardia) atau lebih cepat (takikardia).

Perhatian Khusus

    • Pasien yang memiliki gangguan darah seperti jumlah sel darah putih rendah (leukimia).
    • Pasien yang memiliki penyakit gula darah tinggi (diabetes).
    • Konsumsi klozapin ini terkadang menyebabkan kenaikan kadar gula darah.
    • Pasien yang memiliki penyakit lemak darah tinggi (kolesterol).
      Konsumsi klozapin dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan jumlah kolesterol atau trigliserida.
    • Pasien yang memiliki gangguan jantung atau riwayat sindrom QT memanjang.
      Konsumsi klozapin ini menyebabkan risiko tekena penyakit jantung.
    • Pasien yang memiliki tekanan di bola mata (glaukoma).
    • Wanita hamil dan ibu menyusui.
    • Pasien lanjut usia.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan riwayat sumsum tulang yang gagal membentuk granulosit (agranulositosis atau granulositopenia).
  • Pasien penderita kejang secara berulang (epilepsi) yang tidak terkontrol.
  • Pasien yang memiliki gangguan jantung berat.
  • Pasien yang memiliki gangguan ginjal dan hati berat termasuk penyakit hati aktif atau progresif dan gagal hati.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Kloramfenikol.
      Penggunaan bersama klozapin meningkatkan efek samping seperti penurunan jumlah sel neutrofil dalam darah (neutropenia).
    • Norepinefrin.
      Penggunaan bersama klozapin mengurangi efek terapeutik.
    • Siprofloksasin, fluvoksamin, kontrasepsi oral, kafein.
      Penggunaan bersama klozapan meningkatkan kadara plasma dengan inhibitor CYP1A2.
    • Asam valporik.
      Penggunaan bersama klozapin meningkatkan risiko kejang.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Beri tahu dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping yang serius, termasuk:

  • Kedutan pada wajah atau otot.
  • Kejang.
  • Gerakan tidak terkendali.
  • Gangguan pernapasan saat tidur.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit) parah.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clozapine Diakses pada 6 Agustus 2020 Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5200/clozapine-oral/details Diakses pada 6 Agustus 2020 Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00363 Diakses pada 6 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email