Clovertil tablet digunakan untuk mengatasi keadaan dimana jumlah sperma dibawah rata rata batas normal dan ketidaksuburan yang disebabkan karena tidak menghasilkan sel ovum saat ovulasi.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 390.000/box per Juni 2020
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (50 mg)
Produsen Meprofarm

Clovertil tablet digunakan untuk mengatasi keadaan dimana jumlah sperma dibawah rata rata batas normal dan ketidaksuburan yang disebabkan karena tidak menghasilkan sel ovum saat ovulasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Clovertil tablet mengandung zat aktif klomifen sitrat.

  • Mengatasi keadaan dimana jumlah sperma dibawah rata rata batas normal (oligospermia).
  • Mengatasi ketidaksuburan yang disebabkan karena tidak menghasilkan sel ovum saat ovulasi (gangguan ovulasi).

Klomifen sitrat 50 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Infertilitas anovulatori pada wanita: 1 tablet/hari selama 5 hari, dikonsumsi saat siklus menstruasi hari kelima atau setiap saat pada amenore. Ovulasi umumya terjadi dalam waktu 6-10 hari setelah pemberian dosis terakhir. Jika tidak terjadi ovulasi, dosis dapat ditingkatkan menjadi: 2 tablet/hari selama 5 hari, dimulai 30 hari setelah pemberian pertama.
  • Oligospermia: 1 tablet/hari selama 40-90 hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Pembesaran ovarium.
  • Rasa tidak nyaman pada perut atau panggul.
  • Reaksi vasomotrik seperti rasa panas dan kemerahan pada wajah.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri pada payudara.
  • Gangguan penglihatan.
  • Gelisah.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Peningkatan produksi urin.
  • Depresi.
  • Lelah.
  • Peradangan pada kulit (dermatitis).
  • Peningkatan berat badan.
  • Kerontokan rambut.
  • Kejang.
  • Kehamilan kembar.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan organik dari kelenjar pituitari, ovarium ataupun organ reproduksi lainnya.
  • Pasien penderita kanker rahim (karsinoma endometrium).
  • Pasien dengan gangguan metabolisme bilirubin, gangguan fungsi adrenal atau tiroid yang tidak terkontrol.
  • Pasien yang memiliki luka pada rongga kepala (lesi intrakranial inorganik).
  • Wanita hamil.
  • Pasien penderita kista ovarium.
  • Tidak dianjurkan untuk penggunaan terapi selama 5 minggu ke atas.
  • Lakukan pemeriksaan obgyn dan panggul sebelum memulai terapi.
  • Kemungkinan terjadi kehamilan kembar.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi gangguan fungsi penglihatan.
  • Pasien dengan kondisi di mana indung telur bereaksi secara abnormal terhadap obat kesuburan yang dikonsumsi (sindrom hiperstimulasi ovarium).
  • Pasien dengan penggunaan jangka panjang.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clovertil?type=brief&lang=id
Diakses pada 17 Juni 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/klomifen-sitrat
Diakses pada 17 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait