Ciprolex Kaplet 500 mg

23 Okt 2020| Ajeng Prahasta
no-image-drug

Deskripsi obat

Ciprolex kaplet adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti infeksi saluran kemih dan saluran pencernaan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Ciprolex kaplet mengandung zat aktif siprofloksasin.
Ciprolex Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaSiprofloksasin
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatAntibiotik kuinolon.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg)
ProdusenMolex Ayus

Informasi zat aktif

Siprofloksasin adalah agen antiinfeksi yang termasuk dalam golongan fluorokuinolon, obat ini bekerja dengan menghambat menghambat DNA gyrase dan topoisomerase IV, keduanya penting dalam replikasi, bakteri, transkripsi, perbaikan dan rekombinasi DNA bakteri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, siprofloksasin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Cepat dan terserap dengan baik dari saluran pencernaan.kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 70-80%.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas di jaringan. Melintasi plasenta, memasuki ASI, empedu (konsentrasi tinggi), dan CSF (meninges noninflamed 10%; meninges meradang 14-37%). Pengikatan protein plasma: 20-40%.
  • Metabolisme: Sebagian dimetabolisme di hati menjadi desthyleneciprofloxacin (M1), sulphociprofloxacin (M2), oxociprofloxacin (M3), dan formylciprofloxacin (M4) dalam konsentrasi rendah.
  • Ekskresi: Melalui urin sekitar 40-50% dalm bentuk obat tidak berubah, sekitar 15% sebagai metabolit. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 3-5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram negatif seperti (Escherichia coli, Haemophilus influenzae, Klebsiella pneumoniae, Legionella pneumophila, Moraxella catarrhalis, Proteus mirabilis, dan Pseudomonas aeruginosa), dan Gram positif (Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus epidermidis, Enterococcus faecalis, dan Streptococcus pyogenes).
  • Infeksi pada perut.
  • Infeksi pada tulang dan sendi.
  • Infeksi saluran kemih
  • Demam tifoid.
  • Infeksi pada kulit dan jaringan lunak.
  • Kencing nanah (gonore).
  • Infeksi saluran pencernaan.
  • Infeksi saluran pernapasan.

Siprofloksasin merupakan antibiotik spektrum luas dari kelas fluorokuinolon yang dapat melawan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif dengan menghambat topoisomerase tipe II (DNA gyrase) dan topoisomerase IV yang dapat memisahkan DNA bakteri, sehingga menghambat pembelahan sel bakteri.

Komposisi obat

Siprofloksasin 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Infeksi tulang dan sendi: 500-750 mg dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Dikonsumsi selama 3 bulan.
  • Perawatan dan anthrax: 500 mg/hari dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 60 hari.
  • Servisitis dan uretritis gonococcal: 500 mg/hari dikonsumsi dalam dosis tunggal.
  • Radang panggul: 500-750 mg dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 14 hari.
  • Infeksi saluran kemih tidak terkomplikasi: 250-500 mg/hari, dikonsumsi selama 3 hari.
  • Infeksi yang disebabkan bakteri usus: 500-750 mg, dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 5-14 hari.
  • Infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan jaringan lunak: 500-750 mg, dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 7-14 hari.
  • Otitis eksterna: 750 mg/hari, dikonsumsi selama 28 hari-3 bulan.
  • Prostatitis: 500-750 mg/hari, pada kondisi akut dikonsumsi selama 2-4 minggu dan pada kondisi kronis dikonsumsi selama 4-6 minggu.
  • Demam tifoid: 500 mg/hari, dikonsumsi selama 7 hari.

Anak-anak:

  • Perawatan dan anthrax: 10-15 mg/kg BB, dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 60 hari.
  • Dosis maksimal: 500 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan dapat dikonsumsi obat ini bersama makanan.

Efek samping obat

Efek pada saluran pencernaan:

  • Mual.
    Tetap berpegang pada makanan sederhana dan jangan makan makanan kaya rasa atau pedas saat Anda minum obat ini. Mungkin membantu untuk mengambil siprofloksasin setelah Anda makan atau ngemil.
  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan, seperti air untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi termasuk buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau buang air kecil berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Muntah.
  • Gangguan pencernaan.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Nyeri pada perut.
  • Diare.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Kesulitan menelan (disfagia).

Efek pada sistem saraf:

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Letih.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan kondisi kejiwaan seperti marah dan gelisah dengan atau tanpa disertai pemicu (agitasi).
  • Gangguan gerakan gemetar yang tidak terkendali (tremor).

