Cholespar Tablet

29 Jun 2020| Aby Rachman
Cholespar tablet adalah obat untuk mengontrol  kadar kolesterol dan trigliserida pada pasien dengan kondisi menumpuknya lemak di dalam darah (hiperlipidemia).

Deskripsi obat

Cholespar tablet adalah obat untuk mengontrol kadar kolesterol dan trigliserida pada pasien dengan kondisi menumpuknya lemak di dalam darah (hiperlipidemia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cholespar tablet mengandung zat aktif natrium pravastatin yang mampu menurunkan kadar kolesterol dan lemak jahat serta mengurangi jumlah kolesterol yang diproduksi di hati.

Cholespar Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 363.000/box (10 mg); Rp 506.000/box (20 mg) per
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (10 mg; 20 mg)
ProdusenPharos Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

  • Menurunkan kadar kolesterol dan lemak jahat dalam tubuh.
  • Mengurangi risiko terjadinya gangguan jantung pada pasien yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah (hiperkolesterolemia).
  • Mengurangi risiko terjadinya serangan jantung pada pasien yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah (hiperkolesterolemia).
  • Mengurangi risiko terjadinya penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak atau tumpukan lemak pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis).

Komposisi obat

  • Cholespar tablet 10 mg: natrium pravastatin 10 mg.
  • Cholespar tablet 20 mg: natrium pravastatin 20 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis awal: 10-20 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Dosis lazim: 10-40 mg sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mual.
  • Muntah.
  • Rasa tidak nyaman pada perut.
  • Diare.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rabdomiolisis).
  • Gangguan otot.
  • Influenza.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Reaksi alergi berat (anafilaksis).
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Ruam kulit.
  • Nyeri dada.
  • Kelelahan.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan penglihatan.
  • Kerontokan rambut.
  • Peradangan pada paru-paru (pankreatitis).

Perhatian Khusus

  • Lakukan pemantauan tes fungsi hati secara berkala.
  • Pasien dengan riwayat penyakit hati.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.

  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    • Kategori X: Penelitian pada hewan percobaan atau manusia menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, terdapat bukti risiko terhadap janin berdasarkan kasus yang ada, serta risikonya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya. Penggunaan obat dilarang pada wanita hamil atau wanita usia subur.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pasien dengan peningkatan persisten kadar transaminase serum yang tidak diketaui sebabnya.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Fibrat.
  • Siklosporin.
  • Eritromisin.
  • Niasin.
  • Gemfibrozil.
  • Asam nikotinat.
  • Kolestiramin.
  • Diltiazem.
  • Itrakonazol.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cholespar
Diakses pada 23 Juni 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pravastatin?mtype=generic
Diakses pada 23 Juni 2020

Webdm. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6989/pravastatin-oral/details
Diakses pada 23 Juni 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/salts/DBSALT000146
Diakses pada 23 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email