Clobazam

Ditinjau oleh dr. Wisniaty
Clobazam digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan dan mengontrol kejang

Clobazam digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan dan mengontrol kejang

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Anxibloc, Clobazam, Asabium, Clofritis, Proclozam, Frisium, Clobium

Deskripsi obat

Clobazam digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan dan mengontrol kejang. Obat ini termasuk ke dalam golongan antikonvulsan yang berfungsi untuk mengatasi kejang pada epilepsi.

Kejang adalah gejala yang disebabkan aktivitas listrik abnormal di otak. Tempat terjadinya aktivitas listrik yang tidak normal berkaitan dengan gejala yang terjadi selama kejang. Gejala yang mungkin terjadi selama kejang dapat memengaruhi otot, perilaku, emosi, kesadaran, atau kombinasi beberapa gejala tersebut.

Clobazam digunakan dengan obat lain untuk mengontrol kejang pada orang dewasa dan anak-anak berusia 2 tahun ke atas yang memiliki sindrom Lennox-Gastaut, yaitu kelainan yang menyebabkan kejang dan sering menyebabkan keterlambatan perkembangan.

Clobazam (Klobazam)
GolonganKelas terapi : Antikonvulsan dan ansiolitik. Klasifikasi Obat : Benzodiazepin.
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, suspensi
Dikonsumsi olehDewasa, anak-anak, dan lansia
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian clobazam, antara lain:

  • Merasa sakit (mual) dan tidak stabil, koordinasi dan konsentrasi buruk, gerakan mata yang tidak biasa, bicara lambat, pelupa atau bingung, dan nafsu makan menurun
    Jika salah satu di antaranya terasa mengganggu, konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Sakit kepala
    Minumlah banyak air dan minta apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Merasa mengantuk, lemah, atau pusing
    Jangan mengemudi dan menggunakan alat atau mesin saat terpengaruh. Jangan minum alkohol.
  • Mulut kering
    Sering-seringlah minum air dan cobalah mengunyah permen karet atau mengisap manisan bebas gula.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
    Minumlah banyak air dan konsumsi makanan seimbang dengan banyak buah dan sayuran. Jika efek samping ini mengganggu, beri tahu dokter Anda.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan clobazam pada kondisi:

  • Gangguan gerak tubuh (ataksia) tulang belakang
  • Riwayat kelemahan otot
  • Gangguan kepribadian, seperti depresi
  • Gangguan fungsi hati ringan hingga sedang
  • Anak-anak dan orang tua
  • Kehamilan trimester kedua dan ketiga

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Riwayat ketergantungan obat atau alkohol
  • Kelemahan otot (myasthenia gravis)
  • Gangguan fungsi pernapasan yang berat
  • Sindrom gangguan tidur yang serius yang membuat pernapasan berulang kali berhenti (apnea tidur)
  • Gangguan hati yang parah
  • Kehamilan trimester pertama dan menyusui

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan clindamycin pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kantuk parah, seperti akan pingsan
  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang tidak biasa
  • Agresif dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri
  • Masalah dengan keseimbangan atau gerakan otot

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Clobazam dapat mengalami interaksi dengan obat:

  • Opioid
    Penggunaan clobazam bersamaan opioid dapat menyebabkan kantuk, depresi pernapasan, dan koma.
  • Phenytoin
    Penggunaan bersama clobazam dapat meningkatkan efek dan kadar phenytoin dalam darah.
  • Estrogen
    Penggunaan clobazam bersama estrogen dapat menurunkan kadar serum kontrasepsi hormonal, seperti estrogen.
  • Simetidin
    Penggunaan simetidin dapat mengurangi pengeluaran atau klirens plasma clobazam, serta meningkatkan waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat dan konsentrasi clobazam, sehingga kadarnya akan tinggi dalam darah

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clobazam?mtype=generic
Diakses pada 4 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a612008.html
Diakses pada 4 Februari 2021

Patient. https://patient.info/medicine/clobazam-for-epilepsy-frisium-perizam-tapclob-zacco
Diakses pada 4 Februari 2021

Everydayhealth. https://www.everydayhealth.com/drugs/clobazam
Diakses pada 4 Februari 2021

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00349
Diakses pada 4 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/clobazam.html
Diakses pada 4 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email