Berbagai macam infeksi bakteri, penyakit ulkus lambung dapat diobati dengan clarithromycin

Abbotic/Abbotic Granule/Abbotic XL, Bicrolid, Clacine, Clambiotic, Hecobac, Orixal.

Clarithromycin merupakan antibiotik makrolida yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Obat ini juga dapat dikombinasikan dengan obat anti-ulkus untuk mengobati beberapa jenis ulkus lambung. Clarithromycin tidak akan berfungsi untuk mengobati infeksi virus seperti flu biasa sehingga, hanya dapat mengobati infeksi bakteri. Clarithromycin bekerja dengan membunuh atau menghentikan pertumbuhan bakteri.

Clarithromycin (Klaritromisin)
Golongan

Antibiotik makrolid

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Infeksi saluran pernapasan, Infeksi kulit dan jaringan lunak, Infeksi bakteri

  • Dewasa: 500 mg 2 kali sehari untuk 2-5 hari

Infeksi bakteri mulut, infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan jaringan lunak

  • Dewasa: 250 mg 2 kali sehari, meningkat hingga 500 mg 2 kali sehari jika diperlukan atau infeksi berat dalam 7-14 hari
  • Anak-anak: 7,5 mg/KgBB selama 5-10 hari

Clarithromycin dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Penggunaan obat ini disesuaikan dengan kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Pada anak-anak, dosis diberikan berdasarkan berat badan. Untuk mendapatkan efek maksimal dari clarithromycin, gunakanlah pengingat (alarm) agar Anda dapat meminumnya di waktu yang sama setiap hari.

Jika Anda menggunakan clarithromycin untuk mengobati infeksi bakteri, tetaplah mengonsumsi obat ini sampai dengan jumlah yang ditentukan sepenuhnya selesai, bahkan jika gejala hilang setelah beberapa hari. Hindari penghentian konsumsi obat ini terlalu cepat, untuk mencegah kembalinya infeksi. Hubungi dokter jika kondisi tidak berubah atau memburuk.

Efek samping seperti diare, mual, muntah, sakit kepala, dan perubahan rasa dapat terjadi. Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Segera cari pertolongan medis jika merasakan efek samping yang serius seperti:

  • Gangguan indera pembau dan pengecap
  • Sariawan pada mulut (stomatitis)
  • Peradangan/infeksi lidah (glossitis)
  • Perubahan warna gigi
  • Gagal hati
  • Kekeruhan kornea
  • Kelemahan otot
  • Perpanjangan QT
  • Berkurangnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh (leukopenia)
  • Peningkatan kadar serum amilase
  • Nyeri otot (myalgia)
  • Nyeri sendi (arthralgia)
  • Halusinasi visual
  • Radang kelenjar pankreas (pankreatitis)
  • Berkurangnya jumlah trombosit dan sel darah (trombositopenia)
  • Peradangan usus besar (kolitis pseudomembran)

Penggunaan obat ini dalam periode waktu yang lama atau berulang dapat menyebabkan sariawan mulut atau infeksi baru.

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Gangguan ginjal atau hati
  • Penyakit arteri koroner
  • Insufisiensi jantung berat
  • Kadar magnesium yang rendah (hypomagnesaemia)
  • Gejala miastenia gravis (terputusnya komunikasi antara saraf dan otot)
  • Dalam masa kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Disfungsi hati
  • Riwayat aritmia jantung ventrikel

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Penggunaan clarithromycin dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi. Berikut ini jenis obat yang apabila digunakan bersamaan clarithromycin, bisa menimbulkan interaksi tertentu.

Jenis Obat

Interaksi

Induksi CYP3A (misalnya fenitoin, carbamazepine)

Penurunan efektivitas obat

Penginduksi kuat dari sistem CYP450 (misalnya efavirenz, rifampicin)

Peningkatan metabolisme, penurunan kadar plasma klaritromisin

Ritonavir

Hambatan metabolisme clarithromycin

Obat untuk gagal jantung (digoxin)

Peningkatan risiko toksisitas

Obat hipoglikemik oral (misalnya pioglitazone) dan insulin

Peningkatan risiko hipoglikemia

Jangan melakukan vaksin atau imunisasi, karena clarithromycin dapat menyebabkan bakteri vaksin hidup, seperti pada vaksin tifoid.

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/clarithromycin-oral-route/description/drg-20067672
Diakses pada 28 Oktober 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clarithromycin
Diakses pada 28 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5030-7015/clarithromycin-oral/clarithromycin-oral/details
Diakses pada 28 Oktober 2018

Artikel Terkait