no-image-drug
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 53.075/box per Juni 2020
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 10 tablet
Produsen Interbat

Cliad tablet adalah kombinasi obat yang digunakan untuk terapi tambahan pada luka pada dinding lambung dan mengobati iritasi usus (irritable bowel syndrome). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cliad tablet mengandung zat aktif klidinium bromida dan klordiazapoksid yang mampu mengurangi asam lambung dan mengurangi kejang usus.

Mengobati:

  • Klidinium bromida 2,5 g.
  • Klordiazepoksida 5 g.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1-2 tablet sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Lanjut usia:
    • Dosis awal: 1 tablet sebanyak 2 kali/hari.

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong atau 30-60 menit sebelum makan dan menjelang tidur malam.

  • Mulut kering.
  • Penglihatan kabur.
  • Gangguan berkemih.
  • Mengantuk.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Erupsi kulit.
  • Pembengkakan akibat penumpukan pada jaringan atau organ (edema).
  • Mual.
  • Reaksi alergi.
  • Menstruasi tidak teratur.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Gangguan koordinasi.
  • Kesulitan mengeluarkan urin.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Gejala ekstrapiramidal.
  • Perubahan libido.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Pusing.
  • Lelah.
  • Kelainan pada darah (diskarsia darah).
  • Perubahan warna kekuningan pada kulit, bagian putih dari mata, dan membran mukosa (ikterus).
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien yang mengalami pembesaran atau pembengkakan pada kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien penderita penyumbatan pada leher kandung kemih (obstruksi leher kandung kemih jinak).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengalami depresi pernapasan.
  • Pasien riwayat peradangan mukosa esofagus (refluks esofagitis).
  • Pasien usia lanjut.
  • Pasien dalam kondisi lemah.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Anak-anak.
  • Hindari penggunaan bersama depresan susunan saraf pusat termasuk alkohol.
  • Hindari penghentian terapi secara tiba-tiba.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pada penggunaan jangka panjang harus dilakukan tes uji darah.
  • Melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot.
  • Alkohol.
  • Depresan susunan saraf pusat.
  • Antidiare.
  • Antasida.
  • Antikolinergik lain.
  • Antimiastenia.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cliad?type=brief&lang=id
Diakses pada 11 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/librax-chlordiazepoxide-clidinium-999569#0
Diakses pada 11 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/chlordiazepoxide-and-clidinium.html
Diakses pada 11 Juni 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/klordiazepoksid-klidinium-bromida
Diakses pada 11 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait