Cipram tablet adalah obat utnuk mengatasi depresi dan gangguan panik.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 1 strip @ 14 tablet (20 mg)
Cipram tablet adalah obat untuk mengatasi depresi, gangguan panik, dan Obsessive Compulsive Disorder (OCD) yaitu suatu gangguan yang membuat seseorang terus berpikir dan melakukan suatu tindakan secara berulang. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cipram tablet mengandung zat aktif sitalopram.

Sitalopram atau obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) bekerja memblokir serotonin agar tidak terserap kembali oleh sel saraf yang menyebabkan peningkatan konsentrasi serotonin.

Sitalopram 20 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Depresi:

  • Dewasa: 20 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga maksimum 60 mg/hari tergantung dari respon dan kondisi tiap pasien.
  • Lansia usia 65 tahun ke atas: 20 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga maksimum 40 mg/hari tergantung dari respon dan kondisi tiap pasien.

Gangguan Panik:

  • Dewasa: 10 mg/hari untuk satu minggu pertama, dosis ditingkatkan menjadi 20 mg/hari hingga dosis maksimum 40 mg/hari.

Obsessive-Compulsive Disorder (OCD): Dewasa: Dosis awal 20 mg, dapat ditingkatkan hingga maksimum 60 mg/hari. Lansia: Setengah dari dosis dewasa dan dosis maksimum 40 mg/hari.

Dikonsumsi dengan atau tanpa makan dan tablet harus ditelan utuh.
  • Mulut kering.
    Mulut kering dapat terjadi akibat mengonsumsi obat-obatan antidepresan. Salah satu cara untuk mengatasi efek samping mulut kering adalah dengan mencoba untuk mengunyah permen karet bebas gula.
  • Keringat yang berlebihan.
    Cobalah untuk mengenakan baju yang tidak terlalu tebal, gunakan produk deodoran atau anti keringat, dan gunakan kipas untuk menjaga ruangan tetap sejuk. Jika tidak membantu, Anda dapat menggunakan produk deodoran atau produk anti keringat yang lain.
  • Kesulitan tidur.
    Kesulitan tidur dapat menyebabkan Anda tidak semangat dalam menjalankan aktivitas dan dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda. Kesulitan tidur dapat diatasi dengan mengonsumsi sitalopram di pagi hari.
  • Mengantuk.
    Konsumsi sitalopram di malam hari dan hentikan konsumsi alkohol. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin jika mengantuk. Jika tidak hal tersebut tidak membantu, segera hubungi dokter.
  • Lemah dan lelah.
    Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda merasa tubuh terasa lemah dan lelah. Sebaiknya, hentikan konsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan dan kondisi kesehatan Anda.
  • Pasien yang alergi terhadap sitaslopram.
  • Pasien yang melakukan pengobatan dengan bersamaan dengan obat inhibitor monoamin oxidase (MAOIs).
  • Pasien dengan gangguan jantung karena dapat mengganggu detak jantung.
  • Pasien yang menderita tekanan tinggi pada mata (glauokoma).
  • Pasien yang menderita kejang (epilepsi).
  • Pasien yang memiliki gula darah tinggi (diabetes mellitus).
  • Wania hamil atau berencana untuk hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Anak-anak dan remaja usia 18 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien dengan riwayat kejang.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
    • Obat antikoagulan: Warfarin.
      Penggunan bersama sitalopram meningkatkan efek pengenceran darah (antikoagulan).
    • Obat inhibitor monoamin oxidase (MAOIs).
      Penggunan bersama sitalopram meningkatkan meningkatnya kadar serotonin dalam tubuh (sindrom serotonin).
MIMS. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/cipram?type=fullDiakses pada 29 Juli 2020MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/citalopramDiakses pada 29 Juli 2020Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/citalopram/Diakses pada 29 Juli 2020Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00215Diakses pada 29 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait