Chlorexol suspensi 60 ml adalah obat yang digunakan untuk pengobatan tifus, paratifus dan infeksi bakteri berat.
Chlorexol suspensi 60 ml adalah obat yang digunakan untuk pengobatan tifus, paratifus dan infeksi bakteri berat.
Chlorexol suspensi 60 ml adalah obat yang digunakan untuk pengobatan tifus, paratifus dan infeksi bakteri berat.
Chlorexol suspensi 60 ml adalah obat yang digunakan untuk pengobatan tifus, paratifus dan infeksi bakteri berat.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 13.860/botol (60 ml) per November 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Ifars Pharmaceutical Laboratories

Chlorexol adalah obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Chlorexol mengandung zat aktif chloramphenicol.

  • Pengobatan tifoid, paratifoid.
  • Pengobatan infeksi berat yang disebabkan oleh:
    • Salmonella Sp.
    • Haemophillus influenzae.
    • Rickettsia.
    • Lymphogranuloma-psittacosis..
    • Gram negatif yang menyebabkan radang selaput otak (meningitis).

Tiap 5 ml: chloramphenicol 125 mg

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa, anak-anak, dan bayi 2 minggu ke atas: 50 mg/kg BB/ hari dalam 3-4 dosis terbagi.
  • Bayi usia dibawah 2 minggu: 25 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi.

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

  • Gangguan saluran cerna misalnya mual, muntah, diare
  • Reaksi hipersensitif lainnya, misalnya gatal, kemerahan pada kulit, hingga reaksi alergi berat (anafilaktik).
  • Sindroma gray pada bayi baru lahir, terutama bayi prematur.
  • Penderita yang hipersensitif terhadap chloramphenicol
  • Penderita gangguan fungsi hati yang berat
  • Penderita gangguan ginjal yang berat.
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Penderita gangguan fungsi hati.
  • Bayi yang lahir prematur dan bayi baru lahir (2 minggu pertama).
  • Tidak untuk pencegahan infeksi, pengobatan influenza, batuk, dan pilek.
  • Dicurnarol.
  • Phenytoin .
  • Tolbutamide.
  • Turunan sulfeniturea lainnya.

Sesuai kemasan per November 2019

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait