Clozapine adalah obat untuk mengatasi gejala gangguan jiwa (skizofrenia) dan gejala psikotik lainnya
Clozapine dapat mengobati skizofrenia dan gejala psikotik lainnya.

Clorilex, Clozapine Ika, Clozapine OGB mersi, Sizoril, Lozap, Clozaril, Luften.

Clozapine merupakan obat yang digunakan untuk mengobati gejala gangguan jiwa (skizofrenia) dan gejala psikotik lainnya. Obat ini juga dapat menurunkan resiko bunuh diri pada seseorang yang mengidap skizofrenia.

Clozapine dapat digunakan untuk psikosis pada penyakit Parkinson. Obat ini bekerja dengan menghambat reseptor Dopamin dan Serotonin (zat alami tertentu di otak).

Clozapine (Klozapin)
Golongan

Antipsikotik

Kategori obat

Obat Resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan lansia

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Skizofrenia

  • Dewasa: 12,5 mg 1-2 kali pada hari 1 diikuti oleh 25 mg 1-2 kali pada hari ke-2, dapat ditingkatkan secara bertahap dengan menambahkan 25-50 mg hingga dosis harian 300 mg/hari dalam 14-21 hari. Penambahan berikutnya 50-100 mg dapat dilakukan 1-2 kali dalam seminggu. Umumnya dosis 200-450 mg setiap hari. Max: 900 mg setiap hari.
  • Lansia: Umur lebih dari 60 thn. Awalnya, 12,5 mg pada hari pertama ditingkatkan secara bertahap sebanyak 25 mg setiap hari.

Psikosis pada Penyakit Parkinson

  • Dewasa: Awalnya, 12,5 mg pada waktu tidur, dinaikkan secara bertahap sebanyak 12,5 mg dua kali seminggu, tidak lebih dari 50 mg setiap hari pada akhir minggu ke-2. Umumnya dosis 25-37,5 mg setiap hari. Maks: 100 mg setiap hari.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat Clozapine sebelum mengonsumsi.

Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan atau sesuai saran dari dokter. Jika Anda ingin mengonsumsi obat tablet dengan benar langsung tanyakan kepada dokter Anda.

Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis, pertama-tama dimulai dengan dosis yang rendah agar mengurangi risiko efek samping seperti kejang dan pusing.

Jangan tiba-tiba berhenti mengonsumsi obat ini karena akan menimbulkan gejala seperti mual, diare, muntah, sakit kepala. Untuk mencegah gejala ini Anda harus ke dokter agar dokter dapat mengurangi dosis Anda secara bertahap.

Beri tahu dokter jika mengalami gejala sesak napas, serangan jantung baru, atau stroke.

Efek samping belum tentu terjadi pada setiap pemakaian obat, namun jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat Clozapine dapat menyebabkan efek samping yang terjadi jika sering dikonsumsi, seperti: meningkatnya produksi air liur, mengantuk, pusing, kepala terasa ringan, sakit kepala, gemetar, gangguan metabolik seperti diabetes, hiperkolesterolemia, dan kenaikan berat badan. Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping yang jarang terjadi namun serius, seperti:

  • Gangguan pernapasan saat tidur
  • Gerakan tak terkendali
  • Kesulitan buang air kecil
  • Kejang
  • Pingsan
  • Gangguan irama jantung
  • Perubahan status mental
  • Sindrom neuroleptik maligna
  • Kelemahan mendadak
  • Sakit perut parah

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada dokter Anda.

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis, seperti:

  • Pasien dengan risiko stroke
  • Riwayat sindrom QT memanjang
  • Riwayat kejang atau kondisi yang menurunkan ambang kejang
  • Riwayat penyakit jantung atau ditemukan kelainan jantung pada pemeriksaan
  • Glaukoma
  • Riwayat penyakit kolon atau operasi perut bagian bawah
  • Lansia dengan psikosis yang berkaitan dengan demensia
  • Gangguan ginjal hati atau ringan sampai sedang
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Penyakit jantung berat
  • Gangguan ginjal berat
  • Ileus paralitik
  • Supresi sumsum tulang
  • Kelainan pada hasil pemeriksaan laboratorium (sel darah putih), riwayat penggunaan obat yang menginduksi neutropenia atau agranulositosis.
  • Penyakit mieloproliferatif

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut.

Mengonsumsi obat Clozapine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Dapat menurunkan konsentrasi plasma dengan mengonsumsi phenytoin.
  • Penggunaan secara bersamaan dengan litium dapat meningkatkan risiko sindrom neuroleptic maligna
  • Dapat menimbulkan efek antikolinergik atau antihipertensi
  • Penggunaan secara bersamaan dengan benzodiazepin dapat meningkatkan risiko kolaps sirkulasi yang dapat menyebabkan henti jantung dan/atau pernapasan
  • Meningkatkan risiko dan/atau keparahan dengan penggunaan agen yang mensupresi sumsum tulang (carbamazepine, chloramphenicol), sulfonamid (cotrimoxazole).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/clozapine-oral-route/proper-use/drg-20066859
Diakses pada 30 Oktober 2018

MIMS.  https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clozapine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 30 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5194/clozaril-oral/details
Diakses pada 30 Oktober 2018

Artikel Terkait