Cholvastin Tablet 20 mg

16 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 10 tablet (20 mg)
Produsen
Sanbe Farma
Cholvastin tablet adalah obat untuk mengatasi kadar kolesterol tinggi dalam tubuh yang diimbangi dengan diet, penurunan berat badan, dan olahraga. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cholvastin tablet mengandung zat aktif lovastatin.
  • Menurunkan kadar kolesterol dan lemak darah yang tinggi dalam tubuh dan disertai dengan penurunan berat badan, diet, dan olahraga.
  • Mengurangi risiko terjadinya serangan jantung dan stroke serta mengurangi kemungkinan operasi jantung pada orang yang menderita penyakit jantung atau yang berisiko terkena penyakit jantung.
  • Membantu mencegah penyakit jantung, nyeri dada (angina), stroke, dan serangan jantung.

Lovastatin merupakan obat golongan statin yang bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh untuk menurunkan jumlah kolesterol yang mungkin menumpuk di dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya. Akumulasi kolesterol dan lemak di sepanjang dinding arteri dapat menurunkan aliran darah dan terjadinya kekurangan suplai oksigen ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya.

Lovastatin 20 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis awal: 10-20 mg/hari pada sore hari, dapat ditingkatkan dengan interval minimal 4 minggu.
  • Dosis maksimal: 80 mg/hari dalam dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Gangguan otot (miopati).
  • Gangguan pada otot (rhabdomiolisis).
  • Nyeri otot (mialgia).
  • Peningkatan berat badan.
  • Penglihatan kabur.
  • Ruam kulit.
  • Peningkatan aminotransferase hati asimtomatik.
  • Gangguan yang disebabkan karena kematian otot rangka (rhabdomyolysis) berat dg gagal ginjal akut.
  • Peradangan pada hati (hepatitis).
  • Peradangan pada pankreas (pankreatitis).
  • Pasien penderita penyakit hati aktif atau peningkatan transaminase serum persisten yang tidak dapat dijelaskan.
  • Penggunaan bersama dengan penghambat CYP3A4 misalnya nefazodon, eritromisin, boceprevir, klaritromisin, telitromisin, penghambat protease HIV, itrakonazol, ketokonazol, posaconazole, telaprevir, gemfibrozil, dan siklosporin.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan riwayat penyakit hati.
  • Pasien yang berisiko mengalami kelemahan otot (miopati).
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol (alkoholisme).
  • Pasien yaang memiliki kadar hormon tiroid yang rendah dalam tubuh (hipotiroidisme) yang tidak terkontrol secara memadai.
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Amiodaron, kolkisin, ranolazin, danazol, diltiazem, dan verapamil.
    Penggunaan lovastatin dengan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kelemahan otot (miopati atau rhabdomyolisis).
  • Warfarin.
    Penggunaan lovastatin dengan warfarin dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin dan memicu terjadinya perdarahan.
  • Penghambat CYP3A4 seperti eritromisin, nefazodon, klaritomisin, boseprevir, telitromisin, penghambat protease HIV, itrakonazol, ketokonazol, posakonazol, telaprevir, gemfibrozil, dan siklosporin.
    Penggunaan lovastatin dengan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya gangguan otot seperti miopati atau rhabdomyolisis.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lovastatin?mtype=generic
Diakses pada 24 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a688006.html
Diakses pada 24 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/lovastatin.html
Diakses pada 24 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/lovastatin-oral-tablet
Diakses pada 24 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11594-92/lovastatin-oral/lovastatin-oral/details
Diakses pada 24 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

10 Cara Mencegah Serangan Jantung untuk Hindari Kematian Mendadak

Cara mencegah serangan jantung perlu dilakukan, untuk menghindari kematian mendadak di usia lanjut. Mulai dari menghentikan kebiasaan merokok hingga mengelola stres, ini dia cara mencegah serangan jantung!
01 Jul 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
10 Cara Mencegah Serangan Jantung untuk Hindari Kematian Mendadak

5 Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi yang Bisa Anda Lakukan

Cara mengatasi kolesterol tinggi bukan hanya dengan minum obat, melainkan melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.
28 Jan 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
5 Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi yang Bisa Anda Lakukan

Berbagai Pilihan Obat Hipertensi yang Biasa Diresepkan Dokter

Modifikasi gaya hidup seperti mengurangi konsumsi garam dan lemak serta rutin olahraga bisa membantu mengurangi dan mengontrol tekanan darah tinggi. Namun bila upaya tersebut kurang membuahkan hasil, maka diperlukan obat hipertensi untuk mengontrol tekanan darah.
24 Oct 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Berbagai Pilihan Obat Hipertensi yang Biasa Diresepkan Dokter