Clopidogrel

02 Mar 2021| Ajeng Prahasta
Ditinjau oleh Veronika Ginting
Clopidogrel digunakan untuk mencegah serangan jantung dan stroke pada orang dengan penyakit jantung

Clopidogrel digunakan untuk mencegah serangan jantung dan stroke pada orang dengan penyakit jantung

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Agrelano, Artepid, Clidorel, Clogin, Copidrel, CPG, Febogrel, Medigrel, Pidovix, Pladogrel, Platogrix, Plavix, Rinclo, Simclovix, Therodel, Vaclo, Clopidogrel Fahrenheit, Clopidogrel Hexpharm, Clopidogrel Kalbe, Clopidogrel Soho, Clopidogrel Ikapharmindo, Insigrel, Pladel, Plavos, Placta, Platec, Clotix, Clidorel.

Deskripsi obat

Clopidogrel digunakan untuk mencegah serangan jantung dan stroke pada penderita penyakit jantung atau gangguan pembekuan darah. Serangan jantung disebabkan adanya gumpalan di pembuluh darah yang memasuk jantung, sedangkan stroke disebabkan pembekuan darah di pembuluh darah yang memasok otak.

Clopidogrel berada dalam kelas obat antiplatelet. Obat ini bekerja dengan mencegah trombosit saling menempel dan membentuh gumpalan darah. Trombosit atau platelet adalah sel darah yang membantu membekukan darah secara normal.

Clopidogrel (Klopidogrel)
GolonganKelas terapi : Antikoagulan, antiplatelet, dan fibrinolitik. Klasifikasi Obat : Thienopyridine.
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet
Dikonsumsi olehDewasa, anak-anak, dan lansia
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan penggunaan clapidogrel adalah:

  • Diare.
    Minulah banyak air. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau kencing berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat agar lebih rileks. Makanlah lebih sedikit, tetapi lebih sering. Anda juga bisa mengompres perut menggunakan botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, hubungi apoteker atau dokter.
  • Gangguan pencernaan atau mulas.
    Minum clopidogrel beberapa menit sebelum atau sesudah makan. Jika gangguan pencernaan tidak kunjung sembuh, bisa jadi itu pertanda Anda menderita sakit maag. Bicaralah dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.
  • Pendarahan yang lebih mudah dari biasanya.
    Berhati-hatilah saat melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan cedera atau luka. Selalu kenakan helm saat bersepeda. Kenakan sarung tangan saat Anda menggunakan benda tajam, seperti gunting, pisau, dan alat berkebun.
    Gunakan pisau cukur listrik sebagai pengganti cukur basah. Pilihlah sikat gigi yang lembut dan benang gigi yang diberi wax untuk membersihkan gigi. Temui dokter jika Anda khawatir tentang pendarahan.
  • Reaksi alergi obat, seperti kulit kemerahan, pembengkakan (angioedema), dan gangguan pembekuan darah (hemofilia).
  • Kelelahan.
  • Sembelit.
  • Pingsan.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Kram pada kaki.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan clopidogrel pada kondisi:

  • Gangguan hati dan ginjal.
  • Lanjut usia.
  • Gangguan pengenceran darah.
  • Anak-anak 18 tahun ke bawah.
  • Penggunaan bersama NSAID, heparin, penghambat glikoprotein IIB/IIA, atau trombolitik.
  • Serangan jantung, terapi tidak boleh dimulai dalam beberapa hari pertama setelah pasien terkena serangan jantung.
  • Risiko peningkatan pendarahan akibat trauma, operasi, atau kondisi patologis lainnya.
  • Perdarahan di saluran cerna (gastrointestinal) dan penderita tekanan pada bola mata (intraokular).
  • Gangguan perdarahan atau yang memilik risiko pendarahan seperti sehabis operasi.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Serangan jantung akut atau miokardial infark akut.
  • Perdarahan yang sulit berhenti (diatesis perdarahan).
  • Kerusakan ginjal.

Hati-hati saat menggunakan benda tajam, serta hindari olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti sepak bola karena clopidogrel dapat menyebabkan perdarahan sulit berhenti. Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu 25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap clopidogrel atau komponen obat ini.
  • Penurunan tekanan darah yang berat (hipotensi) berat.
  • Perdarahan aktif patologis, seperti memiliki luka di lambung atau maag dan adanya pendarahan di dalam tengkorak (perdarahan intrakranial).
  • Penyumbatan (obstruksi) saluran keluar ventrikel kiri dan gagal jantung setelah serangan jantung akut.
  • Riwayat perdarahan.
  • Gangguan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh (syok kardiogenik).

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Mimisan, kulit pucat, mudah memar, serta bintik-bintik ungu di bawah kulit atau di mulut.
  • Kulit atau mata menguning.
  • Detak jantung cepat dan sesak napas.
  • Sakit kepala, demam, lemas, dan lelah.
  • Sedikit atau tidak dapat buang air kecil.
  • Kejang.
  • Gula darah rendah yang ditandai sakit kepala, lapar, berkeringat, mudah marah, pusing, detak jantung cepat, dan perasaan cemas atau gemetar.
  • Tanda-tanda pembekuan darah, seperti mati rasa atau kelemahan mendadak, kebingungan, serta masalah penglihatan atau bicara.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Clopidogrel dapat mengalami interaksi dengan obat:

  • Espmeprazole, omeprazole, fluvoxamine, moclobemide, ticlopidine, carbamazepine, dan efavirenz.
    Pengunaan bersama clopidogrel dapat menurunkan efek pengencer darah (antiplatelet).
  • Repaglidine dan paclitaxel.
    Pengunaan bersama clopidogrel dapat meningkatkan konsentrasi obat di atas.
  • Morfin.
    Pengunaan bersama clopidogrel dapat menunda dan menurunkan aktivitas penyerapan morfin.
  • Aspirin, obat yang mencegah penggumpalan darah (antikoagulan), pengencer darah (antiplatelet), dan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
    Pengunaan obat di atas bersama klopidogrel meningkatkan risiko perdarahan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clopidogrel
Diakses pada 29 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5190/clopidogrel-oral/details
Diakses pada 29 Januari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601040.html
Diakses pada 29 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/clopidogrel.html
Diakses pada 29 Januari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/clopidogrel-oral-tablet#about
Diakses pada 29 Januari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/clopidogrel-oral-route/description/drg-20063146
Diakses pada 29 Januari 2021

medicinenet. https://www.medicinenet.com/clopidogrel/article.htm
Diakses pada 29 Januari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/clopidogrel/
Diakses pada 29 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email