Reaksi alergi:

  • Erupsi kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Kemerahan pada kulit.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Demam obat.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).

Efek pada ginjal:

  • Infeksi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada ginjal.
  • Gagal ginjal.
  • Poliuria.
  • Peradangan pada vagina.

Efek pada hati:

  • Peradangan pada hati.

Efek pada kardiovaskular:

  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Peningkatan tekanan darah hingga di atas normal (hipertensi).
  • Sakit kepala sebelah (migrain).
  • Sensasi panas dan kemerahan pada wajah.
  • Pingsan.
  • Nyeri sendi.
  • Lemas.
  • Nyeri otot.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Sesak napas.

Efek pada darah:

  • Peningkatan kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Penurunan kadar sel darah putih dalam darah (leukositopenia).
  • Anemia.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).

Perhatian Khusus

  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang memiliki riwayat atau risiko mengalami gangguan irama jantung.
  • Pasien yang memiliki ambang kejang yang lebih rendah.
  • Pasien penderita peradangan pada sendi atau rheumatoid arthritis.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati.
  • Pasien yang mengalami kekurangan G6PD.
  • Pasien yang mengalami infeksi virus.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan ciprolex kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Jangan dikonsumsi bersama dengan tizanidin.
  • Pasien penderita epilepsi atau pasien dengan gangguan kejang.
  • Pasien yang memiliki riwayat tendon pecah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan riwayat melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot (myasthenia gravis).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antasida seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida, suplemen mengandung zat besi dan zink.
    Antasida dapat menyebabkan penurunan penyerapan dari siprofloksasin.
  • Metotreksat.
    Siprofloksasin dapat meningkatkan toksisitas metotreksat.
  • Probenesid.
    Penggunaan bersama probenesid dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi plasma.
  • Tizanidin.
    Tizanidin dapat menyebabkan efek penurunan tekanan darah di bawah batas normal (hipotensi) dan efek sedatif.
  • Deksametason.
    Penggunaan bersama siprofloksasin dapat menyebabkan peningkatan risiko gangguan tendon yang parah.
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama siprofloksasin dapat meningkatkan efek penghambat pembekuan darah.
  • Obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) seperti asam mefenamat.
    Penggunaan obat di atas dapat menyebabkan terjadinya kejang.
  • Teofilin, metilsantin, kafein, klozapin, dan tizanidin.
    Dapat meningkatkan kadar obat dalam darah dan dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Glibenklamid.
    Penggunaan bersama siprofloksasin dapat meningkatkan efektivitas antidiabetes.
  • Kuinidin, prokainamid, amiodaron, dan sotalol.
    Dapat menyebabkan perpanjangan interval QT.
  • Susu, produk kalsium, multivitamin, dan suplemen mineral yang mengandung zat besi, zink, dan kalsium.
    Dapat menurunkan kadar siprofloksasin dalam tubuh.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti menggunakan siprofloksasin dan hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami: sakit kepala, lapar, mudah tersinggung, mati rasa, kesemutan, rasa sakit yang membakar, kebingungan, kecemasan, masalah dengan memori atau konsentrasi, pikiran untuk bunuh diri, atau sakit mendadak atau gangguan gerakan pada sendi Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ciprofloxacin
Diakses pada 1 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/ciprofloxacin.html
Diakses pada 1 Oktober 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a688016.html
Diakses pada 1 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7748/ciprofloxacin-oral/details
Diakses pada 1 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Meski Seksi, Pakaian Ketat Bisa Picu Gangguan Kesehatan Ini

Pakaian ketat mungkin cocok digunakan untuk beberapa acara tertentu. Namun menggunakannya dalam durasi lama dan jangka panjang bisa membahayakan kesehatan.
06 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Baca selengkapnya
Meski Seksi, Pakaian Ketat Bisa Picu Gangguan Kesehatan Ini

Waspadai Gejala Pembengkakan Limpa yang Bisa Berbahaya

Splenomegali atau pembengkakan limpa adalah kondisi yang terjadi ketika organ limpa membesar melebihi ukuran normalnya. Kondisi ini umumnya ditandai dengan nyeri pada perut kiri bagian atas.
11 Sep 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Waspadai Gejala Pembengkakan Limpa yang Bisa Berbahaya

Panas Dalam pada Anak, Coba Redakan dengan Minuman Hangat

Panas dalam pada anak sangat wajar terjadi, pengobatannya bergantung pada pemicunya. Panas dalam pada anak adalah indikasi penyakit lain seperti demam atau flu.
11 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Panas Dalam pada Anak, Coba Redakan dengan Minuman Hangat