Clarinase Tablet

15 Okt 2020
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 5 strip @ 10 tablet
Produsen
Bayer Indonesia

Clarinase tablet adalah obat untuk mengatasi gejala rhinitis alergi dan pilek (common cold) seperti hidung tersumbat, bersin, dan rongga hidung dipenuhi lendir (rinorea). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Clarinase tablet mengandung zat aktif loratadin dan pseudoefedrin sulfat.

  • Mengatasi gejala rhinitis alergi dan pilek (common cold).
  • Hidung tersumbat.
  • Bersin.
  • Rongga hidung dipenuhi lendir (rinorea).

Loratadin adalah antihistamin kerja panjang yang menghalangi aksi histamin yang menyebabkan beberapa gejala reaksi alergi. Loratadin memblokir satu jenis reseptor histamin (reseptor H1) dan dengan demikian mencegah aktivasi sel dengan reseptor H1 oleh histamin sehingga dapat mengehentikan reaksi alergi yang terjadi. Pseudoefedrin melegakan hidung tersumbat (dekongestan) dengan menyebabkan pembuluh darah menyempit.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 tablet sebanyak 2 kali/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan dan tablet harus ditelan utuh.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan dan jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit, Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi gabapentin. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau parah.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
    Jika Anda mengalami kesulitan tidur (insomnia), beberapa hal sederhana seperti membatasi kafein di sore dan malam hari, menjaga kamar tetap gelap dan tenang, serta tidur dan bangun pada waktu yang ditentukan setiap hari dapat membantu.
  • Pusing.
    Jika obat ini membuat Anda pusing, hentikan penggunaan, dan duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi, bersepeda, atau menggunakan perkakas atau mesin jika Anda merasa pusing. Jangan minum alkohol karena akan membuat kondisi Anda merasa lebih buruk. Bicaralah dengan dokter jika efek samping ini berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau menghisap permen bebas gula.
  • Perasaan gugup.
  • Mimisan (epistaksis).
  • Peradangan tenggorokan (faringitis).
  • Kelelahan.
  • Detak jantung cepat (takikardia).
  • Tekanan darah rendah ketika seseorang berdiri atau berbaring (hipotensi postural).
  • Kesulitan buang air kecil (retensi urin).
  • Pasien dengan tekanan dalam mata terlalu tinggi (glaukoma sudut tertutup).
  • Pasien yang kesulitan buang air kecil (retensi urin).
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang berat.
  • Pasien dengan penyakit jantung koroner yang berat.
  • Pasien dengan kadar hormon tiroid yang tinggi (hipertiroidisme).
  • Pasien yang mengonsumsi obat monoamine oxidase inhibitors (MAOI).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan pembesaran prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
  • Paisen dengan gula darah tinggi (diabetes melitus).
  • Lansia.
  • Duloksetin.
    Penggunaan bersama obat kombinasi loratadin dan pseudoefedrin dengan dulkosetin dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.
  • Albuterol dan formoterol
    Menggunakan albuterol atau formoterol bersama dengan pseudoefedrin dapat meningkatkan efek samping kardiovaskular seperti peningkatan denyut jantung dan tekanan darah atau irama jantung tidak teratur.
  • Levotiroksin.
    Menggabungkan obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko efek samping kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, jantung berdebar (palpitasi), nyeri dada, dan detak jantung tidak teratur.
    Ritonavir, amprenavir, eritromisin, simetidin, ketokocazol.
    Obat-obatana tersebut dapat meningkatkan penyerapan dan kadar loratadin dalam darah sehingga berpotensi menyebabkan meningkatnya risiko efek samping dari loratadin.
  • Atomoksetin.
    Penggunaan bersama atomoksetin dapat meningkatkan efek samping seperti penurunan kesadaran (somnolen) dan perasaan marah atau gelisah (agitasi).
  • Sibutramin.
    Penggunaan bersama sibutramin dapat meningkatkan tekanan darah atau detak jantung.
  • linezolid and selegilin.
    Penggunaan bersama obat tersebut dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Bromosiptin.
    Penggunaan bersama bromosiptin dapat meningkatkan risiko pasien mengalami gangguan membedakan realita (psikosis).
  • Obat monoamine oxidase inhibitors (MAOI).
    Penggunaan bersama obat MAOI dapat meningkatkan risiko krisis tekanan darah tinggi (hipertensi).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/loratadine%20+%20pseudoephedrine?mtype=generic
Diakses pada 17 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/loratadine-pseudoephedrine.html
Diakses pada 17 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-2625-6204/loratadine-pseudoephedrine-oral/loratadine-pseudoephedrine-sustained-release-oral/details
Diakses pada 17 September 2020

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/loratadine_and_pseudoephedrine/article.htm#what_is_loratadine/pseudoephedrine_how_does_it_work_mechanism_of_action
Diakses pada 17 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

4 Kondisi Ini Bisa Menyebabkan Hidung Tersumbat pada Bayi

Hidung tersumbat pada bayi terjadi ketika pembuluh darah dan jaringan dalam rongga hidung tertutup karena terlalu banyak cairan. Kasus ini lebih sering terjadi pada bayi dibawah umur 6 bulan dan mengakibatkan kesulitan dalam menyusui karena tidak dapat bernafas dengan baik melalui hidungnya.
26 May 2019|Giovanni Jessica
Baca selengkapnya
4 Kondisi Ini Bisa Menyebabkan Hidung Tersumbat pada Bayi

7 Manfaat Humidifier untuk Kesehatan Keluarga Anda

Humidifier adalah alat yang digunakan untuk menambah kelembapan dalam ruangan. Namun, terdapat beberapa manfaat humidifier yang baik bagi kesehatan dalam mengatasi masalah akibat udara kering.
07 Feb 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
7 Manfaat Humidifier untuk Kesehatan Keluarga Anda

Apa Saja Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa?

Tak hanya terjadi pada anak-anak, mimisan juga bisa dialami orang dewasa, bahkan dengan kondisi lebih parah. Mimisan bisa menjadi hal yang umum terjadi, tapi dapat pula menjadi tanda dari kondisi yang serius.
04 Jun 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Apa Saja Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa?