Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Ciclosporin (Alias: Siklosporina)

Ditulis oleh Olivia
Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Ciclosporin bekerja dengan menekan reaksi imun tubuh yang dimediasi oleh sel
Ciclosporin digunakan untuk mencegah penolakan terhadap transplantasi organ

Ciclosporin merupakan inhibitor calcineurin yang bekerja dengan menekan reaksi imun tubuh yang dimediasi oleh sel. Ciclosporin digunakan untuk mencegah penolakan terhadap transplantasi organ. Ciclosporin juga dapat mengurangi peradangan pada rheumatoid arthritis (RA) aktif dan psoriasis rekalsitrans. 

Ciclosporin (Siklosporina)
Golongan

Imunosupresan

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Sirup, kapsul, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Profilaksis penolakan graft pada transplantasi sumsum tulang

Intravena

  • Dewasa: Dimulai dengan 3-5 mg / kg per hari sehari sebelum transplantasi dan berlanjut sampai 2 minggu atau sampai terapi oral dapat dimulai dengan dosis pemeliharaan 12,5 mg / kg per hari. Lanjutkan dosis pemeliharaan setidaknya 3-6 bulan.

Imunosupresi pada transplantasi organ

Intravena

  • Dewasa: Awalnya: 5-6 mg / kg per hari sebagai dosis tunggal, dosis infus selama 2-6 jam. Ganti dengan terapi oral sesegera mungkin.

Sindrom nefrotik

Oral

  • Dewasa: 5 mg / kg setiap hari, diberikan dalam 2 dosis terbagi. 
    Anak: 6 mg / kg setiap hari, diberikan dalam 2 dosis terbagi.

Psoriasis, Dermatitis atopik yang parah

Oral

  • Dewasa: Awalnya, 2,5 mg / kg per hari dalam 2 dosis terbagi. Kurangi dosis sampai didapatkan dosis efektif terendah setelah remisi tercapai. Hentikan pengobatan jika tidak ada perbaikan yang signifikan dengan dosis maksimal dalam waktu 6 minggu. Maksimal: 5 mg / kg per hari.

Reumatoid artritis 

Oral

  • Dewasa: 2,5 mg / kg per hari, dalam 2 dosis terbagi. Pengobatan harus dilanjutkan selama 6-8 minggu. Jika respons tidak signifikan, dosis dapat ditingkatkan secara bertahap. Maksimal: 4 mg / kg per hari.

Imunosupresi pada transplantasi organ

Oral

  • Dewasa: Awalnya, 10-15 mg / kg per hari, dimulai pada 4-12 jam sebelum prosedur dan dilanjutkan selama 1-2 minggu; Dosis pemeliharaan: 2-6 mg / kg per hari. Dosis yang lebih rendah dapat digunakan ketika dikombinasikan dengan imunosupresan lainnya.

Aturan pakai Ciclosporin dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat ciclosporin sebelumnya. Obat Ciclosporin dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan dan hindarilah jus anggur. Dosis diberikan berdasarkan pada kondisi medis dan respons pengobatan. Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal darinya. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan alarm atau pengingat agar obat dikonsumsi pada waktu yang sama setiap hari.

Efek Samping

Dalam setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi pada setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat ciclosporin dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Gemetar, pusing, sakit kepala,
  • Hiperkalemia
  • Hipertensi
  • Hirsutisme
  • Bengkak pada wajah
  • Retensi cairan
  • Peningkatan risiko terjadinya infeksi
  • Mual, diare, nyeri perut

Beritahukan dokter Anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada Anda.

Obat ini juga dapat menyebabkan efek samping yang berpotensi fatal seperti nefrotoksisitas dan kejang. Jika efek samping tidak menghilang atau semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Gangguan ginjal dan hati
  • Riwayat reaksi alergi
  • Anafilaksis
  • Kehamilan
  • Hiperurisemia
  • Awasi tekanan darah, elektrolit serum, fungsi ginjal dan hati.

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas
  • Neoplasma ganas
  • Hipertensi yang tidak terkontrol
  • Laktasi
  • Psoriasis

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat ciclosporin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Peningkatan kadar ciclosporin oleh diltiazem, doksisiklin, eritromisin, ketoconazole, metilprednisolon dosis tinggi, nicardipin, verapamil, kontrasepsi oral
  • Penurunan kadar ciclosporin oleh karbamazepin, isoniazid, phenobarbital, fenitoin, rifampisin
  • Meningkatkan risiko terjadinya kejang jika digunakan bersamaan dengan methylprednisolon dosis tinggi

Interaksi obat ciclosporin berpotensi fatal jika dikombinasikan dengan aminoglikosida, amfoterisin B, ciprofloxacin, kolkisin, melphalan, cotrimoxazole, dan NSAIDs karena dapat menambah efek nefrotoksisitas.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
  • Sindrom Nefrotik
  • Psoriasis
Referensi

Mims. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/ciclosporin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 13 Februari 2019

Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5645-9108/cyclosporine-oral/cyclosporine-oral/details
Diakses pada 13 Februari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/cyclosporine-oral-capsule#about
Diakses pada 13 Februari 2019

Artikel Terkait:
Back to Top