Cimetidine

Cimetidine digunakan untuk mengobati kondisi asam lambung berlebih

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Cimetidine Indo Farma, Cimexol, Corsamet, Licomet, Nulcer, Sanmetidine, Tidifar, Ulcumet, Ulcusan, Ulsikur, Xepamet

Deskripsi obat

Cimetidine merupakan antagonis reseptor histamine - H2, yang digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi yang disebabkan oleh produksi asam lambung yang berlebih. Beberapa kondisi yang dapat diatasi oleh cimetidine adalah sindrom Zollinger-Ellison, esophagitis erosif, tukak lambung, gastritis (sakit maag), dan GERD. Obat ini juga dapat mencegah kerusakan yang disebabkan asam pada sistem pencernaan seperti ulkus dan kanker kerongkongan. Cimetidine bekerja dengan mengurangi jumlah produksi asam lambung.

Cimetidine (Simetidin)
Golongan

Histamine H2-receptor antagonist

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, Injeksi

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral
Pencegahan perdarahan pada saluran cerna dari stress ulceration

  • Dewasa: 200-400 mg setiap 4-6 jam.

Tukak lambung dan ulkus duodenum benign

  • Dewasa: 800 mg/hari pada waktu tidur atau 2 kali 400 mg selama 4 minggu untuk ulkus duodenum, 6 minggu untuk tukak lambung dan 8 minggu untuk tukak yang diakibatkan obat anti inflamasi nonsteroid (oains). Dapat ditingkatkan menjadi 400 mg, 4 kali sehari jika diperlukan. Pemeliharaan : 400 mg per hari pada waktu tidur atau dua kali sehari.

Insufisiensi pankreas

  • Dewasa: 800-1600 mg untuk 4 kali konsumsi, dikonsumsi 60-90 menit sebelum makan.

Dispepsia

  • Dewasa: maksimal 800 mg/hari dalam dosis terbagi.

Sindrom Zollinger-Ellison

  • Dewasa: 300-400 mg, 4 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan jika diperlukan.

Efek samping obat

Efek samping yang dapat terjadi seperti :

Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Perhatian Khusus

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Memiliki Alergi terhadap obat cimetidine atau alergi obat lainnya
  • Memiliki riwayat tukak saluran pencernaan
  • Memiliki penyakit paru-paru kronis
  • Diabetes mellitus
  • Imunitas tubuh yang lemah
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Kehamilan dan menyusui

Sebaiknya jika ingin memberikan obat cimetidine ini kepada anak-anak, tanyakan terlebih dahulu jumlah dosis yang harus konsumsi oleh anak-anak kepada dokter.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Menggunakan cimetidine dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi seperti

  • Dapat mengurangi penyerapan dari dasatinib (obat kanker), ketoconazole, itraconazole dan posaconazole (Obat anti jamur).
  • Dapat meningkatkan kadar serum fenitoin, teofilin, lidokain, hidroksizin, dan antikoagulan oral.
  • Penurunan bioavailabilitas dengan metoclopramide, sucralfate atau propantheline.
  • Antasida dapat mengurangi absorbsi obat cimetidine

Rokok dapat mempengaruhi obat ini, katakan kepada dokter jika Anda merokok dan jika Anda berhenti atau mulai merokok saat menggunakan obat ini

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/histamine-h2-antagonist-oral-route-injection-route-intravenous-route/description/drg-20068584
Diakses pada 1 Oktober 2018

MIMS.  https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cimetidine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 31 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11210/cimetidine-oral/details
Diakses pada 1 Oktober 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Waspadai Berbagai Penyebab Sakit Perut Setelah Makan

Sakit perut setelah makan tentu bisa sangat mengganggu. Tak hanya disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi, ternyata kondisi ini juga bisa terjadi akibat gangguan pada sistem pencernaan.
05 Aug 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Waspadai Berbagai Penyebab Sakit Perut Setelah Makan

Terbukti Aman, Ini Daftar Buah untuk Asam Lambung yang Bersahabat

Buah yang aman untuk asam lambung atau penderita GERD adalah yang tidak bersifat asam seperti alpukat, apel, berries, melon, persik, dan pisang.
25 Jul 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Terbukti Aman, Ini Daftar Buah untuk Asam Lambung yang Bersahabat

Muntah Busa, Apakah Kondisi Ini Berbahaya?

Muntah berbusa sendiri sebenarnya bukan suatu penyakit, melainkan gejala bahwa seseorang sedang mengalami gangguan pencernaan. Apa penyebab muntah busa putih dan adakah cara mencegahnya?Baca selengkapnya
Muntah Busa, Apakah Kondisi Ini Berbahaya?