Gigitan nyamuk bisa memicu malaria
Chloroquine adalah obat untuk mengobati malaria dan amoebiasis

Chloroquine, Malarex, Resochin, Riboquin

Chloroquine adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria. Obat ini juga efektif dalam membasmi parasit Entamoeba histolytica (E. histolytica) di luar saluran pencernaan (amebiasis) dan sebagai agen antiinflamasi pada penyakit rheumatoid arthritis dan lupus erythematosus.

Chloroquine (Klorokuin)
Golongan

Antimalaria/Antiamoeba/Disease-Modifying Anti-Rheumatic Drugs (DMARDs)

Kategori obat

Obat keras

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Keamanan penggunaan chloroquine selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Diminum per oral

  • Malaria Akut

Dosis awal 600 mg, kemudian 300 mg, 3-4 kali pada hari pertama. Dilanjutkan 300 mg/hari pada hari kedua dan ketiga.

  • Pencegahan Malaria

300 mg sekali seminggu, pada hari yang sama setiap minggunya. Dimulai 1 minggu sebelum paparan, selama paparan, sampai 4 minggu setelah paparan.

  • Lupus, Rheumatoid Arthritis

Dosis awal 150 mg per hari.

  • Amoebiasis hepatik

600 mg/hari selama 2 hari, kemudian 300mg/hari selama 2-3 minggu.

Untuk anak-anak, dosis disesuaikan dengan berat badan. Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan chloroquine untuk anak-anak.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan sebelum penggunaan. Chloroquine sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Chloroquine dapat menyebabkan efek samping, seperti:

Efek samping yang jarang meliputi kejang, leukopenia, anemia aplastik, hepatitis, gangguan saluran cerna, sakit kepala, dan urtikaria.

Chloroquine juga dapat menyebabkan efek samping yang berpotensi fatal, seperti henti napas dan henti jantung, kejang, sampai koma.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Kontraindikasi

Jangan menggunakan chloroquine jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Alergi
  • Diketahui atau dicurigai resisten terhadap infeksi Plasmodium falciparum
  • Porfiria
  • Kerusakan retina

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Konsumsi bersamaan dengan fenilbutazone akan meningkatkan risiko radang pada kulit. Chloroquine dapat mengurangi konsentrasi ampisilin dalam darah. Obat lambung cimetidine menghambat metabolisme chloroquine sehingga kadarnya lebih tinggi dalam darah. Beri jarak setidaknya 4 jam jika sebelumnya mengonsumsi antasida.

Konsumsinya bersamaan dengan obat antiaritmia akan meningkatkan risiko kelainan irama jantung yang berpotensi fatal.

Konsumsi bersamaan dengan penicillamin dapat meningkatkan risiko gangguan darah dan/atau ginjal, begitu juga dengan kemungkinan munculnya reaksi parah di kulit.

Konsumsi bersamaan dengan mefloquine dapat meningkatkan risiko kejang.

Konsumsi bersamaan dengan obat hepatotoksik lain dapat meningkatkan risiko gangguan hati lebih parah.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

MIMS Indonesia. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/chloroquine/?type=brief&mtype=generic
Diakses 15 Agustus 2019

Drugs.com. https://www.drugs.com/pro/chloroquine.html#usageinpregnancy
Diakses 15 Agustus 2019

Medline plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682318.html
Diakses 15 Agustus 2019

Pubchem. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Chloroquine#section=Toxicity-Summary
Diakses 7 April 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait