Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Clobazam (Alias: Klobazam)

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Clobazam adalah obat penenang yang bekerja pada otak dan sistem saraf
Clobazam ditujukan pada penderita kejang akibat epilepsi maupun gangguan kecemasan.

Merk dagang yang beredar:

Anxibloc, Clobazam, Asabium, Clofritis, Proclozam, Frisium, Clobium

Clobazam merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi dan mengendalikan kejang. Obat ini termasuk golongan benzodiazepine yang bekerja pada otak dan sistem saraf pusat yang dapat menghasilkan efek menenangkan.

Clobazam (Klobazam)
Golongan

Antikonvulsan

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet, suspensi

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak-anak, dan lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Adjunct pada Epilepsi

  • Dewasa: Awalnya, 20-30 mg sehari, dapat ditingkatkan jika perlu. Maks: 60 mg setiap hari.
  • Anak: umur lebih dari 6 thn Awalnya, 5 mg setiap hari. Dosis pemeliharaan: 0,3-1 mg/kg setiap hari. Maks: 60 mg setiap hari.
  • Lansia: Mulai dengan dosis rendah (5 mg setiap hari), secara bertahap dan pemantauan ketat.

Gangguan Cemas Berat

  • Dewasa: Awalnya, 20-30 mg setiap hari dalam dosis terbagi atau sebagai dosis tunggal pada malam hari selama 2-4 minggu; hingga 60 mg setiap hari untuk pasien rawat inap.
  • Lansia: Mulai dengan dosis rendah, secara bertahap ke dosis biasa 10-20 mg setiap hari.

Aturan pakai Clobazam dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat Clobazam sebelum mengonsumsi.

Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan atau sesuai saran dari dokter. Konsumsi obat ini sebelum tidur jika Anda minum sekali sehari.

Jangan berhenti mengonsumsi obat ini secara tiba-tiba karena akan menimbulkan efek seperti sakit kepala, sulit tidur, gelisah, dan bingung. Konsultasi ke dokter untuk mengurangi dosis secara bertahap dan tindak lanjut jika terjadi efek tersebut.

Beri tahu dokter jika keadaan semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat, namun jika terjadi efek samping yang berlebihan harus langsung ditangani oleh petugas medis.

Obat Clobazam dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi, seperti mengantuk, pusing, kelelahan, sakit kepala, kenaikan berat badan, demam, batuk, mual, dan susah tidur. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping yang jarang terjadi namun serius, seperti:

  • Perubahan status mental
  • Kelemahan otot
  • Bicara cadel
  • Reaksi anafilaksis
  • Nyeri buang air kecil

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada tenaga medis profesional Anda.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis, seperti:

  • Gangguan hati dan ginjal
  • Anak-anak, lansia, dan pasien dengan kondisi lemah
  • Kehamilan
  • Pasien dengan ataksia tulang belakang atau serebral
  • Gangguan kepribadian

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat Clobazam dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Dapat menimbulkan efek depresan saat mengonsumsi antipsikotik, hipnotik-sedatif, antidepresan, analgesik, nitrit oksida (NO), dan obat kejang lainnya.
  • Efek yang ditimbulkan dapat meningkatkan dan memperpanjang efek efek obat simetidin dan eritromisin

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/clobazam-oral-route/description/drg-20075333
Diakses pada 30 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/clobazam/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 30 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-158673/clobazam-oral/details
Diakses pada 30 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top