Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Ciprofloxacin (Alias: Siprofloksasin)

Ditulis oleh Aby Rachman
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Ciprofloxacin digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri.
Ciprofloxacin digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri.

Merk dagang yang beredar:

Acipro, Aecipro, Baxolyn, Brucipro, Celsus Ciprofloxacin Eye Drops, Celsus Ciprofloxacin Otic Solution, Ciclodin, Ciclodin IV, Ciflamax, Ciflobid, Ciflomed, Ciloxan, Ciprobay/Cipobray XR, Ciproflox, Cipromax, Cipromet, Cipromet IV, Siprofil, Ciproted, Ciprovita, Ciprozan, Ciptid, Cirok, Floxil, Iprobac, Profilox, Quinoryl 500, RiteMED Ciprofloxacin, Vexcipro, Xenoflox, Xipro, Xypen, Zalvos, Ziprocap, Ziprox.

Ciprofloxacin termasuk ke dalam golongan obat yang disebut antibiotik kuinolon. Ciprofloxacin digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri. Ciprofloxacin bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Antibiotik ini tidak akan berfungsi untuk infeksi virus.

Ciprofloxacin (Siprofloksasin)
Golongan

Antibiotik Kuinolon

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Bubuk suspensi, tablet, cair

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Infeksi saluran pernapasan bagian bawah, Infeksi kulit dan jaringan lunak, Infeksi saluran pernafasan atas

  • Dewasa: 500-750 mg, dibagi untuk dua kali konsumsi per hari selama 7-14 hari. Otitis eksternal ganas: 750 mg selama 28 hari hingga 3 bulan.

Prostatitis

  • Dewasa: 500-750 mg untuk 2-4 minggu (akut) atau 4-6 minggu (kronis).

Tifoid

  • Dewasa: 500 mg selama 7 hari.

Cervicitis, uretritis Gonococcal

  • Dewasa: 500 mg sebagai dosis tunggal.

Radang panggul

  • Dewasa: 500-750 mg, dibagi untuk dua kali konsumsi per hari selama setidaknya 14 hari.

Infeksi tulang dan sendi

  • Dewasa: 500-750 mg, dibagi untuk dua kali konsumsi per hari hingga maksimal 3 bulan.

Perawatan dan Anthrax

  • Dewasa: 500 mg, dibagi untuk dua kali konsumsi per hari selama 60 hari
  • Anak-anak: 10-15 mg/kgBB, dibagi untuk dua kali konsumsi per hari selama 60 hari. (Maksimal 500 mg/dosis)

Infeksi saluran kemih (cystitis)

  • Dewasa: tidak terkomplikasi: 250-500 mg selama 3 hari; wanita pra-menopause: 500 mg sebagai dosis tunggal. Terkomplikasi: 500 mg selama 7 hari.

Infeksi oleh bakteri usus

  • Dewasa: 500-750 mg, dibagi untuk dua kali konsumsi per hari selama 5-14 hari.

Aturan pakai Ciprofloxacin dengan benar

Ciprofloxacin dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, biasanya dua kali sehari setiap 12 jam di pagi dan sore hari.  Kocok obat terlebih dahulu (untuk sirup suspensi) selama 15 detik sebelum mengonsumsinya. Jangan gunakan sendok rumah tangga sebagai alat ukur dosis, karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang tepat. Jika ingin mengonsumsi obat lain, sebaiknya minum obat ciprofloxacin 2 jam sebelum atau 6 jam setelah menggunakan obat lain. Tujuannya, agar tidak mengurangi efektivitas atau manfaat dari obat tersebut. Hindari mengonsumsi jus kaya kalsium atau  makanan kaya kalsium, seperti yogurt dan susu. Sebab, hal ini juga dapat menurunkan efek atau manfaat dari obat ciprofloxacin.

