Clonazepam sebagai penenang untuk mencegah terjadinya kejang
Clonazepam digunakan pada pasien gangguan kejang dan gangguan panik.

Riklona 2, Rivotril

Clonazepam merupakan obat yang digunakan untuk mengobati dan mengendalikan gangguan kejang. Obat ini juga dapat digunakan untuk gangguan panik.

Clonazepam termasuk golongan benzodiazepine. Obat ini bekerja dengan menenangkan otak dan saraf untuk mencegah kejang

Clonazepam (Clonazepam)
Golongan

Antikonvulsan

Kategori obat

Obat Resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, injeksi

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak-anak, dan lansia

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral
Epilepsi

  • Dewasa: Awalnya, 1 mg diberikan pada malam hari selama 4 hari, dinaikkan secara bertahap selama 2-4 minggu. Dosis pemeliharaan: 4-8 mg/hari. Maks: 20 mg/hari.
  • Anak: umur kurang dari 10 tahun atau berat badan kurang dari 30 kg: Awalnya, 0,01-0,03 mg/kg/hari tetapi tidak melebihi 0,05 mg/kg /hari diberikan dalam 2 atau 3 dosis terbagi. Dapat ditingkatkan tidak lebih dari 0,25-0,5 mg setiap hari ke-3 sampai kontrol kejang tercapai. Dosis pemeliharaan: 0,1-0,2 mg / kg / hari dibagi 3 kali sehari. Maks: 0,2 mg / kg / hari.
  • Lansia: Awalnya, 0,5 mg di malam hari selama 4 hari.

Gangguan Panik

  • Dewasa: Awalnya 0,25 mg dua kali sehari, mulai ditingkatkan setelah 3 hari hingga 1 mg/hari. Maks: 4 mg/hari 

Suntik
Tatalaksana Gawat Darurat pada Status Epileptikus

  • Dewasa: 1 mg injeksi intravena atau infus pelan minimal selama 2 menit, dapat diulang jika diperlukan. Maks: 20 mg
  • Anak: 500 mcg injeksi intravena atau infus pelan.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat Clonazepam sebelum mengonsumsi.

Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan atau sesuai saran dari dokter. Biasa diminum dua hingga tiga kali sehari.

Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis. Biasanya dosis yang diberikan pada orang dewasa adalah dosis rendah untuk mengurangi efek samping. Jangan meningkatkan dosis, atau mengonsumsinya lebih lama dari yang disarankan oleh dokter.

Obat ini terkadang dapat menyebabkan kecanduan. Selalu gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan untuk menurunkan kemungkinan risiko kecanduan.

Beri tahu dokter jika keadaan tidak membaik atau emakin memburuk.

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat, namun jika terjadi efek samping yang berlebihan harus langsung ditangani oleh petugas medis.

Obat Clonazepam dapat menyebabkan efek samping yang jika sering dikonsumsi, seperti rasa mengantuk, pusing, meningkatnya produksi air liur, gangguan penglihatan, vertigo, perubahan libido, dan lain-lain. Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping yang jarang terjadi namun serius, seperti:

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada dokter Anda.

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis, seperti:

  • Glaukoma
  • Riwayat kecanduan alkohol atau obat
  • Depresi dan/atau usaha bunuh diri.
  • Meningkatnya risiko perilaku dan ide bunuh diri.
  • Hindari penghentian obat secara
  • Gangguan ginjal dan hati.
  • Pasien lansia atau lemah.
  • Kehamilan dan menyusui.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Glaukoma akut sudut tertutup
  • Insufisiensi pulmonal akut
  • Insufisiensi pernafasan berat
  • Myastenia Gravis

Informasi lebih lengkap bisa dilihat di kemasan.

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat ini secara bersamaan dengan obat lainnya, harap konsultasi ke dokter Anda. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat Clonazepam dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Dapat menimbulkan kadar serum fenitoin
  • Dapat menambah efek depresan bersamaan dengan pengunaan obat ansiolitik, antipsikotik, MAOIs, barbiturat, dan antidepresan trisiklik

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-14403-4005/clonazepam-oral/clonazepam-disintegrating-tablet-oral/details
Diakses pada 30 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/clonazepam/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 30 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-14403-4005/clonazepam-oral/clonazepam-disintegrating-tablet-oral/details
Diakses pada 30 Oktober 2018

Artikel Terkait