Clovika Tablet

27 Okt 2020| Dea Febriyani
no-image-drug

Deskripsi obat

Clovika tablet adalah obat untuk mengatasi infeksi virus herpes simpleks pada kulit dan organ genital. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Clovika tablet mengandung zat aktif asiklovir.

Clovika Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaAsiklovir.
Kelas terapiAntivirus.
Klasifikasi obatNucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI).
Kemasan1 box isi 5 strip @ 5 tablet (200 mg; 400 mg)
ProdusenIkapharmindo Putramas

Informasi zat aktif

Asiklovir adalah obat antivirus yang bekerja dengan cara mengganggu sintesis enzim DNA polimerase untuk menghambat replikasi virus sehingga dapat menghentikan penyebaran dan perkembangan virus di dalam tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asiklovir diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Rendah.
  • Distribusi: Bekerja secara luas ke jaringan tubuh.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi asiklovir monofosfat dan selanjutnya diubah menjadi asiklovir difosfat lalu kemudian menjadi asiklovir trifosfat sebagai bentuk aktifnya.
  • Ekskresi: Sebanyak 9-14% dalam bentuk metabolit dkeluarkan melalui urin. Waktu paruh eliminasi asiklovir adalah sekitar 2-3 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Asiklovir merupakan obat antivirus yang bekerja dengan cara mengganggu sintesis enzim DNA polimerase untuk menghambat replikasi virus sehingga dapat menghentikan penyebaran dan perkembangan virus di dalam tubuh.

Komposisi obat

  • Clovika tablet 200 mg: asiklovir 200 mg.
  • Clovika tablet 400 mg: asiklovir 400 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Infeksi herpes simpleks primer: 200 mg sebanyak 5 kali/ hrari selama 5-10 hari.

Pasien herpes simpleks dengan kekebalan tubuh lemah: 5 mg setiap 8 jam/hari selama 5-7 hari.

Cacar api (herpes zoster atau shingles): 800 mg sebanyak 5 kali/hari selama 7 hari.

Infeksi herpes kelamin (herpes genital): 5 mg setiap 8 jam/hari selama 7 hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Istirahat dan minum banyak air, jangan mengonsumsi alkohol, dan dapat mengonsumsi parasetamol untuk mengurangi sakit kepala.
  • Pusing.
    Hentikan aktivitas dan duduk atau berbaring sampai merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Mual dan muntah.
    Jangan mengonsumsi makanan berat dan pedas, konsumsi obat setelah makan.
  • Diare.
    Minum banyak air untuk menhindari dehidrasi dan jangan mengonsumsi obat diare tanpa seizin dokter.

Perhatian Khusus

  • Anak-anak.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki masalah ginjal.
  • Pasien berusia di atas 65 tahun.
  • Wanita hamil atau sedang berencana untuk hamil.
  • Ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Probenesid, simetidin, mikofenolat, dan mofetil.
    Penggunaan bersama asiklovir dapat meningkatkan konsentrasi asiklovir dalam plasma.
  • Teofilin.
    Penggunaan bersama asiklovir meningkatkan konsentrasi serum teofilin.
  • Obat-obatan nefrotoksik.
    Penggunaan bersama asiklovir meningkatkan risiko gangguan ginjal.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter segera jika salah satu dari efek samping terjadi, seperti:

  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Tanda-tanda masalah ginjal seperti perubahan jumlah urin serta nyeri punggung atau samping yang tidak biasa.
  • Perubahan mental atau suasana hati seperti perasaan merah dan gelisah (agitasi), kebingungan, dan mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada (halusinasi).
  • Gemetar atau gerakan tidak stabil.
  • Kesulitan berbicara.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/aciclovir?mtype=generic
Diakses pada 22 Juli 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/aciclovir/
Diakses pada 22 Juli 2020

Medlineplus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681045.html
Diakses pada 20 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email