Chlorhexidinie merupakan obat antimikroba untuk mengobati radang gusi
Chlorhexidine dapat mengatasi peradangan gusi, gusi mudah merah, bengkak dan berdarah.

Bactigras, Fectin, Fordenta, Mediscrub, Progina Care, Periokin Gel, Periokin Spray, Xtragene 2 / Xtragene 4.

Chlorhexidine termasuk ke dalam golongan obat antimikroba. Obat ini digunakan secara berdampingan setelah menyikat gigi untuk mengobati radang gusi atau penyakit yang menyebabkan gusi mudah merah, bengkak, dan berdarah. Chlorhexidine bekerja dengan mengurangi jumlah bakteri di mulut, membantu mengurangi pembengkakan dan kemerahan pada gusi, serta perdarahan ketika anda menyikat gigi.

Chlorhexidine (Klorheksidin)
Golongan

Antiseptik

Kategori obat

Obat bebas

Bentuk sediaan obat

Obat kumur, obat krim/cair

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Gingivitis, Kebersihan Mulut (Obat Kumur):

  • Dewasa: Kumur mulut dengan 10 ml selama 1 menit menggunakan larutan chlorhexidine 0,2%. (Maksimal 2 kali sehari).

Antiseptik dan Disinfektan, Disinfeksi Kulit (Obat Krim, Cair):

  • Dewasa: Oleskan ke kulit atau daerah yang terpapar.

Tuang larutan chlorhexidine sebanyak 15 cc menggunakan gelas ukur yang tersedia. Bilas atau kumur mulut anda selama 30 detik setelah menyikat gigi, kemudian buang larutan tersebut. Hal ini dilakukan biasanya sebanyak 2 kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur.

Setelah menggunakan chlorhexidine, tunggu selama 30 menit jika anda ingin membilas mulut dengan air, obat kumur, menyikat gigi, makan, atau minum.

Penggunaan larutan chlorhexidine didasarkan pada kondisi medis dan respon anda terhadap pengobatan. Hubungi dokter jika kondisi anda tidak berubah atau memburuk.

Efek samping seperti perubahan warna cokelat pada gigi yang dapat diubah, perubahan warna dan sensasi terbakar pada lidah, iritasi konjungtiva atau mukosa, gangguan pengecap dan pembengkakan kelenjar parotis dapat terjadi. Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Segera mencari pertolongan medis jika merasakan efek samping yang serius, seperti:

  • Reaksi alergi yang berat dan berpotensi mengancam jiwa (Anafilaksis).

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika anda memiliki kondisi medis, seperti:

  • Hindari kontak dengan otak, membran yang melapisi sistem saraf pusat, telinga tengah, atau jaringan sensitif dan mata.
  • Beritahukan kepada dokter atau apoteker jika anda menggunakan obat-obat herbal lainnya saat ingin menggunakan obat chlorhexidine
  • Jangan menelan obat ini karena akan meningkatkan efek samping

Menggunakan chlorhexidine dengan obat lain secara umum tidak menimbulkan interaksi tertentu. Sebaiknya konsultasi dengan dokter jika sedang menggunakan obat-obatan tertentu lainnya.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/chlorhexidine?mtype=generic
Diakses pada 30 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5356/chlorhexidine-gluconate-mouth-and-throat/details
Diakses pada 30 Oktober 2018

Artikel Terkait