Clofritis 10 Tablet 10 mg

26 Sep 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 142.000/box per September 2020
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (10 mg)
Produsen
Mersifarma Tirmaku Mercusana
Clofritis tablet adalah obat untuk mengatasi gangguan kecemasan dan mengontrol kejang pada dewasa dan anak-anak. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Clofritis tablet mengandung zat aktif klobazam.

Mengatasi:

Klobazam mengontrol gejala kejang dengan menstabilkan aktivitas listrik otak Anda, yang mencegah kejang terjadi. Ini juga melemaskan otot-otot yang menegang (berkontraksi) selama kejang. Ini berarti bahwa jumlah kejang berkurang, dan yang terjadi, tidak terlalu parah. Sehingga dapat mengatasi kecemasan dan kejang.

Klobazam 10 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Gangguan kecemasan (ansietas):
    • Dosis awal: 20-30 mg/hari.
    • Pasien lanjut usia: 10-15 mg/hari.
  • Epilepsi:
    • Dewasa dan anak-anak 15 tahun ke atas:
      • Dosis awal: 5-15 mg/hari dititrasi hingga 60 mg/hari.
    • Anak-anak 3-15 tahun:
      • Dosis awal: 5 mg/kgBB/hari.
      • Dosis pemeliharaan: 0,3-1 mg/kgBB/hari.
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Merasa mengantuk, lemah, atau pusing.
    Jangan mengemudi dan jangan gunakan alat atau mesin saat terpengaruh. Jangan minum alkohol
  • Mulut kering.
    Sering-seringlah menyesap air atau cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau mengisap manisan bebas gula
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Minumlah banyak air dan cobalah makan makanan seimbang dengan banyak buah dan sayuran. Jika ini menjadi masalah, beri tahu dokter Anda
  • Merasa sakit (mual), merasa tidak stabil, koordinasi yang buruk, gerakan mata yang tidak biasa, konsentrasi yang buruk, bicara lambat, merasa pelupa atau bingung, dan nafsu makan menurun.
    Jika salah satu di antaranya menjadi mengganggu, diskusikan dengan dokter Anda
  • Merasa agresif.
    Beri tahu dokter Anda jika ini terjadi.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan minta apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Pasien dengan riwayat ketergantungan obat atau alkohol.
  • Pasien yang mengalami kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien dengan gangguan fungsi pernapasan yang berat.
  • Pasien yang mengalami sindrom gangguan tidur yang serius dimana pernapasan berulang kali berhenti (apnea tidur).
  • Pasien penderita gangguan hati yang parah.
  • Wanita hamil pada trimester 1.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien dengan ataksia tulang belakang.
  • Pasien dengan riwayat kelemahan otot.
  • Pasien yang mengalami gangguan kepribadian seperti depresi.
  • Hindari penghentian penggunaan secara mendadak dan penggunaan jangka panjang.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati ringan hingga sedang.
  • Anak-anak dan orang tua.
  • Wanita hamil pada trimester 2 hingga 3.
  • Pasien yang mengonsumsi opioid.
  • Metabolisme buruk CYP2C19.
  • Opioid.
    Penggunaan klobazam bersamaan dengan opioid dapat menyebabkan sedasi, depresi pernapasan, dan koma.
  • Antipsikotik (neuroleptik), hipnotik, ansiolitik atau sedatif, agen antidepresan, antikonvulsan, anestesi dan antihistamin sedatif.
    Klobazam dengan obat di atas dapat menyebabkan efek depresi SSP.
  • Fenitoin.
    Klobazam dapat meningkatkan efek dan kadar dari fenitoin.
  • Stiripentol, flukonazol, fluvoksamin, tiklopidin, dan omeprazol.
    Obat di atas dapat meningkatkan konsentrasi kadar dari klobazam.
  • Obat pelemas otot, analgesik, dan dinitrogen oksida.
    Efek dan kadar klobazam akan meningkat jika dikonsumsi dengan obat di atas.
  • Estrogen.
    Klobazam dapat menurunkan kadar serum kontrasepsi hormonal seperti estrogen.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clofritis?type=brief&lang=id
Diakses pada 2 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clobazam?mtype=generic
Diakses pada 2 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a612008.html
Diakses pada 2 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/clobazam-for-epilepsy-frisium-perizam-tapclob-zacco
Diakses pada 2 September 2020

Everydayhealth. https://www.everydayhealth.com/drugs/clobazam
Diakses pada 2 September 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00349
Diakses pada 2 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/clobazam.html
Diakses pada 2 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

3 Zat Beracun dalam Rokok Ini Bisa Ancam Nyawa

Zat beracun dalam rokok yang dikenal paling berbahaya,yaitu nikotin, tar, karbon monoksida. Selain itu, zat berbahaya lainnya yaitu, arsen, amonia, aseton,dsb.
23 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
3 Zat Beracun dalam Rokok Ini Bisa Ancam Nyawa

12 Cara Mengatasi Stres yang Tidak Sulit untuk Anda Lakukan

Stres merupakan gangguan mental yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa cara mengatasi stres, antara lain mencium aroma lavender, berolahraga, pergi ke luar, perbanyak senyum, dan mendengarkan lagu.
08 Apr 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
12 Cara Mengatasi Stres yang Tidak Sulit untuk Anda Lakukan

Mengenal Berbagai Penyebab Epilepsi dan Faktor Risikonya

Penyebab epilepsi dapat berbeda pada setiap pengidapnya. Mulai dari pengaruh genetik, gangguan pada otak, hingga penyakit menular bisa jadi penyebabnya.
15 Nov 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Mengenal Berbagai Penyebab Epilepsi dan Faktor Risikonya