Clavamox sirup digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran urogenital, infeksi kulit, infeksi tulang dan sendi
Clavamox sirup digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran urogenital, infeksi kulit, infeksi tulang dan sendi
Clavamox sirup digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran urogenital, infeksi kulit, infeksi tulang dan sendi
Clavamox sirup digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran urogenital, infeksi kulit, infeksi tulang dan sendi
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 98.560/botol per April 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Kalbe Farma

Clavamox sirup adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran cerna, kulit, sendi, dsb. Clavamox merupakan obat keras dan harus dengan resep dokter. Obat ini mengandung amoksisilin sebagai zat aktif.

Diindikasikan untuk pengobatan:
-Infeksi saluran nafas bagian atas: Tonsilitis, sinusitis, otitis media.
-Infeksi saluran nafas bagian bawah: Bronkitis akut,kronis dan bronkopneumonia.
-Infeksi saluran kemih: Uretritis, sistitis, pielonefritis.
-Infeksi kulit dan jaringan lunak: Bisul, selulitis, dan luka yang terinfeksi.
-Infeksi Tulang dan sendi: Osteomielitis.
-Infeksi gigi: Abses dentoalveolar.
-Infeksi lain: Infeksi setelah pengguguran kandungan (abortus), infeksi pada rahim (sepsis puerperalis), infeksi di bagian perut (sepsis intra-abdominal).

Tiap 5 ml: Amoksisilin Trihidrat setara dengan Amoksisilin 125 mg Kalium Klavulanat setara dengan Asam Klavulanat 31,25 mg

Dosis untuk Pengobatan Infeksi:
-Anak-anak <1 tahun: 2 ml sebanyak 3 kali/hari
-Anak-anak 1-6 tahun (10-18 kg): 1 sendok teh sebanyak 3 kali/hari.
-Anak-anak >6 tahun (18-40 kg): 2 sendok teh sebanyak 3 kali/hari.

Untuk melarutkan Clavamox sirup kering 60 ml: tambahkan air 58 ml dan kocok baik-baik sampai semua bubuknya larut. Setelah dicampur, suspensi ini perlu disimpan di tempat kering serta sejuk (2-8°C) dan tidak boleh digunakan setelah 7 hari.

-Diare, mual, muntah, gangguan pencernaan, radang usus besar (kolitis pseudomembranosa) dan infeksi jamur (kandidiasis).
-Sedikit peningkatan enzim hati seperti AST dan ALT pada pemberian penisilin semi sintetis.
-Hepatitis dan penyakit kuning karena sumbatan empedu dapat bertambah berat dan berlangsung selama beberapa bulan, terutama pada pasien dewasa atau usia lanjut dan lebih sering pada penderita pria.
- Gatal-gatal (urtikaria), kemerahan pada kulit.
-Gangguan kulit lainnya seperti: eritema multiforme, sindrom Stevens Johnson, toxic epidermal necrolysis dan dermatitis eksfoliativa. Pengobatan harus dihentikan jika efek samping ini terjadi.a

-Hipersensitif terhadap golongan penisilin
-Bayi dengan ibu yang mengalami alergi penisilin
-Mempunyai riwayat gangguan fungsi hati (cholestatic jaundice) yang berhubungan dengan penggunaan penisilin atau Co-amoxiclav.

-Penderita gangguan fungsi hati berat.
-Penderita gangguan fungsi ginjal sedang dan berat, dosis harus disesuaikan sebagaimana dianjurkan.
-Wanita hamil dan menyusui tidak dianjurkan, kecuali dianggap perlu oleh dokter.
-Penggunaan dosis tinggi atau jangka lama.

Co-amoxiclav dan pengobatan antikoagulan.

Artikel Terkait