Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Chlorpromazine (Alias: Klorpromazin)

Ditulis oleh Olivia
Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Obat chlorpromazine dapat mengobati gangguan mental
Chlorpromazine dapat mengobati gejala gangguan mental/ mood tertentu.

Merk dagang yang beredar:

Cepezet, Meprosetil, Promactil

Chlorpromazine merupakan turunan dari fenotiazin yang digunakan dalam pengobatan bidang psikiatri. Obat ini digunakan untuk mengobati gejala gangguan mental/mood tertentu (seperti skizofrenia, gangguan psikotik, dan fase manik pada gangguan bipolar). Chlorpromazine dapat membantu Anda untuk mengurangi rasa gugup, berfikir jernih, mengurangi perilaku agresif, dan keinginan untuk melukai diri sendiri/orang lain. Selain itu, obat ini juga dapat membantu Anda untuk mengontrol mual, cegukan, kegelisahan, dan tetanus serta mengurangi halusinasi seperti mendengar/melihat hal-hal yang tidak nyata). Chlorpromazine bekerja dengan menghalangi reseptor dopamin (zat alami tertentu di otak).

Chlorpromazine (Klorpromazin)
Golongan

Antipsikotik, Phenothiazine

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak 1-12 tahun

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Suntik

Psikosis:

  • Dewasa: 25-50 mg setiap 6-8 jam. Ganti dengan obat tablet sesegera mungkin
  • Anak 1-12 tahun: 500 mcg/kgBB setiap 4-6 jam maksimal 75 mg/hari pada usia lebih dari 5 tahun; 1-5 tahun: 40 mg/hari.

Mual dan Muntah:

  • Dewasa: Dosis awal 25 mg melalui injeksi intramuskular, diikuti dengan 25-50 mg setiap 3-4 jam sampai muntah berhenti.
  • Anak 1-12 tahun: 500 mcg/kgBB setiap 4-6 jam maksimal 75 mg/hari pada usia lebih dari 5 tahun; 1-5 tahun: 40 mg/hari.

Tablet

Psikosis:

  • Dewasa: 25 mg 3 kali sehari, dapat diberikan sebagai dosis tunggal 75 mg pada malam hari. Pemeliharaan: 25-100 mg tiga kali sehari ditingkatkan sampai 1 gram/hari jika diperlukan pada pasien psikosis.
  • Anak 1-12 tahun: 500 mcg/kgBB setiap 4-6 jam maksimal 75 mg/hari pada usia lebih dari 5 tahun; 1-5 tahun: 40 mg/hari.

Cegukan yang Tidak Berhenti:

  • Dewasa: dosis awal 25-50 mg, 3-4 kali sehari selama 2-3 hari. Jika tidak responsif, dapat ditambahkan 25-50 mg melalui injeksi intramuskular. Jika masih diperlukan, 25-50 mg dalam 500-1000 ml normal saline diberikan melalui infus intravena pelan.
  • Anak 1-12 tahun: 500 mcg/kgBB setiap 4-6 jam maksimal 75 mg/hari pada usia lebih dari 5 tahun; 1-5 tahun: 40 mg/hari.

Aturan pakai Chlorpromazine dengan benar

Chlorpromazine dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Namun lebih baik jika dikonsumsi bersama dengan makanan untuk menghindari rasa sakit pada perut. Pada anak-anak dosis disesuaikan dengan berat badan. Penggunaan obat chlorpromazine sesuai dengan kondisi medis dan respons terhadap pengobatan.

Untuk mengurangi risiko efek samping, dokter akan memberikan dosis rendah saat memulai terapi dan meningkatkan dosis Anda secara bertahap. Gunakan pengingat saat mengonsumsi obat ini untuk membantu Anda meminumnya diwaktu yang sama setiap hari, sehingga Anda mendapatkan manfaat obat yang maksimal.

Gejala-gejala seperti mual, muntah, sakit perut, pusing, dan gemetar akan muncul ketika Anda berhenti mengonsumsi obat chlorpromazine secara tiba-tiba. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter, jika Anda ingin berhenti mengonsumsi obat ini untuk menghindari gejala-gejala tersebut. Dokter akan mengurangi dosis obat secara bertahap ketika Anda ingin berhenti mengonsumsi obat chlorpromazine.

Hubungi dokter jika merasa kondisi Anda tidak berubah atau memburuk.

Efek Samping

Efek samping seperti mengantuk, pusing, kepala terasa ringan, mulut kering, penglihatan kabur, kelelahan, mual, sembelit, dan pertambahan berat badan dapat terjadi.

Segera mencari pertolongan medis jika merasakan efek samping yang serius, seperti:

  • Insomnia/kesulitan tidur
  • Efek ekstrapiramidal
  • Mulut kering
  • Tremor
  • Depresi sistem saraf pusat dan kejang
  • Disfungsi seksual
  • Sindrom neuroleptik maligna
  • Retensi urine/sulit buang air kecil
  • Peningkatan kadar serum kolesterol
  • Perubahan elektrokardiogram (EKG)
  • Hiperglikemia (kadar gula darah tinggi)
  • Diskinesia tardif atau kondisi yang mempengaruhi sistem saraf (penggunaan jangka panjang)
  • Hipotensi postural/kondisi tekanan darah rendah yang terjadi ketika seseorang berdiri dari posisi duduk atau tidur

Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis, seperti:

  • Hipotiroidisme
  • Jaundice
  • Penyakit Parkinson
  • Penyakit jantung
  • Diabetes mellitus (DM)
  • Perasaan cemas/agitasi
  • Gangguan ginjal dan hati memiliki riwayat kejang atau epilepsi
  • Hyperplasia prostat atau retensi urin, ileus paralitik (kelumpuhan otot usus)
  • Lanjut usia (terutama dengan demensia)
  • Myasthenia gravis (kelemahan dan kelelahan otot yang cepat)
  • Hindari paparan langsung terhadap sinar matahari karena dapat meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Koma
  • Menyusui
  • Hipersensitivitas
  • Phaeochromocytoma
  • Supresi sumsum tulang
  • Riwayat depresi sistem saraf pusat

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

  • Krisis antikoligernik dapat terjadi akibat potensiasi efek antikolinergik obat anti parkinson dan antidepresan trisiklik (TCA)
  • Kombinasi dengan MAOIs dapat menambah efek hipotensi ortostatik
  • Tidak berfungsinya efek antihipertensi dari guanethidine, methyldopa, dan clonidine.
  • Menambah efek depresi pada penggunaan bersamaan dengan hipnotik, sedatif, anthistamin, anestesi umum, opioid, dan alkohol

Penggunaan obat ini dapat mengganggu hasil tes laboratorium tertentu seperti tes kehamilan dan tes fenilketonuria. Informasikan kepada petugas lab jika Anda sedang mengonsumsi obat ini.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/phenothiazine-oral-route-parenteral-route-rectal-route/description/drg-20070394
Diakses pada 30 Oktober 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/chlorpromazine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 30 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1444/chlorpromazine-oral/details
Diakses pada 30 Oktober 2018

Back to Top