Clotrimazole

15 Okt 2022| Nurul Rafiqua
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Clotrimazole bekerja dengan mencegah pertumbuhan jamur untuk menurunkan infeksi

Clotrimazole digunakan untuk mengobati kurap, infeksi jamur, dan panu.

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Canestan Cream, Canestan SD, Clonitia, Baycuten-N, Bernesten, Beytucen, Canesten, Candazole, Canexcream, Clonitia, Cotristen, Dermifar, Lotremin, Powder, Demy, Neo Ultrasiline, Lotriderm, Heltiskin, Fungiderm, Erphamazol, Kranos, Candacort., Katisiline, Kranos, Lotremin,

Deskripsi obat

Clotrimazole adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi kulit dan penyakit kulit lainnya. Beberapa penyakit yang dapat diatasi clotrimazole antara lain:

Clotrimazole bekerja dengan mencegah pertumbuhan jamur untuk menurunkan infeksi.

Clotrimazole (Klotrimazole)
Golongan

Antifungal

Kategori obat

Obat Resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, krim, tablet untuk vagina, larutan

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko terhadap janin, tapi penelitian terkontrol pada wanita hamil belum dilakukan. Atau penelitian pada reproduksi hewan menunjukkan efek samping obat (selain penurunan fertilitas), yang tidak muncul dalam penelitian terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester berikutnya).

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Oral 

Kandidiasis orofaring

  • Dewasa dalam bentuk tablet hisap 10 mg: 1 tablet, 5 kali/hari selama 14 hari 
  • Dewasa untuk pencegahan infeksi pada pasien immunocompromised yang menjalani kemoterapi, radioterapi, atau terapi steroid: emut 1 tablet, 3 kali/hari selama kemoterapi atau sampai terapi dikurangi ke tingkat pemeliharaan.
  • Anak usia 3 tahun ke atas: Sama seperti dosis dewasa.

 

Tetes telinga

Infeksi jamur pada saluran telinga luar (fungal otitis externa)

  • Dewasa dalam larutan 1%: Teteskan 2-3 tetes ke telinga yang sakit selama minimal 2 minggu untuk mencegah kekambuhan.

Topikal 

Infeksi jamur kulit

  • Dewasa dalam krim, losion, atau larutan  clotrimazole 1: oleskan tipis-tipis ke area yang terkena selama 2-4 minggu. 

Balanitis yang disebabkan jamur

  • Dewasa dalam krim, losion, atau larutan clotrimazole 1-2%: oleskan tipis-tipis ke area yang terkena, 2-3 kali/hari selama 2 minggu. 

Pessary (vaginal)

Kandidiasis vagina

  • Dewasa: 100 mg/hari selama 6 hari, 200 mg/hari selama 3 hari, atau 500 mg sebagai dosis tunggal. 
  • Remaja di atas 16 tahun sebagai alat pencegah kehamilan: 100 mg/hari selama 6 hari atau 200 mg setiap hari selama 3 hari.

Petunjuk umum konsumsi

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan clotrimazole sebelum penggunaan.

Clotrimazole dapat digunakan dengan cara berikut: 

  • Oral: tablet hisap harus dihisap perlahan dalam mulut, jangan ditelan langsung maupun dikunyah. 
  • Topikal: Oleskan tipis-tipis, cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan obat. 
  • Tetes telinga: 

 

 

    • Cuci tangan terlebih dahulu menggunakan air mengalir dan sabun. Jika sulit menemukan air mengalir, Anda dapat menggunakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).
    • Kocok botol obat tetes telinga.
    • Jika botol obat tetes telinga menggunakan pipet terpisah, angkat pipet dari botolnya dengan hati-hati. Letakkan botol obat tetes telinga di atas alas yang kokoh.
    • Miringkan kepala Anda ke sisi kiri atau kanan sesuai telinga yang sakit.
    • Dekatkan posisi obat tetes ke area telinga Anda. Tarik dan tahan daun telinga saat hendak meneteskan obat tetes telinga.
    • Tekan kemasan obat tetes atau pipet obat tetes guna mengeluarkan cairan ke dalam telinga.
    • Tetap miringkan kepala Anda selama kurang lebih 1-2 menit guna memastikan obat menyerap sempurna ke dalam telinga.
    • Lakukan langkah yang sama pada sisi telinga lainnya, bila diperlukan.
    • Segera letakkan pipet kembali dalam botol dan tutup dengan rapat.
    • Bersihkan tetesan obat yang mungkin tumpah di sekitar telinga Anda.
    • Jika sudah selesai, Anda dapat menyimpan obat tetes telinga sesuai anjuran yang terdapat pada label botol.
  • Pessary:
    • Cuci tangan dan area vagina dengan sabun lembut dan air
    • Keringkan dengan seksama
    • Keluarkan pessarium dari kemasan
    • Beberapa merek menyediakan aplikator yang sudah diisi obat di dalamnya
    • Jika aplikator belum terisi obat, masukan obat ke dalam aplikator
    • Jika tidak tersedia aplikator, Anda dapat memasukkan pessarium menggunakan jari Anda.
    • Selama kehamilan, pessary harus dimasukkan tanpa menggunakan aplikator.
    • Masukkan aplikator atau obat dengan berbaring telentang, tekuk lutut dan posisikan kaki sedikit terbuka
    • Masukkan pessary (ujung runcing terlebih dahulu) atau aplikator ke dalam vagina, senyaman mungkin.
    • Lepaskan aplikator dari vagina.
    • Cuci tangan kembali hingga bersih
    • Jika aplikator dapat digunakan kembali, bersihkan sesuai petunjuk.
    • Buang aplikator jika ditujukan untuk penggunaan sekali pakai.
    • Hindari melakukan hubungan seksual selama masa pengobatan.
    • Anda dapat menggunakan pembalut wanita atau panty liner untuk mencegah obat bocor dan menodai pakaian Anda.

Efek samping obat

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Clotrimazole  dapat menyebabkan efek samping yang meliputi: 

  • Rasa terbakar
  • Menyengat
  • Bengkak
  • Iritasi
  • Kemerahan
  • Benjolan seperti jerawat.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping yang jarang terjadi ini, tetapi bersifat serius seperti:

  • Lecet
  • Mengalir
  • Luka terbuka

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada tenaga medis.

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Dalam masa kehamilan
  • Alergi

Kontraindikasi 

Jangan menggunakan clotrimazole jika memiliki hipersensitivitas terhadap clotrimazole. 

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi clotrimazole dengan antibiotik polyene seperti amphotericin B and nystatin  bisa menimbulkan efek buruk.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pusat Informasi Obat Nasional, Badan POM RI. https://pionas.pom.go.id/monografi/klotrimazol
Diakses pada 6 Oktober 2022

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clotrimazole?mtype=generic
Diakses pada 6 Oktober 2022

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-2228/clonidine-chlorthalidone-oral/details
Diakses pada 6 Oktober 2022

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email