Cipram Tablet 20 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Cipram tablet adalah obat utnuk mengatasi depresi dan gangguan panik.

Deskripsi obat

Cipram tablet adalah obat untuk mengatasi depresi, gangguan panik, dan Obsessive Compulsive Disorder (OCD) yaitu suatu gangguan yang membuat seseorang terus berpikir dan melakukan suatu tindakan secara berulang. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cipram tablet mengandung zat aktif sitalopram.
Cipram Tablet 20 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaSitalopram.
Kelas terapiAntidepresan, antisiolitik.
Klasifikasi obatSelective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI).
Kemasan1 box isi 1 strip @ 14 tablet (20 mg)

Informasi zat aktif

Sitalopram atau obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) bekerja memblokir serotonin agar tidak terserap kembali oleh sel saraf yang menyebabkan peningkatan konsentrasi serotonin.

  • Absorpsi: Secara cepat dan baik diabsorbsi di saluran cerna. Ketersediaan hayati sekitar 80%. Waktu puncak konsentrasi plasma: 2-4 jam.
  • Distribusi: Sitalopram bersifat sangat lipofilik dan kemungkinan didistribusikan secara luas ke seluruh tubuh termasuk sawar darah otak, ASI, dan melewati plasenta. Ikatan protein plasma adalah 80%.
  • Metabolisme: Mengalami proses demetilasi, deaminasi dan oksidasi menjadi metabolit aktif dan tidak aktif. Demetilasi membentuk metabolit aktifnya demethylcitalopram melalui isoenzim CYP3A4 dan CYP2C19 dan sebagian dimetabolisme oleh isoenzim CYP2D6.
  • Ekskresi: Sebanyak 85% melalui hati, dan sekitar 12% melalui urin dalam bentuk obat tidak berubah. Waktu paruh sekitar 36 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Sitalopram atau obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) bekerja memblokir serotonin agar tidak terserap kembali oleh sel saraf yang menyebabkan peningkatan konsentrasi serotonin.

Komposisi obat

Sitalopram 20 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Depresi:

  • Dewasa: 20 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga maksimum 60 mg/hari tergantung dari respon dan kondisi tiap pasien.
  • Lansia usia 65 tahun ke atas: 20 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga maksimum 40 mg/hari tergantung dari respon dan kondisi tiap pasien.

Gangguan Panik:

  • Dewasa: 10 mg/hari untuk satu minggu pertama, dosis ditingkatkan menjadi 20 mg/hari hingga dosis maksimum 40 mg/hari.

Obsessive-Compulsive Disorder (OCD): Dewasa: Dosis awal 20 mg, dapat ditingkatkan hingga maksimum 60 mg/hari. Lansia: Setengah dari dosis dewasa dan dosis maksimum 40 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makan dan tablet harus ditelan utuh.

Efek samping obat

  • Mulut kering.
    Mulut kering dapat terjadi akibat mengonsumsi obat-obatan antidepresan. Salah satu cara untuk mengatasi efek samping mulut kering adalah dengan mencoba untuk mengunyah permen karet bebas gula.
  • Keringat yang berlebihan.
    Cobalah untuk mengenakan baju yang tidak terlalu tebal, gunakan produk deodoran atau anti keringat, dan gunakan kipas untuk menjaga ruangan tetap sejuk. Jika tidak membantu, Anda dapat menggunakan produk deodoran atau produk anti keringat yang lain.
  • Kesulitan tidur.
    Kesulitan tidur dapat menyebabkan Anda tidak semangat dalam menjalankan aktivitas dan dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda. Kesulitan tidur dapat diatasi dengan mengonsumsi sitalopram di pagi hari.
  • Mengantuk.
    Konsumsi sitalopram di malam hari dan hentikan konsumsi alkohol. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin jika mengantuk. Jika tidak hal tersebut tidak membantu, segera hubungi dokter.
  • Lemah dan lelah.
    Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda merasa tubuh terasa lemah dan lelah. Sebaiknya, hentikan konsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan dan kondisi kesehatan Anda.

Perhatian Khusus

  • Anak-anak dan remaja usia 18 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien dengan riwayat kejang.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan cipram tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang alergi terhadap sitaslopram.
  • Pasien yang melakukan pengobatan dengan bersamaan dengan obat inhibitor monoamin oxidase (MAOIs).
  • Pasien dengan gangguan jantung karena dapat mengganggu detak jantung.
  • Pasien yang menderita tekanan tinggi pada mata (glauokoma).
  • Pasien yang menderita kejang (epilepsi).
  • Pasien yang memiliki gula darah tinggi (diabetes mellitus).
  • Wania hamil atau berencana untuk hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Obat antikoagulan: Warfarin.
      Penggunan bersama sitalopram meningkatkan efek pengenceran darah (antikoagulan).
    • Obat inhibitor monoamin oxidase (MAOIs).
      Penggunan bersama sitalopram meningkatkan meningkatnya kadar serotonin dalam tubuh (sindrom serotonin).

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika timbul rasa ingin menyakiti diri sendiri.
  • Sakit kepala, tubuh yang lemah atau kebingungan dalam waktu yang lama, dan mengalami kram atau nyeri otot yang cukup sering.

Jika Anda mengalami hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa Anda kekurangan kadar sodium, hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan ke profesional kesehatan Anda.

  • Muntah darah, batuk berdarah, urin yang berdarah, dan feses yang berwarna hitam atau merah.

Jika Anda mengalami hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa terdapat penderahan pada saluran cerna, hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan ke profesional kesehatan Anda.

  • Pendarahan dari gusi atau memar.

MIMS. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/cipram?type=full Diakses pada 29 Juli 2020 MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/citalopram Diakses pada 29 Juli 2020 Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/citalopram/ Diakses pada 29 Juli 2020 Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00215 Diakses pada 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email