Gunakanlah pengingat waktu (alarm) untuk mengonsumsi obat tersebut di waktu yang sama setiap hari, sehingga Anda memperoleh manfaat obat ciprofloxacin secara maksimal. Menghentikan penggunaan obat terlalu cepat dapat menyebabkan kembalinya infeksi. Anda sangat disarankan terus mengonsumsi obat ini sampai jumlah yang ditentukan sepenuhnya selesai, bahkan jika gejala hilang setelah beberapa hari.  Konsultasikan kepada dokter jika keadaan Anda tidak berubah atau menjadi lebih buruk.

Efek Samping

Efek samping seperti mengantuk, mual, diare, pusing, sakit kepala, atau kesulitan tidur dapat terjadi. Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Segera cari pertolongan medis jika merasakan efek samping yang serius seperti:

  • Memar/perdarahan
  • Tanda-tanda masalah ginjal
  • Tanda-tanda masalah hati
  • Diare terus-menerus
  • Lendir dalam feses
  • Mata/kulit menguning

Jangan menggunakan obat antidiare jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, karena obat tersebut dapat memperburuk efek samping dari ciprofloxacin. Munculnya sariawan mulut atau infeksi ragi vagina bisa terjadi akibat penggunaan obat dalam periode waktu yang lama atau berulang. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda melihat bercak putih di mulut, perubahan keputihan, atau gejala lainnya.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika obat dapat memperparah gejala miastenia gravis, atau kondisi medis seperti:

  • Alergi ciprofloxacin, antibiotik kuinolon lain seperti norfloksasin, gemifloxacin, levofloxacin, moksifloksasin, atau ofloxacin
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Gangguan hati dan ginjal
  • Menerima transplantasi ginjal atau jantung atau paru-paru
  • Kejang

Ciprofloxacin dapat memengaruhi irama jantung (perpanjangan QT) yang menyebabkan detak jantung cepat atau tidak beraturan, dan gejala lainnya seperti pusing dan pingsan yang membutuhkan perhatian medis. Risiko perpanjangan QT akan meningkat dalam kondisi medis tertentu seperti gagal jantung, detak jantung lambat, serta perpanjangan QT pada EKG.  Mengonsumsi obat lain secara bersamaan yang dapat menyebabkan perpanjangan QT.

Selain itu, kadar potasium atau magnesium yang rendah di dalam darah juga dapat meningkatkan risiko perpanjangan QT. Hindari konsumsi minuman yang mengandung alkohol, karena hal ini menyebabkan pusing yang berlebih. Obat ini membuat Anda menjadi lebih sensitif terhadap matahari. Kurangi aktivitas di luar ruangan. Gunakanlah pakaian pelindung dan tabir surya jika berada di luar ruangan. Hubungi dokter jika kulit menjadi kemerahan, lecet atau terbakar akibat matahari.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap ciprofloxacin

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Menggunakan ciprofloxacin dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi tertentu.  Penggunaannya bersamaan dengan antiaritmia kelas IA (misalnya quinidine, procainamide), antiaritmia kelas III (misalnya amiodarone, sotalol), TCA, makrolida dan antipsikotik dapat menghasilkan efek tambahan pada perpanjangan interval QT. Selain itu, pemakaian ciprofloxacin bersamaan kortikosteroid, dapat meningkatkan risiko gangguan tendon berat.

Masih ada tiga interaksi lainnya, jika ciprofloxacin dipakai bersama obat lain. Pertama, peningkatan konsentrasi plasma substrat CYP1A2 seperti clozapine, ropinirole, dan theophylline. Kedua, efek antikoagulan oral seperti pengenceran darah (warfarin dan glibenclamide). Ketiga, pengurangan penyerapan dengan multivitamin oral dan suplemen mineral yang mengandung kation divalen atau trivalen (misalnya Fe, Zn, Ca).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ciprofloxacin-oral-route/description/drg-20072288
Diakses 28 Oktober 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ciprofloxacin
Diakses 28 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7748/ciprofloxacin-oral/details
Diakses 28 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top