Cisapride

06 Feb 2019| Maria Yuniar
Ditinjau oleh dr. Wisniaty
Efek samping dari mengkonsumsi Cisapride adalah kejang, sakit kepala, diare, hingga pingsan

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Acpulsif 5, Pridesia 5

Deskripsi obat

Cisapride merupakan obat yang digunakan untuk mengobati refluks lambung yang biasanya dirasakan seperti nyeri ulu hati (dispepsia). Obat ini meningkatkan motilitas esofagus, lambung, dan usus bergerak selama pencernaan.

Cisapride (Cisapride)
Golongan

Regulator gastrointestinal, anti kembung, anti radang

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral
Penyakit yang berhubungan dengan penurunan motilitas gastrointestinal, penyakit refluks gastro-esophageal, dispepsia non-ulkus

  • Dewasa: 5-10 mg 3-4 kali sehari. Maks: 40 mg / hari

Efek samping obat

Disetiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat cisapride dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Kejang, sakit kepala
  • Pingsan
  • Hipersensitivitas
  • Kram perut, mual, muntah, diare, meningkatkan frekuensi buang air kecil
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur

Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas , tanyakan kepada profesional perawatan kesehatan Anda.

Perhatian Khusus

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan hati atau ginjal
  • Laktasi

Di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya obat cisapride telah ditarik dari peredaran karena efek samping yang ditimbulkan berupa aritmia berat yang menyebabkan kematian.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas
  • Pendarahan saluran cerna, obstruksi atau perforasi saluran cerna
  • Pada pengguna obat antifungal golongan azole, eritromisin, claritomisin
  • Neonatus prematur
  • Kerusakan hati berat
  • Riwayat detak jantung tidak teratur, gambaran EKG abnormal, penyakit jantung, penyakit paru, dehidrasi atau muntah persisten
  • Kehamilan

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut.

Mengonsumsi obat cisapride dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Peningkatan efek sedasi golongan obat benzodiazepin dapat terjadi
  • Pada pasien yang menggunakan antikoagulan dapat terjadi pemanjangan prothrombin time
  • Hindari cisapride dengan anti alergi, antibakteri, antidepresan, antijamur, anti mual, antipsikotik dan protease-inhibitor.
  • Cisapride dapat meningkatkan penyerapan GI cimetidine dan ranitidine.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Drugs.com. https://www.drugs.com/mtm/cisapride.html
Diakses pada 18 Desember 2018

MIMS.  https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cisapride/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 18 Desember 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Nyeri Dada Sebelah Kanan, Ada Apa Gerangan?

Bukan penyakit jantung, penyebab lain nyeri dada sebelah kanan adalah asam lambung, pneumonia, pankreatitis, stres, atau karena peregangan otot yang berlebihan.
02 Oct 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Nyeri Dada Sebelah Kanan, Ada Apa Gerangan?

Asam Lambung Naik Saat Puasa? Cegah dengan 7 Cara Efektif Ini

Saat berpuasa tubuh rentan mengalami asam lambung. Menghindari makanan seperti makanan asam, pedas, dan minuman yang mengandung kafein merupakan cara mencegah asam lambung naik saat puasa.
21 May 2019|Giovanni Jessica
Baca selengkapnya
Asam Lambung Naik Saat Puasa? Cegah dengan 7 Cara Efektif Ini

Jenis Obat Sakit Dada Alami dan Medis yang Aman Dicoba

Ada banyak cara mengobati sakit dada yang bisa Anda coba. Namun ingat, pengobatan harus sesuaikan dengan penyebabnya.
14 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Jenis Obat Sakit Dada Alami dan Medis yang Aman Dicoba