Cholestyramine

15 Okt 2022| Nurul Rafiqua
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Cholestyramine digunakan untuk mengurangi risiko stroke dan serangan jantung.

Cholestyramine digunakan untuk mengurangi risiko stroke dan serangan jantung.

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Sequest.

Deskripsi obat

Cholestyramine adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam darah guna  membantu mengurangi risiko stroke dan serangan jantung. Obat ini juga dapat digunakan pada pasien untuk mengurangi asam empedu berlebihan yang dapat mengakibatkan gatal.

Cholestyramine bekerja dengan mengikat asam empedu dan membuangnya keluar dari dalam tubuh sehingga menurunkan kadar kolesterol. Pada pasien yang memiliki kolesterol tinggi, hati memproduksi lebih banyak asam empedu dengan menggunakan kolesterol di dalam darah. 

Selain penggunaan obat, pasien juga sangat disarankan untuk mengubah gaya hidup seperti berolahraga dan mengikuti program diet sehingga dapat menurunkan berat badan dan kadar kolesterol di dalam darah.

Cholestyramine (Kolestiramin)
Golongan

Pengikat asam empedu

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Bubuk suspensi, tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak 6-12 tahun

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaatnya lebih besar daripada risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Rasa gatal pada kulit berhubungan dengan obstruksi parsial atau sirosis bilier primer

  • Dewasa: 4-8 gr/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 240 mg/kgBB/hari, diberikan dalam dosis dibagi untuk 2-3 kali konsumsi. (dosis maksimal: 8 gr/hari)

Diare yang diinduksi asam empedu, hyperlipidaemia, penyakit jantung iskemik

  • Dewasa: 
    • Dosis awal: 4 gr/hari
    • Dosis lanjutan: 4-24 gr/hari, dalam dosis terbagi untuk  1-4 kali konsumsi, kemudian disesuaikan seperlunya
    • Dosis maksimal: 36 gr/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 
    • Dosis umum: 240 mg/kgBB/hari, dalam dosis terbagi untuk 2-3 kali konsumsi 
    • Dosis maksimal: 8 gr/hari.

Petunjuk umum konsumsi

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan cholestyramine sebelum penggunaan.

Cholestyramine dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Jangan mengonsumsi cholestyramine dalam bubuk kering, tapi campur bubuk cholestyramine dengan 150 mL air, jus buah, sup, atau susu, kemudian aduk sampai merata sebelum meminumnya. Penggunaan obat ini disesuaikan dengan kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Sebelum mengonsumsi obat ini, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Hindari menahan lama campuran di mulut, sebab hal tersebut dapat merusak gigi.

Karena cholestyramine dapat menurunkan penyerapan obat lain, konsumsilah obat lain 1 jam sebelumnya, atau 4 hingga 6 jam setelah meminum cholestyramine. Untuk mendapatkan manfaat obat yang maksimal, minumlah cholestyramine secara teratur. Sangat disarankan untuk tetap mengonsumsi obat ini bahkan, dalam keadaan sehat sesuai dengan anjuran dokter.

 

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya adalah menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Cholestyramine dapat menyebabkan efek samping yang meliputi: 

  • Mengantuk
  • Mual
  • Sembelit
  • Penglihatan kabur
  • Sakit kepala

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Disfungsi gastrointestinal
  • Rentan terhadap defisiensi vitamin
  • Diabetes
  • Sembelit
  • Wasir
  • Penyakit ginjal

Obat ini dapat mengganggu penyerapan nutrisi seperti asam folat dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K). Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi suplemen multivitamin. Individu lanjut usia mungkin akan lebih sensitif terhadap efek samping dari obat ini, terutama berupa kelainan pada sistem pencernaan atau sembelit. Sementara itu, pasien dalam masa kehamilan hanya boleh menggunakan obat ini jika benar-benar diperlukan, karena dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi.

 

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri perut
  • Memar atau perdarahan
  • Nafas cepat
  • Kebingungan
  • Impaksi feses
  • Ruam kulit

 

Kontraindikasi 

Jangan menggunakan cholestyramine jika mengalami saluran empedu yang tersumbat. 

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Penggunaan cholestyramine dengan obat lain dapat mengurangi penyerapan nutrisi seperti asam folat, diuretik tiazid, propranolol, digoksin dan glikosida, loperamide, fenilbutazon, barbiturat, estrogen, progestogen, hormon tiroid, warfarin dan antikoagulan derivatif coumarin, garam besi, deferasirox dan beberapa antibakteri (misalnya tetrasiklin, penicillin G).

Selain itu cholestyramine juga dapat mencegah penyerapan vitamin yang larut dalam lemak termasuk vitamin (A, D, E, K). Penurunan tingkat penyerapan obat penurun kolesterol (clofibrate) dan dapat mengganggu penyerapan suplemen fosfat oral.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus  dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/cholestyramine-oral-route/description/drg-20068562
Diakses pada 27 September 2022
 
MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/colestyramine
Diakses pada 27 September 2022
 
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-76695/cholestyramine-with-sugar-oral/details
Diakses pada 27 September 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email