Claneksi forte sirup kering 60 ml obat untuk mengobati infeksi saluran napas bagian atas, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan sendi.
Claneksi forte sirup kering 60 ml obat untuk mengobati infeksi saluran napas bagian atas, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan sendi.
Claneksi forte sirup kering 60 ml obat untuk mengobati infeksi saluran napas bagian atas, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan sendi.
Claneksi forte sirup kering 60 ml obat untuk mengobati infeksi saluran napas bagian atas, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan sendi.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 94.463/botol (60 ml) per Oktober 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Sanbe Farma

Claneksi forte adalah obat untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri seperti infeksi saluran napas bagian atas, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan sendi. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Claneksi forte mengandung zat aktif amoxicillin.

Mengobati:
Infeksi saluran napas bagian atas:

  • Amandel mengalami peradangan atau inflamasi (tonsilitis).
  • Inflamasi atau peradangan pada dinding sinus (sinusitis).
  • Infeksi pada telinga bagian tengah, tepatnya pada rongga di belakang gendang telinga (otitis media).

Infeksi saluran napas bagian bawah:

  • Infeksi jangka pendek yang menyebabkan saluran udara di dalam paru-paru membengkak dan terisi dengan lendir (bronkitis akut).
  • Peradangan pada saluran bronkial, yaitu saluran pernapasan yang membawa udara ke paru-paru (bronkitis kronis).
  • Infeksi yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur (bronkopneumonia).

Infeksi kulit dan jaringan lunak:

  • Kumpulan nanah yang dikelilingi oleh dinding jaringan (abses).
  • Infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawah kulit. Hal ini terjadi ketika bakteri masuk dari kulit yang terbuka (luka) dan menyebar (selulitis).
  • Bisul.

Infeksi tulang dan sendi:

  • Infeksi tulang yang disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh lewat luka atau penyebaran infeksi lewat darah (osteomielitis).

Infeksi gigi:

  • Kumputan pus yang berada pada tulang alveolar sekitar apeks gigi akibat kematian pulpa (abses dentoaliveolar).

Infeksi lain:

  • Sepsis aborsi
  • Infeksi bakteri yang parah pada uterus (rahim), umumnya terjadi beberapa hari setelah seorang ibu melahirkan (sepsis puerperal).
  • Sepsis intrabdominal.

Tiap 5 ml: Amoksilin 125/250 mg, asam klavulanat 31,25/62,5 mg

Anak-anak: 25 mg/kg sebanyak 1 kali/8 jam dosis terbagi
Usia 1 tahun ke bawah: 2 ml sebanyak 3 kali/hari
Usia 1-6 tahun (10-18 kg): 5 ml sebanyak 3 kali/hari
Usia 6 tahun ke atas (18-40 kg): 5 ml sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi bersamaan dengan makanan.

  • Diare.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Gangguan pencernaan.
  • Peradangan usus besar (kolitis pseudomembranosa).
  • Infeksi akibat jamur kandida (kandidiasis).
  • Sedikit peningkatan AST dan ALT pada pasien dengan pemberian penisilin semisintetis.
  • Peradangan hati (hepatitis).
  • Gangguan fungsi hati (cholestatic jaundice).
  • Gatal-gatal, hives, biduran (urtikaria).
  • Ruam.
  • Reaksi hipersensitivitas pada kulit yang seringkali dipicu oleh terjadinya infeksi, terutama infeksi virus seperti virus herpes simplex (eritema multiformis).
  • Penyakit kulit yang disebabkan oleh alergi atau infeksi (stevens-johnson).
  • Gangguan kulit yang jarang terjadi dan dapat membahayakan nyawa, di mana penderitanya kehilangan lapisan luar kulit (nekrolisis epiderma toksik).
  • Kulit yang kemerahan dan mengelupas pada area tubuh yang luas (dermatitis eksfoliatif).
  • Pembengkakan yang seringkali terjadi akibat reaksi alergi (angioedema).
  • Reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian (reaksi anafilaksis).
  • Infeksi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan di ruang sekitar nefron (nefritis interstisial).
  • Rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh (leukopenia sementara).
  • Jumlah trombosit dalam tubuh menurun atau berkurang dari jumlah normalnya (trombositopenia).
  • Sel darah merah hancur sebelum waktunya (anemia hemolitik).
  • Hipersensitivitas terhadap penisilin.
  • Bayu baru lahir dimana ibunya hipersensitif terhadap penisilin atau turunannya.
  • Mempunyai riwayat gangguan fungsi hati.
  • Penderita gangguan hati berat.
  • Penderita gangguan fungsi ginjal sedang sampai parah.
  • Penggunaan dosis tinggi atau jangka lama dapat menimbulkan superinfeksi.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait