Clofritis 10 Tablet 10 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Clofritis tablet adalah obat untuk mengatasi gangguan kecemasan dan mengontrol kejang.

Deskripsi obat

Clofritis tablet adalah obat untuk mengatasi gangguan kecemasan dan mengontrol kejang pada dewasa dan anak-anak. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Clofritis tablet mengandung zat aktif klobazam.
Clofritis 10 Tablet 10 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 142.000/box per September 2020
Produk HalalYa
Kandungan utamaKlobazam.
Kelas terapiAntikonvulsan dan ansiolitik.
Klasifikasi obatBenzodiazepin.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (10 mg)
ProdusenMersifarma Tirmaku Mercusana

Informasi zat aktif

Klobazam merupakan obat antikonvulsan atau obat yang dapat mengontrol gejala kejang dengan menstabilkan aktivitas listrik otak Anda, yang mencegah kejang terjadi. Klobazam adalah 1,5-benzodiazepin kerja panjang yang mengikat di situs benzodiazepin dari reseptor GABA dalam sistem saraf pusat. Obat ini juga melemaskan otot-otot yang menegang (berkontraksi) selama kejang.
Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, klobazam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan ekstensif dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati sekitar 100%. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama 0,5-4 jam.
  • Distribusi: Disebarkan dengan cepat ke seluruh tubuh; melintasi plasenta dan hadir dalam ASI. Volume distribusi sebanyak 100 L. Pengikatan protein plasma sekitar 80-90% (klobazam); 70% (metabolit aktif).
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui N-demetilasi menjadi metabolit aktif, N-desmethylclobazam (NCLB); dan kemudian melalui proses biokimia yang memasukan gugus hidroksil atau OH (hidroksilasi) menjadi metabolit yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui urin (kira-kira 82%; kira-kira 2% sebagai obat tidak berubah, kira-kira 94% sebagai NCLB); feses (sekitar 11%; 1% sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh eliminasi: 36-42 jam (klobazam); 71-82 jam (NCLB).

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

Klobazam mengontrol gejala kejang dengan menstabilkan aktivitas listrik otak Anda, yang mencegah kejang terjadi. Ini juga melemaskan otot-otot yang menegang (berkontraksi) selama kejang. Ini berarti bahwa jumlah kejang berkurang, dan yang terjadi, tidak terlalu parah. Sehingga dapat mengatasi kecemasan dan kejang.

Komposisi obat

Klobazam 10 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Gangguan kecemasan (ansietas):
    • Dosis awal: 20-30 mg/hari.
    • Pasien lanjut usia: 10-15 mg/hari.
  • Epilepsi:
    • Dewasa dan anak-anak 15 tahun ke atas:
      • Dosis awal: 5-15 mg/hari dititrasi hingga 60 mg/hari.
    • Anak-anak 3-15 tahun:
      • Dosis awal: 5 mg/kgBB/hari.
      • Dosis pemeliharaan: 0,3-1 mg/kgBB/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Merasa mengantuk, lemah, atau pusing.
    Jangan mengemudi dan jangan gunakan alat atau mesin saat terpengaruh. Jangan minum alkohol
  • Mulut kering.
    Sering-seringlah menyesap air atau cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau mengisap manisan bebas gula
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Minumlah banyak air dan cobalah makan makanan seimbang dengan banyak buah dan sayuran. Jika ini menjadi masalah, beri tahu dokter Anda
  • Merasa sakit (mual), merasa tidak stabil, koordinasi yang buruk, gerakan mata yang tidak biasa, konsentrasi yang buruk, bicara lambat, merasa pelupa atau bingung, dan nafsu makan menurun.
    Jika salah satu di antaranya menjadi mengganggu, diskusikan dengan dokter Anda
  • Merasa agresif.
    Beri tahu dokter Anda jika ini terjadi.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan minta apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, segera hubungi dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan ataksia tulang belakang.
  • Pasien dengan riwayat kelemahan otot.
  • Pasien yang mengalami gangguan kepribadian seperti depresi.
  • Hindari penghentian penggunaan secara mendadak dan penggunaan jangka panjang.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati ringan hingga sedang.
  • Anak-anak dan orang tua.
  • Wanita hamil pada trimester 2 hingga 3.
  • Pasien yang mengonsumsi opioid.
  • Metabolisme buruk CYP2C19.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan clofritis tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan riwayat ketergantungan obat atau alkohol.
  • Pasien yang mengalami kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien dengan gangguan fungsi pernapasan yang berat.
  • Pasien yang mengalami sindrom gangguan tidur yang serius dimana pernapasan berulang kali berhenti (apnea tidur).
  • Pasien penderita gangguan hati yang parah.
  • Wanita hamil pada trimester 1.
  • Ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Opioid.
    Penggunaan klobazam bersamaan dengan opioid dapat menyebabkan sedasi, depresi pernapasan, dan koma.
  • Antipsikotik (neuroleptik), hipnotik, ansiolitik atau sedatif, agen antidepresan, antikonvulsan, anestesi dan antihistamin sedatif.
    Klobazam dengan obat di atas dapat menyebabkan efek depresi SSP.
  • Fenitoin.
    Klobazam dapat meningkatkan efek dan kadar dari fenitoin.
  • Stiripentol, flukonazol, fluvoksamin, tiklopidin, dan omeprazol.
    Obat di atas dapat meningkatkan konsentrasi kadar dari klobazam.
  • Obat pelemas otot, analgesik, dan dinitrogen oksida.
    Efek dan kadar klobazam akan meningkat jika dikonsumsi dengan obat di atas.
  • Estrogen.
    Klobazam dapat menurunkan kadar serum kontrasepsi hormonal seperti estrogen.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami kebingungan, halusinasi, demam, menggigil, batuk dengan lendir kuning atau hijau, sesak napas, kantuk parah, merasa seperti Anda akan pingsan, pernapasan lemah atau dangkal, sakit atau terbakar saat buang air kecil atau, buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clofritis?type=brief&lang=id
Diakses pada 2 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clobazam?mtype=generic
Diakses pada 2 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a612008.html
Diakses pada 2 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/clobazam-for-epilepsy-frisium-perizam-tapclob-zacco
Diakses pada 2 September 2020

Everydayhealth. https://www.everydayhealth.com/drugs/clobazam
Diakses pada 2 September 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00349
Diakses pada 2 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/clobazam.html
Diakses pada 2 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email