Clinidac Oral Solution 30 ml

23 Okt 2020| Dea Febriyani
Clinidac oral solution adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri.

Deskripsi obat

Clinidac oral solution adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi tulang, dan infeksi kulit. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Clinidac oral solution mengandung zat aktif klindamisin.
Clinidac Oral Solution 30 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaKlindamisin hidroklorida.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatLinkomisin.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 30 ml
ProdusenPharos Indonesia

Informasi zat aktif

Klindamisin merupakan antibiotik yang termasuk dalam golongan linkomisin yang bekerja dengan menghambat pembentukan (sintesis) protein bakteri dengan mengikat secara sementara (reversibel) ke subunit ribosom 50S, sehingga mencegah pembentukan ikatan peptida, pembentukan ribosom, dan proses sintesis protein yang terjadi di ribosom (translasi), sehingga menghambat pertumbuhan sel bakteri. Obat ini dapat menghambat atau menghentikan pertumbuhan bakteri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, klindamisin diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Sebagai klindamisin hidroklorida: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan (kira-kira 90%). Oral: Mengurangi tingkat penyerapan dengan makanan. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak terjadi dalam 1 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas dalam cairan tubuh (kecuali cairan serebrospinal) dan jaringan, termasuk tulang. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma lebih dari 90%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati terutama melalui oksidasi untuk membentuk klindamisin sulfoksida (metabolit utama) dan N-desmethylclindamycin (metabolit minor).
  • Ekskresi: Melalui urin sekitar 10% dan sisanya sebagai metabolit tidak aktif.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri seperti:

Klindamisin merupakan antibiotik linkomisin yang bekerja dengan memperlambat atau menghentikan pertumbuhan bakteri. Klindamisin bekerja dengan menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat ke 23S RNA dari subunit 50S ribosom bakteri. Klindamisin menghambat pembentukan ribosom dan proses sintesis protein yang terjadi di ribosom (translasi) sehingga dapat menghambat pertumbuhan sel bakteri.

Komposisi obat

Klindamisin hidroklorida 10 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa:
    • Infeksi serius: 150-300 mg setiap 6 jam.
    • Infeksi yang lebih serius: 300-450 mg tiap 6 jam.
  • Anak: 
    • Infeksi serius: 8-16 mg/kgBB dibagi dalam 3-4 kali pemberian.
      Dosis dihitung dengan cara mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Merasa mual atau muntah dan rasa tidak nyaman pada perut.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana, hindari makanan yang kaya rasa atau makanan pedas. Cobalah untuk mengonsumsi obat ini setelah makan untuk mengurangi rasa mual.
  • Ruam dan gatal pada kulit.
    Jika ini menjadi masalah atau parah, segera hubungi dokter Anda.
  • Iritasi pada tenggorokan.
    Ingatlah untuk meminum kapsul dengan segelas penuh air. Jika iritasi menjadi mengganggu, segera hubungi dokter Anda.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Sensasi rasa terbakar pada dada yang disebabkan karena naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat penyakit pada saluran pencernaan seperti kolitis.
  • Pasien yang mengalami peradangan pada selaput otak (meningitis).
  • Pasien penderita gangguan hati yang parah.
  • Pasien dengan kondisi lemah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Anak-anak.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang menerima vaksin atau menjalani imunisasi.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap linkomisin, klindamisin, dan antibiotik sejenisnya.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Warfarin, fluindion, dan asenokumarol.
    Klindamisin jika dikonsumsi bersama obat di atas dapat meningkatkan tes pembekuan darah (koagulasi) seperti waktu protombin dan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Makrolida, ketolides, streptogramins, linezolid, dan kloramfenikol.
    Klindamisin dapat menghambat efek dari obat di atas sehingga akan menurunkan efektivitas obat tersebut.
  • Agen penghambat neuromuskuler seperti vekuronium bromida.
    Klindamisin dapat meningkatkan kerja dari agen penghambat neuromuskuler sehingga akan meningkatkan risiko terjadinya efek samping obat di atas.
  • Parasimpatomimetik.
    Klindamisin dapat menghasilkan efek yang berlawanan dari parasimpatomimetik.
  • Rifampisin.
    Klindamisin dapat menurunkan kadar dan efek dari rifampisin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika anda mengalami diare yang berair atau berdarah, segera hentikan penggunaan klindamisin dan hubungi dokter Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clindamycin
Diakses pada 30 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682399.html
Diakses pada 30 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/clindamycin.html
Diakses pada 30 September 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/clindamycin-drug.htm#side_effects
Diakses pada 30 September 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/clindamycin-oral-capsule#about
Diakses pada 30 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/clindamycin-capsules-for-infection-dalacin-c
Diakses pada 30 September 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB01190
Diakses pada 30 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12235/clindamycin-hcl-oral/details
Diakses pada 9 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Apa yang Harus Dilakukan untuk Melindungi Kesehatan Saat Hadapi Kabut Asap?

Selain membahayakan keselamatan berkendara karena memperpendek jarak pandang, kabut asap pun berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Oleh karena itu, ada sejumlah langkah yang penting Anda lakukan ketika menghadapi kabut asap, untuk melindungi kesehatan diri sendiri dan keluarga.
11 Sep 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Apa yang Harus Dilakukan untuk Melindungi Kesehatan Saat Hadapi Kabut Asap?

Obat Koreng di Apotik dan Alami yang Bisa Digunakan Agar Luka Lebih Cepat Sembuh

Obat koreng bisa digunakan agar proses penyembuhan luka dapat berlangsung cepat. Anda bisa mengobatinya dengan petroleum jelly hingga cairan povidone-iodine. Selain itu, obat koreng alami juga bisa diandalkan.Baca selengkapnya
Obat Koreng di Apotik dan Alami yang Bisa Digunakan Agar Luka Lebih Cepat Sembuh

Naik Mobil Pakai Masker Perlu atau Tidak? Ini Kata Dokter

Kata dokter, menggunakan masker meski sedang berkendara sendiri di dalam mobil, bisa memberikan perlindungan ekstra yang mungkin saja dibutuhkan. Intinya, masker adalah proteksi penting yang penggunaannya perlu terus digalakkan.
18 Sep 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Naik Mobil Pakai Masker Perlu atau Tidak? Ini Kata Dokter